Pentingnya Belajar Ilmu Agama Lebih Utama Daripada Ikut Perang

pentingnya belajar ilmu agama

Pecihitam.org – Belajar adalah sesuatu yang penting dan manusia pasti selalu disinggungan dengannya. Sebab setiap hal yang baru adalah sebuah pelajaran, dan dari setiap pelajaran butuh yang namanya memepelajari. Namun mempelajari tidak akan benar ketika tidak ada yang mengajari. Begitupun belajar ilmu agama sangatlah penting, namun juga btuh yang namanya pengajar atau guru. Belajar bisa dilakukan dimana saja asalkan dengan guru yang benar bukan guru yang mencontohkan hal salah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Salah satu pentingnya belajar ilmu agama dengan guru adalah agar kita tidak salah dalam melakukan segala hal, misalkan ketika belajar tentang wudhu karena wudhu adalah hal dasar yang harus dipelajari. Ketika guru sedang menerangkan bab wudhu yang pertama harus dilakukan adalah memperhatikan, kemudian mengingatnya dan mempraktekkannya.

Namun, apabila dia belum memahami alangkah baikknya untuk bertanya kepada gurunya agar tidak salah dalam mengartikannya. Karena terkadang ada satu hal sederhana yang apabila tidak faham dan tidak ditanyakan malah berakibat buruk setelahnya.

Tafaqquh fiddin atau belajar dan mendalami ilmu agama menjadi begitu pentingnya bahkan jika dibandingkan dengan mengikuti perang. Hal tersebut termaktub dlam surat At-Taubah ayat 122:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Baca Juga:  Para Aktivis yang Suka Ngopi di Cafe, Ini Lho Hukum dan Manfaat Kopi

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah:122)

Dalam surat At Taubah disebutkan bahwa seseorang yang belajar itu lebih utama dari pada berperang, karena belajar sejatinya juga sedang berperang, perang melawan kebodohan dan kemalasan.

Banyak masyarakat sekarang yang lebih banyak tertarik dengan ilmu umum dari pada ilmu agama. Banyak orang tua yang bangga ketika anaknya masuk di sekolahan favorit atau sekolahan yang basic-nya sudah internasional. Kadang malah mereka ada yang malu ketika anaknya masuk di pesantren. Padahal itu malahan pilihan yang baik, karena disamping dia mendapat ilmu umum mereka juga mendapatkan ilmu agama.

Perlu diketahui bahwa semakin berkembangnya zaman, sekarang pun sudah banyak pesantren yang juga memiliki pendidikan formal atau sekolah dan pesantren menyatu jadi satu. Sehingga selain belajar ilmu agama, juga banyak mempelajari cabang ilmu lainnya bahkan lebih komplit sebab belajar di pesantren akhirnya meliputi seluruh aspek kehidupan, baik dunia hingga kehidupan di akhirat.

Baca Juga:  Pembagian Iman dan Ciri-Ciri Orang yang Dikatakan Beriman

Adapun seseorang yang belajar mencari ilmu akan diangkat derajatnya, itu adalah hal nyata yang Allah firmankan dalam AlQur’an surat Al-Mujadalah ayat 11:

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجاتٍ

“Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu” (QS Al-Mujadalah ayat 11).

Allah akan mengangkat derajat manusia yang memiliki ilmu, apalagi bagi mereka yang mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut KH Hasyim Asy’ari, alasan Allah mengangkat derajat orang-orang ahli ilmu adalah karena mereka dapat mengaplikasikan ilmu mereka dalam kehidupannya. Beliau memberikan tafsir dari ayat di atas sebagai berikut:

أي ويرفع العلماء منكم درجات بما جمعوا من العلم والعمل

“Maksudnya Allah mengangkat derajat ulama dari kalian sebab mereka mampu menggabungkan ilmu dan amal.”

Inilah alasan mengapa Allah mengangkat derajat manusia yang mau mencari Ilmu. Karena ilmu yang mereka pelajari mereka gunakan dalam kehidupannya dan dari situlah penggabungan antara ilmu dan amal terealisasi. Selanjutnya KH Hasyim Asy’ari menjelaskan selisih derajat ulama dibandingkan orang Muslim pada umumnya, dengan mengutip sabda Sahabat Ibnu ‘Abbas:

درجات العلماء فوق المؤمنين بسبعمائة درجة درجة ما بين الدرجتين خمسمائة عام

Baca Juga:  Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Rumah Tangga, Bagaimana Cara Menerapkannya?

“Para ulama mempunyai derajat yang lebih tinggi daripada orang-orang mukmin pada umumnya dengan selisih 700 derajat dan di antara dua derajat terpaut selisih 500 tahun.”

Apa yang disampaikan KH Hasyim Asy’ari ini senada dengan penjelasan al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith dalam kitab al-Manhaj al-Sawi. Habib Zain menjelaskan alasan terpautnya selisih derajat yang sangat jauh antara orang berilmu dan selainnya dalampendapat beliau sebagai berikut:

قلت وذلك لأن العلم أساس العبادات ومنبع الخيرات كما أن الجهل رأس كل شر وأصل جميع البليات.

“Aku berkata. Demikian itu karena ilmu adalah asasnya ibadah-ibadah dan sumber beberapa kebaikan, sebagaimana kebodohan adalah pangkal setiap keburukan dan sumber seluruh musibah” (al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith, al-Manhaj al-Sawi, hal. 77).

Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik