Puasa Daud: Pengertian dan Cara Pelaksanaannya

Puasa Daud: Pengertian dan Cara Pelaksanaannya

PeciHitam.org – Puasa Daud: Pengertian dan Cara Pelaksanaannya – Apa yang dimaksud dengan puasa Daud? Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud AS dan merupakan puasa yang paling utama dibandingkan dengan puasa sunnah yang lainnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sedang tatacaranya adalah dengan sehari puasa kemudian sehari tidak berpuasa dan seterusnya. Hal ini sebagaimana keterangan yang dapat ditemui dalam hadits berikut ini:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

“Puasa yang paling utama adalah puasanya Nabi Daud AS, ia berpuasa sehari dan berbuka (tidak berpuasa) sehari” (H.R. An-Nasa`i)

Kenapa puasa ini merupakan puasa sunnah yang paling utama? Hal ini dikarenakan puasa seperti ini merupakan puasa yang paling berat untuk dilaksanakan. Seseorang bersua dengan apa yang sudah menjadi disenangi sehari dan kemudian berpisah sehari.

 لِكَوْنِهِ أَشَقَّ عَلَى النَّفْسِ بِمُصَادَفَةِ مَأْلُوفِهَا يَوْمًا وَمُفَارَقَتِهِ يَوْمًا

“Karena puasa daud itu memberatkan jiwa dengan mendapati apa yang disengani jiwa sehari sehari kemudian meninggalkannya sehari pula” (Abdurrauf al-Munawi, at-Taisir bi Syarh al-Jami’ ash-Shaghir, Riyadl-Maktabah al-Imam asy-Syafi’i, cet ke-3, 1408 H/1988 M, juz, 1, hal. 374).

Baca Juga:  Puasa Daud; Hukum dan Keutamaan Menjalankannya

Namun apabila anda tetap melakukan puasa sehari kemudian jeda selama dua hari, terus puasa sehari lanjut jeda sehari, kemudian puasa sehari dan jeda dua hari lagi itu tidak masalah, tetapi bukan termasuk dalam puasa ini. Sebaiknya melakukan puasa sunnah Senin-Kamis saja.

يُكْرَهُ اِفْرَادُ يَوْمِ السَّبْتِ بِالصَّوْمِ فَاِنْ صَامَ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ مَعَهُ لَمْ يُكْرَهْ

“Dimakruhkan menyendirikan puasa pada hari Sabtu, tetapi apabila seseorang pada hari sebelumnya berpuasa atau setelahnya berpuasa maka tidak dimakruhkan,” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Jeddah-Maktabah al-Irsyad, tt, juz, 6, h. 481)

Rasulullah Muhammad saw bersabda:

“Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dimaksud) puasa Daud AS dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku (Abdullah bin Amru radhialahu ‘anhu) berkata sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu.” (HR. Bukhari No: 1840)

“Dari Abdullah bin Amru ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Puasa yang paling afdhal adalah puasa saudaraku Daud, beliau sehari berpuasa dan sehari berbuka.” (HR. Tirmidzi No: 701)

Baca Juga:  Siapa Saja Mahram Kita Dalam Sudut Pandang Islam?

Puasa seperti ini dapat dilakukan sepanjang tahun, selama tidak dilaksanakan pada hari-hari yang memang dilarang untuk berpuasa. Hari-hari yang dilarang untuk berpuasa diantaranya ialah dua hari raya (Idul Firi dan Idul Adha) dan hari Tasrik.

Sedang untuk hari jum’at, tidak terdapat halangan, selama puasanya dilakukan secara berkesinambungan dan tidak dilakukan pada hari Jum’at saja. Sedangkan jika puasa hanya pada hari Jum’at saja, maka hal ini tidak dianjurkan (dilarang).

Puasa dengan tingkat kesulitan seperti puasa ini sebaiknya dilaksanakan jika kita sudah terbiasa berpuasa sunnah hari Senin-Kamis, sehingga tidak ada kesulitan bagi kita untuk melaksanakannya.

Sebagian ulama menyatakan bahwa sebaiknya tidak melaksanakan puasa Senin-Kamis jika sedang melaksanakan puasa Daud (cukup salah satu saja yang dilaksanakan). Pendapat ini yang paling banyak digunakan diberbagai belahan dunia. Namun ada juga beberapa ulama yang menyatakan tidak masalah melaksanakannya juga.

Dengan melakukan puasa ini, diharapkan adanya peningkatan dalam ibadah kita sekaligus bukti cinta kita kepada Allah SWT. Selain itu, puasa seperti yang dicontohkan oleh nabi daud juga mampu membentengi diri dari segala nafsu duniawi yang sering dimiliki oleh manusia. Lebih penting lagi, puasa ini adalah puasa yang dicintai oleh Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

Baca Juga:  Ketika Puasa Daud Bertepatan dengan Hari Jumat, Tetap Shaum atau Bagaimanakah?

“Puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa daud, beliau (Nabi Daud) berpuasa sehari dan tidak puasa sehari (puasa sehari selang seling).” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Al Wajiiz fi Fiqhi Sunnah wal Kitabil ‘Aziiz hal. 201)

Demikian penjelasan singkatnya. Saran kami jangan anda memaksakan diri untuk melakukan puasa daud jika sekiranya akan mengganggu kewajiban-kewajiban lainnya. Dan sebaiknya melakukan puasa sunnah Senin-Kamis saja.

Mohammad Mufid Muwaffaq

Leave a Reply

Your email address will not be published.