Tahukah Anda? Ternyata Semua Nabi Pernah Melakukan Ibadah Haji

Semua Nabi Pernah Melakukan Ibadah Haji

Pecihitam.org – Haji bukan hanya ibadah yang khusus diwajibkan bagi umat Nabi Muhammad. Tetapi haji merupakan syariat yang berlaku sejak para nabi terdahulu. Bahkan semua nabi pernah melakukan ibadah haji ke tanah suci.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ya, semua nabi memang pernah melakukan ibadah haji. Hanya saja, ada pendapat dari Urwah bin Zubair yang menyatakan bahwa ada dua nabi yang belum sempat melakukan haji, yaitu Nabi Hud dan Nabi Shaleh.

Menurut Urwah bin Zubair, kedua nabi ini tidak sempat melakukan ibadah haji karena sibuk melakukan dakwah kepada umatnya. Namun pendapat ini kemudian ditolak oleh beberapa ulama dengan dalil sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan risalah Hasan bin Ali.

Penjelasan tentang ini, salah satunya bisa ditemukan dalam kitab Hasyiyah Al-Jamal Juz II halaman 370, karya Syaikh Sulaiman bin Umar Al-Jamal sebagai berikut:

وَهُوَ مِنْ الشَّرَائِعِ الْقَدِيمَةِ إلَّا بِهَذِهِ الْكَيْفِيَّةِ فَهُوَ مِنْ خَصَائِصِ هَذِهِ الْأُمَّةِ بَلْ وَرَدَ أَنَّ «مَا مِنْ نَبِيٍّ إلَّا وَحَجَّ الْبَيْتَ» حَتَّى عِيسَى

Haji adalah termasuk syariat umat terdahulu kecuali dengan cara yang seperti ini, maka ini adalah bagian dari yang dikhususkan pada umat ini. Bahkan terdapat suatu hadis yang menjelaskan bahwa “tidak ada seorang nabi pun kecuali pernah melakukan haji ke Baitullah” bahkan hingga Nabi Isa.

Penjelasan yang dijadikan dasar tentang Nabi Musa yang juga pernah melakukan haji, adalah satu riwayat Hadis yang menyatakan bahwa dalam suatu kesempatan haji, Anas bin Malik melihat nabi sedang mengalami sesuatu.

Baca Juga:  Keajaiban Doa Iftitah, Ternyata Dapat Membuka Pintu Langit

Tetapi Anas bin Malik tidak melihat apa-apa. Kemudian ia menanyakan tentang apa atau siapa yang disalami oleh nabi. Maka nabi pun menjawab, ia awalnya ia sedang menunggu Nabi Isa yang sedang thawaf.

Setelah selesai, Nabi pun menjabat tangan dan mengucapkan salam kepada Nabi Isa.

وَاسْتَثْنَى بَعْضُهُمْ هُودًا وَصَالِحًا لِاشْتِغَالِهِمَا بِأَمْرِ قَوْمِهِمَا وَرُدَّ بِمَا جَاءَ فِي أَحَادِيثَ كَثِيرَةٍ أَنَّ «جَمِيعَ الْأَنْبِيَاءِ، وَالرُّسُلِ حَجُّوا الْبَيْتَ

Sebagian ulama pengecualian Nabi Hud dan Shalih (tidak haji), karena kesibukan dengan urusan kaumnya. Tetapi pendapat ini tertolak dengan keterangan yang terdapat dalam hadis bahwa “semua nabi dan rasul melakukan haji ke Baitullah”.

Hadis lain yang menolak pendapat Urwah bin Zubair adalah sabda Nabi yang menyatakan bahwa makam Nabi Hud, Syaibb dan Nabi Shaleh berada di antara pilar, makam Ibrahim Al dan mata air Zamzam.

Baca Juga:  Makam Saad bin Abi Waqqash Ada di Guangzhou China? Ini Sejarahnya

إن قبر نوح وهود وشعيب وصالح فيما بين الركن والمقام وزمزم

Sesungguhnya kubur Nabi Hud, Syuaib dan Shalih berada di anatara pilar, makam Ibrahim dan Zamzam.

Dengan demikian dapat disimpulkan, tidak mungkin mereka mendatangi Baitullah jika tidak melakukan haji. Dan dengan pertimbangan kaidah fiqih berikut:

المثبت مقدم على النافي

Sesuatu yang menetapkan didahulukan daripada sesuatu yang menafikan.

Dijelaskan juga dalam I’anatut Thalibin karya Sayyid Bakri Syatha sebagai berikut:

وهو من الشرائع القديمة. وروي أن آدم عليه السلام حج أربعين حجة من الهند ماشيا وأن جبريل قال له: إن الملائكة كانوا يطوفون قبلك بهذا البيت سبعة آلاف سنة


Haji merupakan bagian dari syariat umat terdahulu. Driwayatkan Nabi Adam alaihissalam telah melakukan haji sebanyak 40 kali dengan berjalan kaki dari India. Dan Malaikat Jibril berkata kepadanya, “Sesungguhnya para malaikat telah melakukan tawaf sebelum kamu di Baitullah ini selama 7.000 tahun”.

قال ابن إسحاق: لم يبعث الله نبيا بعد إبراهيم عليه الصلاة والسلام إلا حج .والذي صرح به غيره أنه ما من نبي إلا حج خلافا لمن استثنى هودا وصالحا

Baca Juga:  Qasidah Burdah Karya Imam Bushiri Syirik? Ini Bantahan Untuk Ustadz Zainal Abidin Lc

Ibnu Ishaq berkata: Tidaklah Allah mengutus seorang nabi pun setelah Nabi Ibrahim aaihis shalatu was salam salam kecuali ia melakukan haji. Dan keterangan yang diperjelas oleh selain Ibnu Ishaq bahwa tiada seorang nabi pun kecuali ia telah melakukan haji, berbeda dengan orang (Urwah bin Zubair) yang mengecualikan Nabi Hud dan Nabi Shaleh.

Demikianlah penjelasan kami perihal semua haji telah melakukan haji berdasarkan pendapat mu’tamad. Dan kami juga sertakan pendapat Urwah bin Zubair yang mengecualikan Nabi Hud dan Shalih semata-mata untuk menambah khazanah khilafah ulama dalam hal ini. Akhirnya, wallahu a’lam bisshawab!

Faisol Abdurrahman