Menelusuri Jejak dan Perkembangan Gerakan Wahabisme di Media Sosial

Gerakan Wahabisme di Media Sosial

Pecihitam.org – Kita tentu sudah mengetahui bahwa negara Indonesia adalah negara yang mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia. Hal tersebut tentu menjadi sebuah lahan subur oleh para penggerah Islam baik yang bersifat tradisonal, modern atau fondamental.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Setiap gerakan Islam tentu mempunyai ciri khas masing-masing. Mulai dari bercorak tradisional seperti menjaga tradisi leluhur. Bercorak modern seperti memajukan sistem pendidikan dan rumah sakit. Dan corak Islam yang fondamental seperti meneguhkan konsep syari’at Islam yang berkepemimpinan khilafah.

Perkembangan teknologi dan informasi menjadi salah satu alat penting dalam menyebarkan dakwah dan juga ajaran-ajaran dalam Islam. Seperti kita lihat perkembangan Wahabi di Indonesia yang saat ini lebih genjar mendakwahkan Islam melalui media. Realitas di atas tentu menarik untuk kita kaji. Karena kita ketahui bahwa ajaran Wahabi adalah ajaran selalu menjadi kontroversial di kalangan masyarakat muslim terutama di Indonesia.

Wahabi di dirikan oleh Muhammad ibn ‘Abd Wahhab. Ia dilahirkan di dusun Ujainah (Nejd), daerah Saudi Arabia sebelah timur. Dari ayahnya sebagai kadi, ia memperoleh pengetahuan di bidang fikih dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Kemudian ia merantau ke Hijaz. Di negeri ini Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab memperoleh pengetahuan agama dari ulama-ulama Mekkah dan Madinah.

Baca Juga:  Inilah Kesimpulan Kita Tentang Sekte Salafi Wahabi

Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab dengan gerakannya untuk memurnikan ajaran Islam, khususnya dalam bidang tauhid sebagai ajaran pokok Islam. Ia tidak ingin mengubah ajaran Islam dengan penafsiran baru terhadap wahyu, melainkan membawa misi memberantas unsur-unsur luar dari ajaran Islam, seperti bidah, khufarat, dan takhyul yang masuk ke dalam ajaran Islam. Hal tersebutlah yang menjadi salah satu faktor penolakan gerakan Wahabi di Indonesia.

Selain terjadi penolakan dibeberapa lini, baik oleh masyarakat, ormas atau yang lainnya. KH. Abdurrahman Wahid dalam bukunya yang berjudul “Ilusi Neggara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia”. Beliau menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir sejak munculnya Wahabi di Indonesia, wajah Islam berubah menjadi agresif, beringas, intoleran dan penuh kebencian.

Hal tersebut dikarenakan mereka dinilai masyarakat sebagai Islam radikal atau Islam ekstrim karena Wahabi menyerang, merusak dan memberatas adat kebiasaan masyarakat Indonesia yang telah ada sejak dulu.

Melihat perkembangan gerakan Wahabi yang semakin ekspansif, tidak heran jika kehadiran Wahabi di satu sisi menimbulkan masalah bagi organisasi keagamaan Indonesia yang memandang Wahabi sebagai suatu yang berbahaya bagi pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga:  Albani Bukan Ahli Hadis; Pahami Dulu Syarat Menjadi Muhadits Menurut Para Ulama!

Akhir-akhir ini perkembangan gerakan Wahabi merambah kepada media. Baik dalam media sosial, sperti Youtube, Istagram, Facebook dan juga Website. Sekarang media menjadi salah satu alat untuk mengembangkan ajaran Wahabi.

Gerakan mereka bersifat tertutup dan tidak mau terbuka. Namun di dalam media, mereka sangat genjar mengemborkan ajaran Wahabisme. Banyak tokoh-tokoh yang saat ini aktif di media sosial seperti  Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawwas, Ust. Badrusalam dan Ust. Firanda. Tiga orang tersebut yang hingga saat ini aktif di media sosial baik yang bersifat visual atau tulisan.

Gerakan Wahabi di media telah menjadi ranjau bagi orang-orang yang masih awam. Bagaimana tidak, banyak sekali kasus seseorang yang awalnya berniat mencari ilmu atau berkerja namun setelah ia pulang ke kampung halaman, justru berubah dan selalu melarang keluarga, tetangga dan juga temen-temennya untuk tidak melakukan tradisi Islam yang telah ada sejak dulu.

Baca Juga:  Rafidhi dan Nashibi Saudara Kembar Sekte Islam yang Salah Jalan

Hal tersebut menjadi penting untuk diwaspadai, karena jika kita terlena dan terpengaruh dengan ajaranya maka tidak menutup kemungkinan semua kegiatan Islam yang bersinggungan dengan tradisi dan adat istiadat akan dengan mudah disalahkan.

Dengan demikian, perkembangan gerakan Wahabi di media baik di Yotube, Facebook, Istagram dan Website harus di saring kembali. Karena jika kita menerima saja tanpa adanya filterisasi maka kita akan dengan mudah dan menuduh orang lain salah dan hanya menganggap ajarannyalah yang telah sesuai dengan tuntunan nabi Muhammad saw.

M. Dani Habibi, M. Ag