Salahudin Al-Ayyubi; Jenderal Perang dari Kerajaan Seljuk

Salahudin Al-Ayyubi; Jenderal Perang dari Kerajaan Seljuk

PeciHitam.org – Salahudin Al-Ayubi digambarkan sebagai panglima perang hebat dan banyak memenangkan peperangan untuk Islam. Beliau mulanya adalah hanya seorang anak penguasa lokal dari kerajaan Seljuk.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ayah beliau bernama Najmudin Ayub berasal dari daerah Turki dekat Danau Van (Van Golu), danau Air asin terbesar di Turki saat ini. Ayah Salahudin bermigrasi ke Kota Tikrit (daerah Irak) dengan adik beliau yang bernama Asadudin Syirkuh, yang akan kemudian membawa Salahudin kedalam medan perang.

Perawakan Salahudin, yang bernama Asli Yusuf bin Najmudin al-Ayubi, kurus ringkih dan berkulit cerah dengan wajah tidak garang. Salahudin berasal dari suku Kurdi yang terkenal dengan suku Nomad.

Awal mula persentuhan Salahudin dengan peperangan ketika dia dititahkan untuk mengantar pamannya, Asadudin Syirkuh, membawa pasukan dari Damaskus (Suriah) ke Mesir di utara benua Afrika untuk membebaskan dari serangan pasukan Kristen.

Keadaan berbalik dan menciutkan nyali Salahudin, akibat kematian pamannya dengan mendadak. Walaupun Mesir sudah dikuasai, akan tetapi siapa pengganti yang pantas dalam rangka mempertahankan Mesir dari serangan Fanatis Kristen.

Baca Juga:  Kisah Zahid ra. Rela Gagal Nikah dan Mati Syahid Demi Allah dan Rasul-Nya

Beberapa pemimpin Lokal/ amir kerajaan Seljuk lebih berpotensi untuk mengisi kekosongan komando dalam pasukan perang ini. Akan tetapi tampuk pimpinan akhirnya jatuh ke tangan Yusuf bin Najmudin.

Alasannya karena dia lebih bersahabat dan dianggap paling lemah dan tidak berpotensi memberontak. Pemilihan Salahudin ini menjadikan dia sebagai pemimpin pasukan dan memimpin Mesir.

Akan tetapi siapa sangka, sosok yang dikira lemah dan terlalu lembek ini malah menjelma jadi sosok yang kuat dan berpengaruh diantara pasukan Muslim bahkan sampai ditakuti oleh para musuh Islam.

Misi selanjutnya adalah menaklukan Al-Quds yang berada di bawah Kerajaan Yerusalem. Raja berkuasa di Yerusalem adalah Raja Baldwin (Baudouin) IV, terkenal dengan nama Raja Kusta/ Lepra.

Ketika itu Salahudin berkata “Ketika Tuhan memberiku negeri Mesir, aku yakin bahwa Dia juga bermaksud memberiku tanah Palestina,”. Kata-kata tersebut terucap dari mulut Yusuf dalam pelantikannya sebagai Wazir.

Nama Salahudin Al-Ayyubi memang kental dengan kisah perang Salib. Perang menahun dan tidak berkesudahan antar Kaum Muslim dan kaum Kristen, berawal dari Tahun 16 H.

Baca Juga:  Kisah Hatib Ibnu Balta'ah Seorang Sahabat Nabi yang Berkhianat

Kampanye penaklukan kota Yerusalem yang memiliki benteng kota yang kuat dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Salahudin pada mulanya menjalin perjanjian damai dengan Raja Baldwin IV yang terkenal bijaksana dan tidak menginginkan adanya pertumpahan darah antar keduanya.

Perjanjian damai tersebut kandas dengan adanya pelanggaran orang kaum Kristen ditandai oleh penyerangan kafilah dagang Muslim dekat benteng Akkra (Kerak) oleh Count Rheinald de Chatillon. Kafilah dibunuh dan dirampas harta dagangan mereka.

Atas provokasi ini, akhirnya pecah peperangan antar pasukan Islam dan Kristen. Dilain pihak, pergantian kekuasaan dari Baldwin IV ke Baldwin V menjadikan kerajaan Yerusalem kurang stabil. Terlebih kekuasaan Baldwin V hanya berlangsung singkat dilanjutkan oleh Raja Guy de Lusignan, seorang penganut Kristen Fanatik.

Perang berkesudahan dengan tertangkapnya Raja Guy de Lusignan pada pertempuran Hattin/ Hittin pada tanggal 4 Juli 1187. Kemudian Salahudin menuju Kota Yerusalem dan mendapatkan perlawanan seadaanya dari sisa-sisa pasukan Salib serta warga sipil.

Baca Juga:  Abu Nawas Mengajar Keledai Mengaji Al-Qur’an

Kejadian berkesan dari peperangan Salib ini adalah ketika Salahudin mengirimkan dokter dan perawat pribadi untuk mengobati sakit Kusta Raja Baldwin IV setelah pertempuran di Akkra.

Reputasi Salahudin Al-Ayyubi yang kesohor menjadikan beliau mendirikan Kerajaan sendiri di Mesir dengan nama Dinasti Ayyubiyah lepas dari kekuasaan Seljuk di Damaskus.

Mohammad Mufid Muwaffaq