PP Muslimat NU Bagikan Daging Kurban Untuk Ratusan Warga Pancoran Jaksel

PP Muslimat NU

Pecihitam.org – Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) membagikan daging kurban untuk ratusan masyarakat Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, di Jalan Raya Pengadegan Timur Raya, Blok Rel Ka Nomor 2, Pancoran, Selasa, 13 Agustus 2019.

Ketua IV PP Muslimat NU Bidang Ekonomi Ny Hj Siti Aniroh mengungkapkan bahwa Idul Adha tahun 1440 H ini, PP Muslimat NU menyembelih 12 ekor sapi dan tujuh ekor kambing.

“Semua daging kurban tersebut dibagikan kepada 3100 orang di dua tempat berbeda, yakni 750 penerima di sekitar Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PP Muslimat NU di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, dan 2350 penerima merupakan masyarakat sekitar kantor PP Muslimat NU di Pancoran, Jakarta Selatan,” kata Hj Siti, dikutip dari situs resmi NU, Selasa, 13 Agustus 2019.

Baca Juga:  Ramai Kekerasan Terhadap Anak, Fatayat NU Beri Solusi

Pihak PP Muslimat NU, kata dia, memberikan kupon kepada mustahik melalui RT/RW masing-masing.

“Iya, kita sendiri kan tidak tahu persisnya siapa saja yang berhak. Demikian juga di Pondok Cabe,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini penting dilakukan setidaknya setiap tahun sekali. Pasalnya, tak sedikit orang yang mampu membeli dan mengonsumsi daging.

“Tidak setiap orang mampu membeli daging. Paling tidak, kita melayani mereka setahun sekali,” katanya.

“Hewan-hewan yang dikurbankan sebagian merupakan patungan dari para pengurus PP Muslimat NU, sebagian lagi titipan orang lain,” sambungnya.

Hewan kurban tersebut, kata Hj Siti, merupakan hasil patungan dari ibu-ibu. Tujuh orang patungan membeli satu sapi.

“Di sini hewan itu patungan ibu-ibu, ada juga dari luar.Tujuh orang beli sapi satu. Itu kan bagian dari kerelaan,” jelasnya.

Baca Juga:  KH. Ahmad Syafii: Jadikan Ibadah Haji Sebagai Jihad untuk Melawan Hawa Nafsu

“Sebab tidak semua harta yang ada dan dimiliki oleh setiap orang, merupakan kepunyaannya secara keseluruhan. “Harta kita bukan hanya milik kita, tetapi ada milik kaum duafa,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *