Meski Romantis, Ternyata Rasulullah dan Aisyah Juga Pernah Bertengkar

rasulullah dan aisyah

Pecihitam.org – Saat ini, lagu Aisyah Istri Rasulullah sedang viral. Lirik lagu menceritakan keelokan paras Aisyah r.a dan kebesaran cinta Nabi Muhammad Saw pada istrinya yang cerdas tersebut. Tapi, tahukah kamu? Ternyata Rasulullah Saw dan Aisyah pernah bertengkar lho. Lantas, bagaimana kisahnya?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Lika-liku kehidupan rumah tangga tak bisa diprediksi. Pertengkaran dalam rumah tangga adalah hal yang normal, bahkan hal tersebut juga terjadi pada keluarga Nabi Muhammad Saw. Dalam hadis riwayat Abu Daud, dikisahkan bahwa Nabi Muhammad Saw. juga pernah terlibat pertengkaran dengan istri tercintanya, Aisyah.

Suatu waktu, Abu Bakar mengunjungi rumah Aisyah dan meminta izin padanya untuk menemui Nabi Muhammad Saw. Saat masuk rumah, ia mendengar suara Aisyah meninggi, terdengar seperti seseorang yang marah. Padahal, seorang muslim sangat tidak diperbolehkan mengangkat suaranya di hadapan Rasulullah. Atas peristiwa tersebut, Abu Bakar tak mau tinggal diam.

Melihat perlakuan Aisyah pada Rasulullah Saw., Abu Bakar tampak marah, ia pun bertindak dengan memegang tangan Aisyah dan hendak memukul putrinya itu. Seraya berkata “Mengapa engkau mengeraskan suaramu di hadapan Rasulullah Saw?”

Baca Juga:  Ijtihad Kolektif dan Individual, Dua Cara Mengambil Kesepakatan Hukum dalam Al Quran

Saat itu, Abu Bakar membela Nabi Nabi Muhammad Saw. Tapi, Nabi Muhammad Saw. justru melindungi Aisyah dan membelanya. Sebelum hantaman tangan Abu Bakar yang sudah mengepal mengenai Aisyah, Rasulullah Saw. segera menghalangi sahabatnya, lalu menenangkannya agar tidak terbawa emosi. Abu Bakar pun akhirnya keluar dari rumah Aisyah dalam keadaan marah.

Setelah Abu Bakar telah pergi, Nabi Muhammad Saw. lalu menggoda sang istri. Beliau bertanya pada Aisyah, “Bagaimana pendapatmu ketika aku menyelamatkanmu dari kemarahan ayahmu, Abu Bakar?”

Kejadian itu membuat Abu Bakar berdiam diri di rumahnya selama beberapa hari. Pada hari lainnya, Abu Bakar kembali mendatangi rumah putrinya dan meminta izin untuk menemui Rasulullah Saw. Saat masuk, Abu Bakr mendapati keduanya telah berbaikan. Rasa syukur pun menyelimuti dirinya.

Baca Juga:  Belajar Aqidah Kepada Syeikh Abdul Shomad Al Falimbani

Abu Bakar kemudian berkata, “Sertakanlah aku dalam kedamaian kalian sebagaimana kalian telah menyertakanku dalam kemarahan kalian.” Nabi Muhammad Saw. kemudian menjawab “Kami telah lakukan, kami telah lakukan.” Rasulullah Saw. dan Aisyah pernah bertengkar, tapi rumah tangganya selalu dinaungi kedamaian.

Demikian potret kesabaran Rasulullah Saw. dalam menghadapi lika-liku rumah tangganya. Beliau selalu sabar menghadapi istri-istrinya. Sebagaimana orang-orang lainnya, Aisyah tentu hanyalah manusia biasa yang bisa marah dan merasakan cemburu. Namun, Nabi Muhammad Saw. selalu menghadapinya dengan tenang dan tak pernah membalasnya dengan amarah.

Padahal jika ia mau, Nabi Muhammad Saw. bisa saja membiarkan Abu Bakar memukul Aisyah. Tapi, beliau justru menghalanginya dan membela Aisyah. Bahkan Nabi Muhammad Saw. justru menggoda Aisyah seraya berkata “Bagaimana pendapatmu ketika aku menyelamatkanmu dari kemarahan Abu Bakar?”

Pada saat itu, amarah Aisyah langsung menguap dan hilang. Amarah itupun tergantikan dengan rasa cinta dan sayang yang semakin dalam pada suaminya. Aisyah r.a. pernah berkata, “Rasulullah Saw. tidak pernah memukul pembantunya dan perempuan (istrinya) dan tidak pernah memukul siapa pun dengan tangannya” (HR Ibnu Majah)

Baca Juga:  Keajaiban Shalawat Kepada Nabi Muhammad, Apa Sajakah Itu?

Betapa mulianya Nabi Muhammad Saw. Sebagai umat Islam, kita mesti meneladani beliau. Rasulullah Saw. dan Aisyah pernah bertengkar, dan itu adalah hal yang normal dalam kehidupan berumah tangga. Sebab, Aisyah adalah manusia biasa yang punya perasaan dan kepekaan karena rasa cintanya yang begitu besar pada Nabi Muhammad Saw.

Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam.

Ayu Alfiah