Puasa Sebagai Cara Terbaik Untuk Melatih Kesabaran

Puasa Sebagai Cara Terbaik Untuk Melatih Kesabaran

Pecihitam.org- Secara Bahasa puasa memiliki arti mengekang, menahan, dan mengendalikan. Sedang menurut syariat artinya menahan segala sesuatu yang dapat membatalkannya sejak terbitnya matahari yakni pada waktu Subuh hingga terbenamnya matahari, yakni pada waktu Maghrib.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dari definisi di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa puasa merupakan sebuah materi untuk melatih kesabaran pada seseorang yang melakukannya, baik itu jangka pendek (sehari), jangka menengah (sebulan) hingga jangka panjang (seumur hidup). Bagaimana tidak? Makan, minum, bersetubuh merupakan sesuatu yang vital dilakukan manusia.

Hal tersebut bisa dilakukan kapan saja. Namun, pada bulan puasa yang biasa dilakukan umat Islam setahun sekali yakni pada bulan Ramadan, ia harus ditahan kurang lebih 14 jam dalam 29-30 hari ke depan.

Akan tetapi, kesetiaan seseorang melakukan hal ini akan sangat terkontrol karena Allah SWT mengontrolnya secara langsung, baik itu sebuah latihan atau uji kesabaran bagi seseorang tersebut yang mampu menganggu aktivitasnya dalam berpuasa.

Sabar dalam prespektif Islam, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut;

  • Sabar melaksanakan perintah (ash-shabru ‘ala at-tho’ah).
Baca Juga:  Niat Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah

Secara tidak langsung selama berpuasa sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari,  kita dilatih dan diuji untuk tetap mempertahankan puasa kita dari hal-hal yang dapat membatalkannya.

Secara konstan, hal ini terkait dengan melaksanakan perintah Allah SWT, karena kesadaran taat ini muncul ketika pada hari-hari puasa. Seseorang yang mulanya tidak berpuasa menjadi puasa. Seseorang yang mulanya tidak biasa ke Masjid, menjadi sering pergi ke Masjid.

Seseorang yang biasanya jarang membaca Al Quran menjadi sering membaca Al Quran atau mendengarkan lantunan ayat-ayat Al Quran. Seseorang yang jarang bersedekah menjadi sering bersedekah.

Hal-hal baik ini, secara spontan akan dilakukan oleh seseorang. Walaupun hanya sebatas di bulan Ramadan saja, namun pelan-pelan akan menumbuhkan sifat kesetiaan dalam menjalankan perintah Allah SWT, yang diharapkan untuk terus terbawa pada bulan-bulan setelah bulan Ramadan.

  • Sabar menjauhi larangan (ash-shabru ‘ala al-ma’shiyyah)

Seseorang yang berpuasa bisa dipastikan memiliki kepekaan lebih tinggi terkait dengan kemaksiatan. Seringkali kita mendengar ada orang yang berkata:

Baca Juga:  Qadha Puasa Ramadhan Batal Sebab Berhubungan Intim, Adakah Kafaratnya?

“Eh jangan marah! Lagi puasa lo.”, “Eh puasa-puasa kok mengumpat.” dan istilah perkataan yang lainnya.

Hal ini terjadi karena tingginya kesadaran orang yang berpuasa yang secara spontan muncul pikiran untuk menjauhi larangan Allah SWT.

  • Sabar menghadapi musibah (ash-shabru ‘ala al-mushibah)

Sering kali kita menyebut musibah dengan sebutan bencana. Secara harfiyah memang berbeda, namun memiliki kandungan makna yang sama. Adapun bencana psikis lebih berat ketimbang bencana fisik. Dalam berpuasa seseorang mendapatkan latihan dan ujian yang luar biasa.

Karena dalam berpuasa kita dilatih dan duji kesabaran dan itu semua merupakan materi unggul yang tak tertandingi. Berbicara mengenai puasa adalah bentuk dari latihan dan ujian kesabaran, hal ini sebagaimana yang terdapat dalam Hadis Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari no. 5066 :

“Wahai para remaja, barangsiapa di antara kalian yang sanggup menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat memelihara kemaluan dan menahan pandangan. Dan barangsiapa yang tak sanggup, maka hendaklah dia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).”

Baca Juga:  5 Jenis Udzur Puasa Ramadhan Beserta Penjelasan Hukumnya

Bisa kita tarik kesimpulan bahwasanya puasa adalah pengendali nafsu yang sangat ampuh, dan cara melatih kesabaran yang terbaik, termasuk bagi para pemuda yang ingin menikah namun belum memenuhi syarat yang ada. Karena seseorang akan belajar sekaligus mengukur seberapa tebal mental kesabarannya dengan lantaran berpuasa.

Mochamad Ari Irawan