Bukan Hanya Saat Mendapat Musibah, Inilah 3 Macam Sifat Sabar yang Harus Dimiliki

Sabar

Pecihitam.org— Di samping syukur, sabar merupakan sikap mahmudah yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Kehidupan yang berjalan dinamis membuat banyak hal di luar perkiraan yang menerpa baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, hingga karier. Di saat roda kehidupan memutar kita pada posisi di bawah, di sinilah bekal kesabaran menjadi perlu kita perkuat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Secara umum, orang memahami sabar sebagai ketabahan dalam menghadapi cobaan, tapi Islam memberikan penjelasan yang lebih komplit tentang hakikat sifat ini.

Dalam Islam, ada tiga macam jenis sabar, sebagaimana mana akan diurai secara rinci satu persatu dalam tulisan ini.

Namun, sebelum masuk pada inti tulisan ini, perlu kiranya saya kemukakan terlebih dahulu tentang pengertian sabar, dalil-dalil dan hal-hal lain terkait sabar.

Pengertian Sabar

Istilah umum yang berlaku tentang sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. 

Sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.

Secara Bahasa

Jika melihat aspek kebahasaannya, sabar berasal dari bahasa Arab, shabara-yashbiru-shabran yang bermakna menahan diri dari keluh kesah.

Secara istilah

Adapun secara istilah adalah menahan diri dari segala kesusahan dan menyikapinya menggunakan akal dan syariat, menjaga lisan dari mengeluh semua anggota tubuh perbuatan yang dilarang oleh Allah.

Dalil Tentang Sabar

Al-Qur’an dan hadis sebagai dua sumber utama ajaran Islam tentu di dalamnya banyak memuat tema-tema tentang kesabaran, baik berkaitan dengan perintah maupun keutamaan bagi orang yang memiliki sifat sabar.

Dalam Al-Quran

Berbicara tentang ayat-ayat yang bertemakan tentang kesabaran di dalam Al-Qur’an, tentu sangat banyak dan bisa kita temukan sebarannya hampir di semua surat di dalam Al-Qur’an. Namun dalam tulisan Ini saya mencukupkan pada dua ayat, yakni di dalam Surat Al-Baqarah ayat 153 dan 155

QS. Al-Baqarah: 153

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk senantiasa memiliki sifat sabar dan menjadikannya serta shalat sebagai penolong dari setiap permasalahan yang dihadapi.

Baca Juga:  Sabar Dalam Islam Menurut al-Quran dan Ahli Tafsir

Selain itu, di dalam ayat ini juga ditegaskan bahwa Allah tidak akan membiarkan orang yang sabar dalam kesendirian. Allah Sesungguhnya menyertai atau selalu bersama orang-orang yang sabar, yakini akan memberikan perhatian pertolongan dan kekasih-Nya.

QS. Al-Baqarah: 155

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar

Ayat berikutnya yang yang mengangkat tema tentang sifat Sabar adalah Surah Al-Baqarah ayat 55. Di sini dan pada dua ayat berikutnya yakni ayat 156 dan 157, Allah menyebutkan setidaknya tiga hal.

Pertama, berbagai macam ujian yang menuntut manusia untuk memiliki sifat sabar. Mulai dari asa takut, kelaparan kehilangan harta anak dan buah-buahan.

Kedua, kemudian Allah memerintahkan orang untuk bersabar dan menyampaikan kabar baik kepada mereka berupa ampunan dan kasih-Nya.

Ketiga, Allah menggambarkan hakikat karakter yang dimiliki oleh orang yang bersabar, yakni ketika ditimpa musibah, kemudian berkata innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Artinya mereka sadar bahwa semua yang dimiliki hakikatnya adalah titipan dari Allah dan pada waktunya akan diambil kembali.

Dalam Hadis

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang hakikat dari kesabaran

إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى

Sesungguhnya sabar adalah pada pukulan pertama. (HR. Bukhari)

Maksud dari hadis di atas, bisa kita telusuri dari Asbabul wurudnya. Waktu itu Nabi sedang lewat di kuburan dan melihat seorang wanita tua yang menangis di atas kuburan. Melihat itu, kemudian Nabi memberikan nasehat dengan berkata, “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah”

Namun wanita tua itu malah menjawab, “Pergi kamu dari sini. Kamu tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan dan kamu belum mengetahuinya”

Sesaat kemudian, ada yang menyampaikan kepada wanita itu bahwa orang yang telah memberikannya wasiat adalah Nabi Muhammad. Mendengar itu, sang wanita kaget, kemudian mendatangi rumah Nabi.

Sesampainya di sana, dia pun meminta maaf dan berkata, “Aku tidak mengetahui bahwa engkaulah yang memberikan nasihat kepadaku. Saat itulah Nabi bersabda, “Sabar adalah pada pukulan pertama”

Maksudnya, ketika awal-awal mendapatkan musibah, disitulah kita dituntut untuk bersabar dan itulah sabar yang paling utama yang disebut dengan shabrun jamil. Karena ketika awal-awal mendapatkan musibah di situlah godaannya yang kuat

Baca Juga:  Yesus dalam Perspektif Al-Quran dan Fakta Penyaliban Nabi Isa AS

Mislanya orang mendapatkan musibah salah satu keluarganya meninggal. Di sini biasanya orang menangis menjerit-jerit bahkan sampai menjambak-rambut. Namun jika orang itu memiliki sifat sabar, maka pada pukulan pertama musibah, ini ia menyadari bahwa ini adalah kehendak Allah. Kemudian dia menyambut musibah dengan mengatakan innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

3 Macam Sabar

Berdasarkan ayat-ayat dengan tema kesabaran di dalam Al-Qur’an, para ulama membagi sabar menjadi tiga macam, yakni sabar menjalankan perintah Allah, sabar menjauhi larangan dan sabar menerima ketentuan takdir-Nya.

Berikut kami jelaskan beserta dalil dan contoh-contohnya:

1. Sabar Menjalankan Perintah Allah

Tentang hal ini, sebagaimana yang Allah SWT dalam Surat Thaha

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah dalam memerintahkannya.” (QS. Thaha ayat 132)

Dalam ayat ini, disebutkan perintah sabar dalam melakukan perintah atau ketaatan, yakni seorang suami harus bersabar dalam memerintahkan istrinya untuk mengerjakan shalat. Memang seperti itulah tugas seorang suami, ia harus bisa memimpin bahtera rumah tangganya dan memerintahkan keluarganya untuk melakukan kebaikan.

Hingga tentang ini, kemudian dipertegas lagi dalam Surat Al-Kahfi

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَه

“Dan bersabarlah kamu terhadap orang-orang yang senantiasa berdoa kepada Rabbnya di waktu pagi dan sore hari dengan mengharap wajah-Nya.” (QS. Al-Kahfi ayat 28)

Surat Al-Kahfi ayat 28 ini merupakan perintah sabar terhadap orang-orang baik, yang senantiasa berdoa dan menyeru di jalan Allah. Karena yang namanya pertemanan, pasti akan dijumpai suatu hal yang tidak menyenangkan. Oleh karenanya, Allah perintahkan bersabar jika menjumpai suatu hal yang tidak menyenangkan dari saudaranya.

2. Sabar Menjauhi Larangan Allah

Maksudnya adalah sekuat dan semampunya, kita harus berusaha menjauhi apa yang dilarang oleh Allah. Sabar semacam inilah Hal yang ada pada diri Nabi Yusuf alaihis salam.

Waktu itu, beliau diajak berbuat serong oleh istri majikannya di tempat yang sudah aman lagi tertutup rapat, sehingga tidak mungkin ada orang yang tahu.

Ditambah istri sang majikan juga memiliki kekuasaan dan temasuk seorang wanita yang cantik menggoda. Akan tetapi, Nabi Yusuf lebih memilih bersabar dalam menjahi kemaksiatan sehingga ia pun rela dipenjara. Sebagiamana yang Allah ceritakan dalam firman-Nya

قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

“Yusuf berkata: ‘Wahai Rabbku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika Engkau tidak hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh’.” (QS. Yusuf ayat 33)

Baca Juga:  Niat Puasa Arafah, Waktu Pelaksanaan dan Keutamaannya

3. Sabar Menerima Takdir Allah

Sabar jenis yang ketiga inilah yang biasanya dupahami orang pada umumny. Sabar jenis yang ketiga adalah dalam menerima musibah yang Allah berikan, seperti kematian, kemiskinan ataupun musibah-musibah lainnya.

Allah SWT berfirman

فَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ

“Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu.” (QS. Al-Insan ayat 24)

Takdir adalah sebuah ketetapan Allah, dari takdir yang baik sampai takdir yang buruk, seorang muslim wajib menerimanya. Dia tidak boleh protes dengan takdir yang telah Allah tetapkan untuknya. Karena setiap takdir yang Allah tetapkan, pasti ada hikmahnya.

Ketika seorang muslim tertimpa takdir yang buruk semisal musibah sakit atau kematian, ingatlah bahwa para Rasul memiliki cobaan yang jauh lebih berat dibanding kita semua. Oleh karena itu Allah perintahkan kita untuk meniru para rasul Ulul Azmi dalam hal bersabar.

llah SWT berfirman

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran para rasul yang memiliki keteguhan hati, dan janganlah engkau meminta agar (adzab) disegerakan untuk mereka.” (QS. Al-Ahqaf ayat 35)

Balasan bagi Orang yang Bersabar

Sungguh istimewa balasan yang Allah berikan kepada orang-orang yang bersabar. Mereka akan mendapatkan ampunan dan rahmat (kasih sayang) serta petunjuk dari Allah.

Allah SWT berfirman


اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ

Mereka (orang-orang yang bersabar) itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah ayat 157)

Bahkan di dalam Surat Az-Zumar, Allah menjanjikan akan balasan tak terhingga bagi mereka yang memiliki kesabaran.

اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas. (QS. Az-Zumar ayat 10)

Setelah membaca uraian tentang sifat sabar ini, mulai dari pengertian, dalil serta balasan yang disediakan Allah bagi mereka sudah sepatutnya kita menjadi pribadi yang sabar. Sabar menempa diri dan mendidik keluarga untuk senantiasa taat kepada Allah. Sabar menahan godaan untuk berbuat yang dilarang Allah. Dan sabar menghadapi setiap musibah dan cobaan, karena di dalamnya terdapat hikmah dan sebagai media untuk meningkatkan derajat di sisi Allah. Wallahu a’lam bisshawab!

Faisol Abdurrahman