Peristiwa Fathu Makkah: Pembebasan Kota Makkah oleh Kaum Muslimin

peristiwa fathu makkah

Pecihitam.org – Peristiwa Fathu Makkah artinya pembukaan kota Makkah atau pembebasan kota Makkah, yang terjadi pada bulan Ramadhan tahun 8 H atau bertepatan pada bulan Januari 630 M. Terjadinya peristiwa Fathu Makkah di sebabkan kaum kafir Quraisy yang mengingkari isi perjanjian Hudaibiyah, yaitu dengan ikut membantu Bani Bakr menyerang bani Khuza’ah yang bersekutu dengan kaum muslimin.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kemudian bani Khuza’ah mengutus Amr bin Salim untuk menghadap Rasulullah Saw untuk meminta bantuan. Yang akhirnya Rasulullah Saw pun menyampaikan kepada kaum muslimin untuk menaklukan kota Makkah. Dan menyampaikan pesan kepada kaum kafir Qurays, berisi tiga hal berikut :

  • Kaum kafir Qurays membayar diat (denda)
  • Kaum kafir Qurays memutuskan persekutuan dengan Bani Bakr
  • Kaum kafir Qurays menyatakan Perjanjian Hudaibiyah tidak berlaku lagi. Hal ini berarti kaum muslimin akan menyerang Makkah.

Kaum kafir Quraisy pun menyadari kesalahannya, dan kemudian mengirim Abu Sofyan ke Madinah untuk memperbaharui perjanjian dengan pihak Muslimin. Namun usaha ini gagal.

Akhirnya Rasulullah bersama 10.000 pasukannya yang terdiri dari kaum Muhajirin, Anshar, Bani Aslam, Bani Mazinah, Bani Jahinah, Bani Gaffan dan suku-suku lainnya, berangkat ke Makkah untuk menaklukaan kota tersebut. Rasulullah Saw pun memulai gerakan besarnya ini tanpa ada seorang pun yang tau pasti tujuan dari Rasulullah Saw, selain beberapa orang kepercayaannya saja.

Baca Juga:  Sejarah Masuknya Islam di Kerajaan Gowa Tallo Sulawesi Selatan

Tujuan dari Fathul Makkah adalah :

  • Untuk mengembalikan kota Makkah sebagai kota suci dan tanah yang di haramkan untuk menumpahkan darah.
  • Membersihkan Kakbah dari kemusyikan, berhala dan patung.
  • Memberi pelajaran bagi kaum kafir Qurays.

Waktu itu bertepatan pada tanggal 10 Ramadhan, dan Rasulullah Saw beserta pengikutnya pun sedang berpuasa sehingga ketika di tengah jalan Raulullah Saw menyuruh pengikutnya untuk berbuka agar tetap memiliki kekuatan ketika menghadapi musuh.

Sesampainya di Murrur Zahran, Rasulullah Saw di hadang oleh Abu Sofyan yang akhirnya masuk Islam. Setelah sampai di Zu Tuwa, Rasulullah Saw membagi pasukan menjadi 4 bagian, yaitu :

  • Khalid bin Walid memimpin pasukan sayap kanan yang masuk dari bagian hilir
  • Zubair bin Awwam memimpin pasukan sayap kiri yang masuk dari arah utara
  • Sa’ad bin Ubadah memimpin pasukan yang datang dari arah barat.
  • Abu Ubaidah bin Jarrah dan Rasulullah saw memimpin pasukan yang datang dari arah hulu (bukit Hind).

Pada saat memasuki kota Makkah kaum muslimin belum mendapatkan perlawanan yang berarti, kecuali pasukan Khalid bin Walid yang mendapat serangan dari Ikrimah bin Abu Jahal. Kemudian ketika pasukan islam telah sampai di pinggiran kota Makkah, Rasulullah Saw pun memerintahkan untuk menyalakan api di atas gunung dan bukit-bukit sekitar Makkah dari arah Madinah, dengan tujuan untuk menciptakan rasa takut pada penduduk Makkah.

Baca Juga:  Ternyata Malaikat Inilah yang Menggali Sumur Zam-Zam

Beliau juga meminta agar setiap orang dari tentaranya membawa obor di tangan sehingga akan Nampak sebuah garis memanjang dari api. Rasulullah Saw tidak memerintahkan pasukannya untuk menyerah kecuali jika di serang.

Namun sekitar 10 orang yang mendapat hukuman mati oleh Rasulullah Saw karena telah melakukan banyak pelanggaran berat pada kaum muslimin, mereka adalah, Ikrimah bin Abi Jahal, Hubar bin Aswad, Abdullah bin Abi Sarh, Qais bin Hubabah Al- Kindi, Al Huairits bin Nuqainad, Shofwan bin Umayyah, Washyi bin Harb, Abdullah bin Zab’ari, Harits bin Thalalah, Abdullah bin Khathl.

Demikianlah Rasulullah Saw memasuki kota Makkah dengan penuh kewibawaan, tanpa pertumpahan darah berkat strategi yan telaah beliau susun dengan sebaik-baiknya. Kemudian Rasululllah Saw membebaskan Abu Sofyan untuk menemui tokoh-tokoh Makkah dan memastikan lagi mereka untuk menyerah sepenuhnya dan tidak mengadakan perlawanan menghadapi pasukan muslimin.

Kaum muslimin memasuki kota Makkah sambil mengumandangkan tasbih, tahmid dan takbir. Mereka berkumpul di tengah kota Makkah dan Rasulullah Saw menyuruh Abu Sofyan untuk membaca pengumuman yang isinya adalah,

  • Siapa saja yang memasuki rumah Abu Sofyan berarti aman
  • Siapa saja yang memasuki Masjidil Haram berarti aman,
  • Siapa saja yang memasuki yang menutup rumahnya berarti aman.
Baca Juga:  5 Pencapaian Pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid

Pada hari jum’at tanggal 20 Ramadhan tahun 8 H tersebut, kemudia Rasulullah Saw menuju ke Kakbah untuk melakukan Tawaf bersama para sahabat dan para pengikutnya. Kemudian Rasulullah Saw serta pengikutnya menghancurkan 360 berhala yang berada di Kakbah di sertai dengan membaca Surah Al-Isra ayat 81.

Keesokan harinya, Rasulullah Saw memerintahkan kepada Bilal bin Rabbah untuk mengumandangkan adzan Subuh. Setelah peristiwa Fathu Makkah inilah Islam mulai memancarkan cahaya menerangi seluruh dunia dan semakin berkembang sampai ke berbagai wilayah.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik