Ringkasan Sejarah Nabi Isa yang Seyogianya Semua Muslim Tahu

Ringkasan Sejarah Nabi Isa Yang Seyogianya Semua Muslim Tahu

Pecihitam.org- Artikel ini akan membahas mengenai sejarah Nabi Isa dari lahir sampai wafat. Allah Swt telah memberitahukan kepada kita melalui ayat-ayatNya dalam Al Qur’an bahwa Isa a.s adalah seorang hamba Allah yang dilahirkan oleh seorang ibu tanpa memiliki seorang suami.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Akan tetapi Allah memerintah Malaikat Jibril yang menyerupai seorang laki-laki dengan berpakaian putih yang mendekati Maryam binti Imran untuk meniupkan ruh ciptaan Allah ke dalam kantong gamisnya (rahim).

Sebelum malaikat mendekatinya, terlebih dahulu menginformasinya bahwa dia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang nantinya akan diangkat sebagai nabi dan rasul. Allah Swt telah menginformasikan dalam al-Qur’an surat al Maidah ayat 75:

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Artinya: ”Al masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, Kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).”

Kalangan Bani Israil menuduh Maryam telah berbuat zina karena dia telah melahirkan seorang anak laki-laki tidak melalui seorang suami. Akan tetapi keluarga Maryam menerima bayi itu dengan segala senang hati karena mereka tahu betul bahwa Maryam adalah seorang wanita yang sangat taat kepada Allah Swt.

Baca Juga:  Situs Biting, Jejak Kerajaan Islam Tertua di Lumajang Jawa Timur

Maryam adalah wanita yang baik, jujur dan selalu beribadah kepada Allah Swt. Allah selalu menjaganya. Allah telah menurunkan hidangan ke dalam kamarnya sehingga Zakaria yang menjaganya merasa heran darimana hidangan itu datang.

Ketika Maryam melahirkan al Masih di bayah pokok kurma yang kering, tiba-tiba pohon itu goyang dan menjatuhkan buah kurma yang masih mengkal, padahal pohon itu sudah kering. Demikian juga di dekatnya mengalir sungai, padahal di situ tidak ada sungai sebelumnya. Semua kejadian yang luar biasa itu karena mukjizatnya Isa a.s.

Ketika Isa a.s. masih dalam ayunan dia dapat berbicara dengan fasih untuk menjawab pertanyaan Bani Israil kepada ibunya ketika ibunya mengisyaratkan padanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Nabi Isa mengatakan bahwa dia adalah hamba Allah yang kelak akan dijadikan sebagai seorang nabi dan rasul.

Baca Juga:  Sejarah Berdiri hingga Runtuhnya Dinasti Turki Utsmani

Ketika Isa a.s berumur 8 hari dibawa ibunya ke Haikal untuk dikhitan, kemudian menamakannya dengan nama Yasu’. Adapun khitan yang dilakukan sesuai dengan syariat para nabi dan rasul yang dimulai semenjak nabi Ibrahim a.s. Ketika Isa a.s berumur 7 tahun melakukan perdebatan dengan para ulama tentang namus (Malaikat Jibril).

Semua orang merasa ta’ajjub dengan pertanyaan- pertanyaan dan jawabannya. Ketika itu dia tinggal di Madinah Khalil di Desa Nashirah. Pada akhirnya dinisbahkan dengan Nashara.

Manakala umur Isa a.s mencapai 30 tahun turunlah malaikat Jibril kepadanya dengan menurunkan wahwu kepadanya dengan kitab suci Allah Swt yang dinamakan dengan Al-Injil.

Dengan demikian mulailah nabi Isa a.s. berdakwah kepada kelompok Yahudi yang sudah melakukan penyimpangan dari agama yang dibawa nabi Musa kepada Bani Israil. Rupanya dakwah Isa a.s mendapat tantangan yang berat dari mereka, bahkan mereka berusaha untuk membunuhnya dengan berbagai tipudaya, karena mereka menganggap Isa (al-Masih) sangat berbahaya terhadap keyakinan mereka.

Baca Juga:  Majelis Ulama Indonesia dan Tendensi Politik Penguasa Orde Baru

Pada akhirnya mereka menemukan tempat persembunyiannya dengan Al-Hawariyyin. Akan tetapi mereka tidak dapat membunuh nabi Isa a.s karena Allah Swt mengangkatnya ke langit. Bangsa Yahudi menyangka sudah membunuh dan menyalibnya.

Padahal yang mereka bunuh adalah Yahuda Askharyuthi (murid Isa a.s) yang Allah serupakan dia dengan Nabi Isa. Jadi sebenarnya Nabi Isa AS belum wafat hingga saat ini, karena menurut kisah yang dijelaskan di dalam al-Qur’an bahwa Nabi Isa AS ketika akan dibunuh oleh kaumnya, beliau diangkat oleh Allah SWT kelangit dan nantinya akan turun ketika da’jal mulai merusak bumi dan isinya kelak dihari kiamat.  

Mochamad Ari Irawan