Peran Mr. Hempher Terhadap Gerakan Muhammad Ibn Abdul Wahab (Bag 4)

isa al masih

Pecihitam.org – “Kekuatan Islam ada dalam jiwa-jiwa para penganutnya, karena seorang lelaki yang muslim berpegang teguh pada Islam dengan segala kekuatan”

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

  1. Islam pernah suatu hari adalah sebuah agama kehidupan dan kekuasaan, dan yang memberatkan adalah anda harus mengatakan kepada para pemimpin kalian (muslim) bahwa “kalian para budak”, sebab semangat kepemimpinan mendorong manusia pada kepercayaan yang tinggi meskipun keadaannya lemah dan terbelakang. Sedangkan kami tidak pernah mampu merubah ajaran Islam, supaya kami dapat menyampaikan kepada kaum muslimin bahwa kepemimpinan yang mereka anut adalah kepemimpinan yang menciptakan kondisi-kondisi khusus yang memalingkan dari kebenaran.
  2. Kami tidak merasa senang dengan bangkitnya kesadaran dalam jiwa-jiwa “keluarga ‘Ustman” dan para ulama Iran, yang menggagalkan langkah-langkah kami dalam memperoleh kekuasaan. Menurut pengamatan kami, memang benar bahwa dua pemerintah ini telah mengalami kelemahan yang cukup besar, kecuali adanya sebuah basis pemerintahan yang memimpin umat, yang mana tampuk kepemimpinan, hasrat dan senjata yang ada di tangannya membuat manusia resah.
  3. Kami sangat gelisah dengan keberadaan ulama Islam antara lain: ulama Azhar (Mesir), ulama Iraq, dan ulama Iran. Mereka betul-betul telah menghalangi langkah-langkah kami, mereka ini adalah orang-orang yang sangat bodoh terhadap prinsip-prinsip kehidupan masa kini. Mereka mengangan-angankan hanyalah surge yang di janjikan dalam Al-Qur’an, mereka tidak akan menyerahkan prinsip-prinsip mereka sedikitpun. Rakyat mengikuti mereka sedangkan seorang raja merasa takut (ulama) seperti tikus yang takut dengan kucing.
  4. Memang benar bahwa kaum Ahlus sunnah sangat sedikit mengikuti ulama mereka, mereka mengikuti antara seorang raja dan seorang syaikh Islam. Sedangkan kaum Syiah sangat berpegang kepada kepemimpinan ulama, karena mereka hanya mau dipimpin oleh seorang yang ‘alim dan tidak percaya kepada raja. Namun, adanya perbedaan dua kelompok ini tidak cukup meringankan kegelisahan kami sedikutpun, kegelisahan yang mencekam perwakilan negara-negara jajahan bahkan para pemerintah Britania raya.
Baca Juga:  Ulama Wahabi: Memakai Seragam Tentara Termasuk Tasyabuh dan Bid'ah Dholalah

Kami sudah mengadakan berbagai mu’tamar untuk memecahkan masalah-masalah yang meresahkan ini, namun pada setiap kesempatan kami tetap tidak menemukan jalan keluar.

Sementara perkiraan-perkiraan yang sudah kami susun dengan rapi melalui para pekerja dan mata-mata kami, telah merusak harapan kami. Hasilnya nol bahkan di bawah nol. Tetapi kami tetap tidak pernah putus asa, selama kami bisa bernafas kami akan bersabar yang tiada batas.

Aku jadi teringat, pada sesuatu kesempatan. Kami mengadakan sebuah mu’tamar yang dihadiri perdana menteri, para pendeta, dan beberapa perwakilan. Jumlah anggota kami saat itu berjumlah 20 orang.

Dalam mu’tamar ini terjadi perdebatan yang memakan waktu lebih dari 3 jam, dan selesai tanpa membuahkan hasil satu masalahpun. Seorang pendeta berkata kepada saya,

Baca Juga:  Tak Selalu Buruk, Ini 5 Sisi Positif dengan Hadirnya Aliran Wahabi

“Kalian jangan bingung, Isa al-Masih tidak pernah mencapai keputusan kecuali  setelah 300 tahun ia bangkit, terusir, dan terbunuh bersama para pengikutnya. Semoga al-Masih melihat kita dari langit dan mengaruniakan kita musnahnya orang-orang kafir dari basis mereka, meskipun setelah 300 tahun. Kita harus bersenjatakan iman yang kokoh dan kesabaran yang panjang, dan kita harus mengambil semua sarana dan jalan untuk kekuasaan dan menyebarkan agama Masehi ditempat-tempat yang subur dengan orang-orang Islam, walaupun misalnya berhasil setelah beberapa abad. Sesungguhnya nenek moyang kita dahulu menanamkan berita-berita”.

Dikesempatan lain, sebuah mu’tamar antara perwakilan yang dihadiri oleh para tokoh dari Britania, Perancis, dan Rusia. Pertemuan saat itu menjadi sebuah mu’tamar tingkat tertinggi. Karena yang hadir terdiri dari lembaga-lembaga diplomasi dan tokoh-tokoh agama.

Di waktu itu aku bernasib baik, aku hadir di mu’tamar itu karena hubunganku erat dengan perdana menteri. Para peserta mu’tamar dengan sempurna memaparkan masalah-masalah orang Islam. Mereka menerangkan tentang cara-cara memporak-porandakan mereka (umat Islam), mengikis keyakinan dan merusak keimanan mereka.

Seperti kembalinya Spanyol kepada keyakinan semula (Kristen) setelah berperang melawan orang-orang Islam yang barbar selama beberapa abad. Tetapi hasilnya tetap belum memuaskan, dan aku mencatat setiap perdebatan di dalam mu’tamar ini dalam buku catatanku (disaksikan Isa al-Masih di langit).

Baca Juga:  Kocaaaak, Ini Fatwa Lucu Ulama Wahabi: Memakai Jam Tangan Itu Tasyabbuh

Kesulitan yang kami hadapi adalah mencabut akar-akar di timur dan barat bumi. Tetapi manusia diharuskan menaklukkan kesulitan yang ada betapun kadar kesulitannya.

Sesungguhnya ajaran Kristen tidak turun kecuali agar menyebar, dan kami sudah berjanji dengan al-Masih sendiri. Adapun (Nabi) Muhammad SAW akan mengalami kondisi kemunduran di timur dan barat. Akhirnya ia akan terpalingkan dan pengikutnya musnah bersamanya.

Kami meyakini bahwa suatu saat akan terbalik dan para pengikut Muhammad akan jatuh sedangkan negeri pengikut Isa al-Masih akan terangkat. Karena itu sekaranglah waktunya untuk membalas dan mengembalikan apa saja yang sudah hilang selama berabad-abad. Ialah pemerintah kontemporer yang kokoh yakni Britania Raya yang pada gilirannya akan berkuasa.

Nantikan kisah selanjutnya di bagian 5

Besambung…

Sebelumnya … Mr. Hempher dan Pengaruhnya pada Muhammad bin Abdul Wahab (Bag 3)

Leave a Reply

Your email address will not be published.