Perbedaan Pesantren Salaf dan Salafi Wahabi, Hati-hati Jangan Salah Pilih!

Perbedaan Pesantren Salaf dan Salafi

Pecihitam.org – Pesantren adalah lembaga pendidikan agama yang sudah identik dan melekat bagi umat Islam di Indonesia. Pesantren juga merupakan lembaga pendidikan warisan para Wali terdahulu sejak pertama kali menyebarkan Islam.

Namun dewasa ini, perlu diwaspadai karena nama lembaga pesantren juga mulai dipakai oleh kelompok salafi wahabi. Mereka biasanya menyebut lembaga pendidikannya dengan nama pesantren salafi.

Hal ini penting dicermati agar jangan sampai tertukar yang mana pesantren salaf yang memang berhaluan Ahlussunah Waljamaah dan pesantren salafi yang berhaluan salafi-wahabi. Lantas apa perbedaannya?

Pesantren Salaf

Pesanten Salaf adalah bentuk asli dari lembaga pesantren. Secara sederhana definisi pesantren salaf adalah lembaga pendidikan yang menganut sistem tradisional di mana di dalamnya hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama dan sama sekali tidak mengajarkan ilmu umum. Keunikan pesantren salaf adalah lebih menekankan pada kemampuan penguasaan kitab kuning pada santrinya.

Sejak pertama kali didirikan oleh Wali Songo, format pendidikan pesantren memang bersistem salaf. Kata salaf berasal dari bahasa Arab السلف. Dari akar kata yang sama Ada beberapa makna dari kata ‘salaf’ yang berbeda-beda. Harap dibedakan antara pesantren salaf sebagai sebuah sistem pendidikan dengan aliran salafi wahabi.

Kata Salaf dalam Istilah Pesantren

Secara literal, kata salaf dalam istilah pesantren bermakna kuno, klasik dan tradisional. Sedangkan secara terminologi, pesantren salaf adalah sebuah lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu-ilmu agama saja kepada para santri. Atau, jika ada ilmu umum, maka itu diajarkan dalam porsi yang sangat sedikit.

Umumnya, dalam pesantren salaf ilmu agama yang diajarkan meliputi Al-Quran, hadits, fikih, akidah, akhlak, sejarah Islam, faraidh (ilmu waris Islam), ilmu falak, ilmu hisab, dan lain-lain. Semua materi pelajaran yang dikaji memakai buku berbahasa Arab yang umum disebut dengan kitab kuning, kitab gundul, kitab klasik atau kitab turots.

Metode Belajar Mengajar Pesantren Salaf

Metode belajar mengajar di pesantren salaf terbagi menjadi dua yaitu metode sorogan wetonan dan metode klasikal.

Metode sorogan merupakan sistem belajar mengajar di mana santri membaca kitab yang dikaji di depan ustadz atau kiai. Sedangkan sistem wethon adalah kiai membaca kitab yang dikaji sedang santri menyimak, mendengarkan dan memberi makna pada kitab tersebut.

Metode sorogan dan wethonan merupakan metode klasik dan paling tradisional yang ada sejak pertama kali lembaga pesantren didirikan dan masih tetap eksis dipakai hingga saat ini.

Baca Juga:  Setelah UU Pesantren Disahkan, PBNU Dorong Diterbitkannya Peraturan Pemerintah

Adapun metode klasikal adalah metode sistem kelas yang tidak berbeda dengan sistem modern. Hanya saja bidang studi yang diajarkan mayoritas adalah keilmuan agama.

Ciri Khas Kultural dan Administratif

Ciri khas kultural yang terdapat dalam pesantren salaf antara lain:

  1. Santri lebih hormat dan santun kepada kiai, guru dan seniornya.
  2. Santri senior tidak melakukan tindak kekerasan pada juniornya. Hukuman atau sanksi yang dilakukan biasanya bersifat non-fisikal seperti dihukum mengaji atau menyapu atau mengepel, dll.
  3. Dalam keseharian cenderung memakai sarung.
  4. Berafiliasi kultural ke Nahdlatul Ulama (NU) dengan ciri khas seperti fiqih bermadzhab Syafi’i, akidah tauhid Asy’ariyah-Maturidiyah, tarawih 20 rakaat plus 3 rokaat witir pada bulan Ramadan, baca qunut pada shalat Subuh, membaca tahlil pada tiap malam Jum’at, peringatan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj.
  5. Sistem penerimaan tanpa seleksi. Setiap santri yang masuk langsung diterima. Sedangkan penempatan kelas sesuai dengan kemampuan dasar ilmu agama yang dimiliki sebelumnya.
  6. Biaya masuk pesantren salaf umumnya jauh lebih murah.
  7. Infrastruktur lebih sederhana.

Kualitas Keilmuan

Santri pesantren salaf memiliki kualitas keilmuan yang berbeda dengan santri pondok modern antara lain sebagai berikut:

  1. Menguasai kitab kuning atau literatur klasik Islam dalam bahasa Arab dalam berbagai disiplin ilmu agama.
  2. Menguasai ilmu gramatika bahasa Arab atau Nahwu, Sharaf, Balaghah (maany, bayan, badi’), dan mantiq secara mendalam karena ilmu-ilmu tersebut dipelajari serius dan menempati porsi cukup besar dalam kurikulum pesantren salaf di samping fiqih madzhab Syafi’i.
  3. Dalam memahami kitab bahasa Arab santri salaf memakai sistem makna gandul dan makna terjemahan bebas sekaligus.

Daftar Pesantren Salaf Murni

Yang dimaksud pesantren salaf murni adalah pesantren yang kurikulumnya hanya mengajarkan bidang studi ilmu agama saja baik melalui sistem madrasah diniyah maupun pengajian sorogan, wetonan dan bandongan.

Di pesantren salaf murni tidak ada pendidikan formalnya. Santri juga tidak boleh sekolah formal di luar pesantren. Namun boleh mengikuti program WAJAR DIKDAS (Wajib Belajar Pendidikan Dasar) sistem Paket A (setara SD/MI), Paket B (setara SLTP) dan Paket C (setara SLTA).

Pesantren salaf murni, disebut juga dengan salafiyah, memang bertujuan untuk mencetak ulama ahli agama. Saat ini, pesantren salaf murni tidak banyak. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Ponpes Lirboyo Kediri, Jatim
  2. Ponpes Sidogiri Pasuruan, Jatim
  3. Ponpes Langitan Tuban, Jatim
  4. Ponpes Ploso, Kediri
  5. PP Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jateng.
  6. PP MIS, Sarang, Rembang.
  7. PP MUS, Sarang, Rembang.
  8. Pesantren Cidahu, Pandeglang, Banten
  9. Pesantren Putri Salafiyah, Bangil, Jatim
  10. API Tegalrejo Magelang

Daftar Pesantren Kombinasi Salaf-Modern

Saat ini, memang pesantren yang dulunya salaf murni sudah mulai banyak beradaptasi dan mengkombinasikannya dengan sistem modern dalam arti ada pendidikan formal dan sistem pembelajaran bahasa Arab atau Inggris aktif di samping pendidikan kitab kuning.

Pesantren kombinasi ini tetap mempertahankan sistem salafnya yakni kemampuan membaca kitab kuning dengan sedikit memasukkan kurikulum pesantren modern sebagai tambahan.

Baca Juga:  Tips Memilih Pesantren yang Baik untuk Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Berikut beberapa pesantren kombinasi salaf-modern:

  1. Pesantren Krapyak, Yogyakarta
  2. Pesantren Al-Khoirot Malang, Jatim
  3. Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jatim
  4. Pesantren Bata-bata Pamekasan, Madura
  5. Pesantren Salafiyah Sukorejo, Situbondo
  6. Pesantren Buntet, Cirebon
  7. Pesantren Purba, Sumatera Utara
  8. Pesantren Al-Khairaat, Sulawesi.

Pesantren Modern

Pesantren modern adalah lembaga pendidikan yang mengadopsi dari sistem pendidikan modern dan materi yang dipelajari merupakan kombinasi antara ilmu agama dan ilmu umum. Ciri khas pesantren modern adalah penekanannya pada kemampuan berbahasa asing secara lisan.

Pondok Modern disebut juga dengan pesantren kholaf (modern) sebagai akronim dari salaf atau ashriyah. Sistem ini dipopulerkan pertama kali oleh Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang kemudian banyak diduplikasi di pesantren lain yang memakai label modern. .

Metode Belajar Mengajar

  1. Umumnya memakai ssitem klasikal.
  2. Ilmu umum dan agama sama-sama dipelajari.
  3. Penekanan pada bahasa asing Arab dan Inggris percakapan.
  4. Penguasaan kitab kuning kurang.
  5. Sebagian memakai kurikulum sendiri. Sedangkan sebagian yang lain memakai kurikulum pemerintah.

Ciri Khas Kultural dan Administratif

  1. Lebih disiplin dan lebih agresif.
  2. Santri senior biasanya mendominasi. Bahkan tidak jarang kekerasan menjadi budaya dalam memberi sanksi pada santri junior.
  3. Sopan santun agak kurang (setidaknya menurut standar pesantren salaf).
  4. Pendaftaran dengan sistem seleksi sehingga tidak semua calon santri diterima.
  5. Biaya masuk umumnya lebih tinggi dari pesantren salaf.
  6. Ada daftar ulang setiap tahun layaknya sistem administrasi di sekolah.

Kualitas Keilmuan

  1. Biasanya pintar berbahasa Arab dalam percakapan, namun kurang dalam kemampuan penguasaan literatur kitab kuning.
  2. Kemampuan membaca kitab gundul kurang.
  3. Kemampuan memahami Al-Quran dan tafsirnya kurang.
  4. Kemampuan dan pengetahuan tentang hadis dan ilmu hadis kurang.
  5. Kemampuan dalam ilmu fikih dan ushul fiqih sangat kurang.
  6. Kemampuan ilmu gramatika Bahasa Arab seperti Nahwu, sharaf, balaghah, mantiq, kurang.

Pesantren Salafi Wahabi

Sebagaimana diatas sudah dijelaskan bagaimana pendidikan persantren salaf murni agar tidak keliru dengan pesantren salafi. Untuk membedakannya, ciri khas yang paling mudah diketahui dari pesantren salafi-wahabi adalah:

  1. Tidak ada qunut saat shalat subuh.
  2. Tidak ada tahlilan pada malam Jumat.
  3. Tidak ada materi pelajaran tasawuf dan tauhid Asy’riyah.

Istilah Salafi ada dua macam. Pertama, Salafi sebagai sinonim dari salaf atau salafiyah. Sebagian pesantren NU juga memakai istilah Salafi. Kedua, salafi sebagai gerakan yang dikampanyekan oleh kelompok Wahabi.

Pesantren Salafi dengan makna kedua ini berbeda jauh dengan pesantren salaf (tanpa ‘i’) atau salafiyah. Keduanya berbeda jauh bagaikan langit dan bumi.

Pesantren Salafi-Wahabi adalah pesantren yang akidahnya menganut idelogi Wahabi Arab Saudi yang radikal. Namun mereka lebih suka menyebut dirinya dengan Pesantren Salafi, bukan Pesantren Wahabi atau Pesantren Salafi Wahabi.

Itulah sebabnya banyak kalangan muslim NU (Nahdlatul Ulama) yang terkecoh jika tidak berhati-hati dan merasa tertipu ketika masuk pesantren Salafi yang dikira berfaham salaf atau salafiyah tapi ternyata berfaham Wahabi.

Baca Juga:  Pesantren dan Kitab Kuning: Dua Azimat NU Sesungguhnya

Aqidah dan Ciri Khas Pesantren Salafi Wahabi

Akidah pesantren Salafi sama dengan akidah gerakan Wahabi itu sendiri yang ciri khasnya sebagai berikut:

  1. Doktrin tauhid mengikuti Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri Wahabi yang mengambil inspirasi dari Ibnu Taimiyah. Salah satu ciri khasnya adalah pembagian tauhid menjadi tiga yakni tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid al-asma was shifat.
  2. Dalam bidang fikih umumnya merujuk pada madzhab Hanbali. Yang salah satu ciri khasnya yang menonjol adalah tidak ada qunut waktu shalat subuh, dan tidak najisnya kotoran hewan. Walaupun dalam bidang tertentu seperti soal talak dan tawasul mereka berbeda pendapat dengan mazhab Hanbali.
  3. Dalam persoalan hukum baru, mereka merujuk pada pandangan ulama fikih kontemporer mereka yaitu Abdullah bin Baz, Ibnu Utsaimin, Al-Bani (dalam soal hadits), Al-Fauzan, dan lain-lain. Banyak dari ulama utama Wahabi ini yang cenderung bermazhab Zhahiri, yaitu mazhab yang tidak mengakui adanya qiyas sebagai salah satu sumber hukum Islam.
  4. Dalam bidang tauhid, mereka mengikuti doktrin Ibnu Taimiyah yang dikenal sebagai kaum mujassimah (menganggap Allah itu punya fisik dan bertempat tinggal seperti makhluk). Padahal menurut ulama Ahlussunnah Wal Jamaah pandangan mujassimah adalah sesat.
  5. Menyebarkan ajaran yang mereka klaim sebagai “kemurnian Islam” seperti era Salafus Sholeh dan mengkritik keras praktik umat Islam yang dianggap tidak murni dengan label bid’ah, syirik, kufur. Suatu klaim yang tidak berdasar. Yang benar adalah ajaran mereka bukan meniru Salafussoleh, namun meniru Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahab.
  6. Praktik yang dianggap bid’ah dan syirik oleh Wahabi antara lain tahlil, ziarah kubur, peringatan Maulid Nabi, peringatan Isra’ Mi’raj, peringatan 1 Muharam, dll.
  7. Menolak kritik dari luar dan suka menyebut pengkritiknya sebagai Syiah Rafidhah atau konspirasi Zionisme Yahudi atau Freemason.
  8. Ada dua tipe Salafi Wahabi yaitu Wahabi Arab Saudi dan Wahabi Yaman. Wahabi Arab Saudi cenderung pro pemerintah yang berkuasa sedang Wahabi Yaman cenderung anti-pemerintah dan lebih radikal. Kelompok teroris banyak berasal dari didikan Salafi Yaman ini di bawah pimpinan Muqbil Al-Wadi’iy. Sementara, Wahabi pro Arab Saudi bersikap sebagai simpatisan terhadap Wahabi Yaman.

Sistem dan Metode Pendidikan Pesantren Salafi

Sistem pendidikan yang dianut pada pesantren Salafi umumnya sistem modern dalam arti mereka memberlakukan pendidikan formal dari Playgroup, TK, SDIT hingga perguruan tinggi. Walaupun ada juga program Tahfidz Al-Quran di sebagian pesantren salafi seperti Al-Bukhori Solo.

Daftar Pesantren Salafi Wahabi

Dewasa ini banyak sekali pesantren salafi wahabi tumbuh dimana-mana bak jamur dimusim hujan. Untuk itu bagi umat muslim penganut paham Ahlussunnah Waljamaah supaya lebih berhati-hati jika hendak masuk ke pesantren. Perhatikan terlebih dahulu agar tidak salah paham dan terjebak paham yang salah. Untuk daftar pesantren wahabi dapat dilihat disini.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG