Revolusi Digital, NU Akhirnya Luncurkan Aplikasi Mobile untuk Nahdliyyin

Revolusi Digital, NU Akhirnya Luncurkan Aplikasi Mobile untuk Nahdliyyin

Pecihitam.org – Nahdlatul Ulama (NU) tak mau ketinggalan dengan perkembangan teknologi. Organisasi ini pun meluncurkan aplikasi sebagai bukti revolusi digital. Nahdlatul Ulama (NU) telah mendigitalisasi seluruh layanannya untuk warga nahdliyin seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di Indonesia.

Aplikasi yang dimaksud dinamai NU Mobile, yang didedikasikan sebagai solusi dan pelayanan bagi warga NU. Aplikasi ini juga diharapkan bisa memberi solusi bagi masyarakat melalui satu solusi.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj mengakui, dewasa ini peradaban digital telah menjadi bagian dari gaya hidup umat manusia dan merambah ke seluruh sektor. untuk merespon hal tersebut, PBNU juga telah mengambil peran untuk melakukan revolusi digital dengan memperkenalkan aplikasi mobile, data center, Arab Pegon, mobile halal investigation serta televisi digital NU Channel.

Baca Juga:  Inilah Alasan Kenapa Ulama Masa Lalu Lebih Banyak Berkarya

“Di era digitalisasi ini, semuanya sudah berubah serba digital. Langkah kami ini adalah sebagai wujud untuk mengikuti perkembangan zaman dan memberikan pendidikan melek literasi,” kata Said, pada saat peluncuran aplikasi digital NU di Kantor PBNU di Jakarta, Jumat (17/11) malam.

Dia menjelaskan aplikasi NU mobile tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk melayani seluruh warga nahdliyin agar dapat melakukan apapun hanya dengan satu solusi platform. Sedangkan untuk digitalisasi huruf Arab Pegon, PBNU telah bekerja sama dengan Microsoft agar dapat menghadirkan kitab kuning digital bagi seluruh santri di setiap pondok pesantren.

“Kalau platform mobile halal investigation diharapkan proses laboratorium ‎halal semakin mudah, terjangkau, cepat dan akurat. Kemudian ada juga data center yang kita bangun untuk mewujudkan kedaulatan data dan informasi bagi Indonesia,” ujar Said.

Baca Juga:  Di Gubuk Ini Banyak Lahir Santri Handal Pembaca Kitab Kuning

Said menjelaskan, sebagai upaya mersepon perkembangan zaman, PBNU mengambil peran dalam revolusi digital dengan jalan memberikan pendidikan melek literasi digital pada generasi muda, utamanya bagi nahdliyyin dan masyarakat Indonesia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

“Aplikasi Mobile NU, Televisi NU Channel, Data Center, Arab Pegon dan Mobile Halal Investigation sebagai bentuk dedikasi menjaga PBNU atau Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan juga Undang-undang Dasar 1945,” tegas Said.

Sementara itu, turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berharap digitalisasi yang telah dilakukan oleh ormas Islam terbesar di Indonesia itu dapat mewarnai pertarungan era digital untuk masyarakat. Selain itu, dia juga optimistis PBNU dapat membantu pemerintah dalam meng-counter seluruh konten negatif terutama pornografi yang ada di media sosial saat ini.

Baca Juga:  Sejarawan Yahudi Ini Mengakui Wahabi Adalah Bagian Dari Sekte Mereka

“NU ini luar biasa, ada 90 juta warga nahdliyin. Kalau semua menggunakan aplikasi NU mobile ini, dampak positifnya akan sangat terasa. ‎Saya akan terus mendukung langkah ini karena diharapkan juga dapat meng-counter seluruh konten negatif yang ada di dunia maya,” jelas Rudiantara.

Muhammad Ali

Santri Aswaja An Nahdliyyah at Pecihitam Store
Hanya seorang santri yang ingin mengambil peran dalam menebarkan Nilai-nilai Islam Rahmatan lil Alamin ala Aswaja Annahdliyyah
Muhammad Ali