6 Persamaan Wahabi Salafi dan Khawarij, No 4 Sudah Jadi Langganan

Persamaan Wahabi Salafi dan Khawarij

Pecihitam.org – Wahabi Salafi adalah salah satu aliran yang selalu membuat kisruh. Dalam sejarah perkembangannya paham yang dibawa kelompok ini punya banyak kemiripan dengan khawarij, salah satu golongan yang keluar dari barisan umat Islam pada zaman Ali bin Abi Thalib. Lantas apa saja persamaan keduanya? Berikut ulasan lengkapnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Tidak semua kelompok Wahabi rela jika disebut Wahabi, walaupun mereka semua sepakat untuk menjadikan Muhammad bin Abdul Wahab sebagai tempat rujukan dan pemimpin.

Hanya beberapa gelintir orang Wahabi saja yang rela jika dirinya disebut sebagai Wahabi. Mungkin karena sebutan Wahabi memiliki konotasi negatif. Itu sebabnya kebanyakan mereka lebih suka untuk disebut sebagai kelompok Salafi agar terhindar dari sebutan negatif tadi dan supaya mendapat tempat dari golongan Ahlussunah wal Jamaah.

Padahal ajaran dan prilaku mereka sama sekali tidak mencerminkan ajaran dan keyakinan para Salafussaleh sebagai pendiri Ahlusunah. Sebab ajaran dan prilaku kaum Wahabi lebih cocok dan sangat mirip dengan kaum Khawarij yang telah dikutuk dalam lembaran sejarah kaum muslimin.

Dan terbukti pada kenyataannya, banyak orang telah menyamakan kaum Wahabi (Salafi) dengan kelompok Khawarij dengan melihat beberapa kesamaan yang ada. Setidaknya ada 6 persamaan keduanya yaitu:

Pertama. Kelompok Khawarij sangat mudah menuduh sesama muslim dengan sebutan kafir, kelompok Wahabi pun mirip, karena mudah menuduh seorang muslim sebagai pelaku syirik, bid’ah, khurafat dan takhayul yang semua itu adalah ‘kata halus’ dari pengkafiran (Takfir).

Baca Juga:  Beginilah Cara Mereka Membajak Ayat-Ayat Sebagai Klaim Kebenaran

Oleh karena itu, kaum Wahabi juga layak dijuluki dengan sebutan Jama’ah Takfiriyah (kelompok pengkafiran), yang hoby menyasatkan dan mengkafirkan kelompok muslim lain selain kelompoknya. Wahabi dan Khawarij sama-sama mengklaim hanya ajarannya saja yang paling benar.

Kedua. Kelompok Khawarij telah disifati dengan “Pembantai kaum muslim dan perahmat bagi kaum kafir (non-muslim)”, hal itu sebagaimana yang tercantum dalam hadis Rasulullah Sw:

“Mereka membunuh pemeluk Islam, sedang para penyembah berhala mereka biarkan”. [Lihat: kitab Majmu’ah al-Fatawa karya Ibnu Taimiyah Jilid: 13 halaman: 32].

Dengan fakta sejarah telah membuktikan bahwa kelompok Wahabi pun telah melaksanakan prilaku keji tersebut, terkhusus di awal-awal penyebarannya. Sebagaimana yang tercatat dalam kitab-kitab sejarah berupa pembantaian beberapa kabilah Arab muslim yang menolak ajaran sesat Wahabisme.

Dalam menyebarkan ajaran Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahab dengan dukungan Muhammad bin Saud yang juga mendapat bantuan penuh pasukan kolonialis Inggris yang kafir sehingga akhirnya dapat menaklukkan berbagai wilayah di dataran Arabia. Baca: Keikutsertaan Wahabi dalam Agenda Nasrani Britania Menghapus Mazhab Suni

Ketiga. Kelompok Khawarij memiliki banyak keyakinan yang aneh seperti keyakinan bahwa pelaku dosa besar dihukumi kafir yang darahnya halal. Wahabi pun memiliki hal yang sama, mereka menuduh kaum muslim yang berziarah kubur Rasulullah dengan sebutan syirik, bid’ah, khurafat dan takhayul yang semua itu sama dengan pengkafiran terhadap kelompok-kelompok tadi.

Baca Juga:  Wahabi Mengharamkan Al-Barzanji, Katanya Terlalu Berlebihan Memuji Nabi SAW, Benarkah? (Bag I)

Keempat. Kelompok Khawarij memiliki jiwa Jumud (kaku), mempersulit diri dan mempersempit luang lingkup pemahaman ajaran agama, maka kaum Wahabi pun mempunyai kendala yang sama.

Banyak hal mereka anggap bid’ah dan syirik namun dalam penentuannya merekatidak memiliki dasar yang jelas dan kuat. Bahkan mereka tidak berani untuk mempertanggungjawabkan tuduhannya tersebut dengan berdiskusi terbuka dengan kelompok-kelompok yang mereka tuduh sesat.

Kelima. Kelompok Khawarij telah keluar dari Islam dikarenakan ajaran-ajarannya yang telah menyimpang dari agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Wahabi pun memiliki penyimpangan yang sama sehingga keislaman mereka pun sering diragukan. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari Rasulullah Saw bersabda:

“Beberapa orang akan muncul dari belahan Bumi sebelah timur. Mereka membaca al-Quran, tetapi (bacaan tadi) tidak melebihi batas tenggorokan. Mereka telah keluar dari agama (Islam) sebagaimana terkeluarnya (lepas) anak panah dari busurnya. Tanda-tanda mereka, suka mencukur habis rambut kepala”.[Lihat: kitab Shahih Bukhari, kitab at-Tauhid Bab:57 Hadis ke-7123]

Al-Qistholani dalam mensyarahi hadis tadi mengatakan: “Dari belahan bumi sebelah timur” yaitu dari arah timur kota Madinah semisal daerah Najd. [Lihat: kitab Irsyad as-Saari Jil:15 Hal: 626]

Baca Juga:  Pendapat Para Sahabat, Imam Madzhab dan Para Ulama Atas Aqidah Mujassimah Wahabi (Bag III)

Sedang dalam satu hadis lain disebutkan, dalam menjawab perihal kota an-Najd: “Di sana terdapat berbagai goncangan, dan dari sana pula muncul banyak fitnah”. [Lihat: kitab Musnad Ahmad bin Hanbal jilid: 2 halaman:81 atau jilid: 4 halaman: 5]

Keenam. Khawarij meyakini bahwa “negara muslim” (Daar al-Salam) jika penduduknya banyak melakukan maksiat dan dosa besar maka mereka kategorikan sebagai “negara zona perang” (Daar al-Harb). Karena menurut mereka dengan banyaknya perbuatan maksiat tadi maka berarti penduduk muslim tadi telah keluar dari agama Islam (kafir).

Kelompok Wahabi yang radikal pun meyakini hal yang sama. Hal ini dapat dilihat secara faktual, bagaimana akhir-akhir ini kelompok-kelompok radikal yang berafiliasi dengan Wahabi melakukan aksi teror dan gerakan diberbagai tempat yang tidak jarang kaum muslimin juga yang menjadi korbannya. Wallahu a’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik