Pentingnya Memiliki Sifat Qanaah dalam Islam

qanaah dalam islam

Qanaah: “Merasa cukup dengan yang ada, mensyukuri yang masih ada”

Pecihitam.org – Terkadang ketika masalah sedang melanda, hidup sedang terasa berat, beberapa orang bilang kita harus Qanaah dalam menerima setiap apa yang Allah takdirkan. Namun apa sebenarnya sifat Qanaah tersebut dalam Islam?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam Islam Qanaah adalah suatu sifat yang rela menerima dan selalu merasa cukup dengan hasil yang sudah diusahakan serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas juga perasaan kurang. Orang dapat disebut telah berqanaah apabila telah memiliki pendirian dengan apa yang telah diperoleh atau bersyukur atas yang ada pada dirinya karena semua adalah kehendak Allah Swt.

Meneladani sikap qanaah sebenarnya sudah diajarkan oleh Rasulullah sejak dulu kepada seluruh umatnya. Juga dijelaskan dalam Firman Allah Swt pada surat Az-Zumar ayat 49.

فَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ ۚ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“ Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata:”sesungguhnya aku beri nikmat itu hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan dari mereka itu tidak mengetahui: (Q.S Az-Zumar: 49).

Selain itu dijelaskan juga dalam hadist riwayat Imam Muslim sebagaimana berikut:

Baca Juga:  Raihlah Ketentraman Hati dan Kedamaian Hidup dengan Memiliki Sifat Qanaah!

“Lihatlah orang yang dibawah kalian dan janganlah melihat orang dibawah kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian agar kalian tidak memandang hina nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” (H.R Bukhori dan Muslim).

Sering kita temukan banyak orang-orang yang terlalu sibuk bekerja mengurusi urusan dunia bahkan sampai menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan rejeki. Padahal sebenarnya Allah Swt telah menjanjikan rejeki yang baik bagi kita.

Dengan bersikap qanaah berarti semua yang dikerjakan diniatkan sebagai ibadah hanya untuk mendapatkan ridho dari Allah Swt. Dasar hukumnya telah jelah pada Surat Al-Baqarah ayat 155.

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan , dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah: 155).

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah memberikan segala bentuk ujian kepada manusia. Yang diuji adalah keimanannya. Apakah ia yakin terhadap kuasa dan ketetapan Allah Swt atau tidak. Dan termasuk orang-orang yang beruntung bagi mereka yang tetap sabar dan tidak mengeluh dengan segala ujian yang diberikan oleh Allah Swt. Serta tidak menyalahkan Allah ketika sedang menghadapi ujian.

Baca Juga:  Makna Khusnul Khotimah, Tanda-tanda, Serta Doa Lengkap dan Artinya

Dijelaskan juga dalam hadist berikut:

“Dari Abidin bin Amr sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda : sungguh beruntung orang yang masuk islam dan rizkinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa yang pemberian Allah.” (HR. Muslim).

Orang yang ber-qanaah menyadari bahwa kekayaan bukan hanya tentang materi saja tapi kekayaan juga bisa dimiliki dalam hati. Dengan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt agar selalu yakin dalam menjalani setiap urusan dunia dengan lapang dada dan tidak pernah mengeluh.

Seperti dalam hadist Nabi SAW berikut ini:

“Barangsiapa yang kaya hati maka ia mendapatkan nikmat kebahagiaan dan kerelaan meskipun dia tidak mendapatkan makan di hari itu. Sebaliknya siapa yang hatinya fakir maka meskipun dia memiliki dunia seisinya kecuali hanya satu dirham saja, maka dia memandang bahwa kekayaannya masih kurang sedirham, dan dia masih terus merasa miskin sebelum dirham itu.”

Jadi, kita sebagai hamba Allah Swt harusnya tetap bersyukur dengan segala yang telah diberikan oleh Allah Swt, banyak atau sedikit yang penting berkah. Dan usahakan selalu melihat kebawah atau orang-orang yang dibawah kita, yang masih serba kekurangan dari pada kita.

Baca Juga:  Perkara Syubhat (Samar) dan Anjuran untuk Meninggalkannya

Janganlah terlalu memandang keatas karena tidak akan ada habisnya, bahwa diatas langit masih ada langit. Salah satu kiat memiliki sifat Qanaah dalam Islam adalah “Selalu merasa cukup dengan yang ada dan mensyukuri yang masih ada”.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik