Penyakit Berbahaya pada Manusia yang Ada Sejak Zaman Dahulu

penyakit zaman dahulu

Pecihitam.org – Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap orang yang dipengaruhinya. Ketika terganggunya sistem dalam tubuh seseorang, maka akan membuat aktivitas pun ikut terkena imbas dan tidak maksimal dalam melakukan pekerjaannya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Penyakit juga bukan hanya menyerang pada fisik saja, namun juga hati. Bahkan penyakit hati lebih sukar obatnya, sebab jika orang sudah terkena penyakit hati maka amalan apapun yang dilakukan badan tidak akan diterima tanpa peranan amalan hati.

Bahkan ada penyakit yang menjangkit manusia dan sudah ada sejak zaman dahulu kala hingga kini. Dan ketika seseorang terkena penyakit ini, akan sulit sekali sembuh jika tanpa kesadaran dan usaha yang maksimal. Lantas penyakit apakah yang dimaksud? Berikut ulasan selengkapnya.

Penyakit yang menjangkiti umat manusia sejak zaman dahulu hingga sekarang ini adalah dendam. Penyakit hati berupa dendam inilah yang paling sering diderita manusia tanpa disadari. Penyakit ini ditandai dengan perasaan sakit hati atau tidak suka kepada orang lain.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw mengingatkan,

“Kelak akan menimpa umatku penyakit umat umat terdahulu, yaitu penyakit sombong, kufur nikmat, dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan, dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas).” (HR Al-Hakim)

Tidak jarang karena perbedaan pendapat antara satu dengan yang lainnya timbul gesekan, bahkan konflik dan pertikaian. Diantara manusia tersebut menyimpan dendam yang bisa saja bukan sekedar menyebabkan luka fisik namun juga batin.

Baca Juga:  Bolehkah Seseorang yang Pernah Menghafal Al Qur'an Berkata “Saya Lupa Ayat Ini”

Ketika api dendam terus menyala pertikaian pun tak pernah usai. Satu sama lain selalu berfikit bagaimana cara membalas sakit hati yang dirasakan. Malah terkadang manusia akan melakukan segala macam cara untuk melampiaskan dendamnya.

Padahal kita tahu bahwa sifat dendam adalah dilarang dalam islam. Sebab penyakit hati berupa dendam ini menjadi salah satu faktor putusnya tali persaudaraan dan silaturahmi. Dalam hadits Rasulullah dijelaskan bahwa orang yang dihatinya ada dendam tidak akan dibukakan pintu surga untuknya sampai mereka berdamai kembali.

Rasulullah bersabda, “Pintu-pintu surga itu dibuka pada hari Senin dan Kamis, lalu diampunkanlah bagi setiap hamba yang tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, kecuali seseorang yang antara dirinya dan saudaranya itu ada rasa dendam, lalu dikatakanlah, ‘Nantikanlah dulu kedua orang ini sehingga keduanya berdamai kembali. Nantikanlah kedua orang ini sehingga keduanya berdamai kembali’.” (HR Muslim)

Oleh karena itu sebagai manusia yang beriman, sudah sewajibnya kita senantiasa membersihakan hati mereka dari penyakit dendam ini. Selain merugikan diri sendiri dan orang lain, juga akan menyebabkan kerugian diakhirat nanti.

Baca Juga:  Ini Amalan di Bulan Dzulhijjah yang Sebaiknya Kamu Kerjakan

Suraga adalah tempat yang agung dan damai serta tidak ada dendam diantara para penghuninya. Allah Swt berfirman dalam surat Al A’raf ayat 43 sebagaimana berikut:

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran”. Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan”.” (QS al-A’raf: 43)

Selain itu dalam ayat lain, Allah SWT juga berfirman,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Baca Juga:  Syawalan: Tradisi Unik Setelah Idul Fitri yang Hanya Ada di Nusantara

“Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air (yang mengalir). (Allah berfirman), ‘Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman.’ Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka: mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS al-Hijr 45-47)

Dengan demikian, dari sini kita tahu bahwa surga tidak layak dihuni oleh orang-orang yang memiliki rasa dendam di dalam hatinya. Penyakit umat manusia yang ada sejak zaman dahulu hingga sekarang ini bukanlah ciri dari seorang muslim sejati. Maka singkirkanlah rasa dendam, isilah hati dengan rasa maaf, serta kasih sayang kepada sesama. Semoga bermanfaat.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik