Shalat di Awal Waktu Itu Lebih Utama, Bagaimana Sih Maksudnya?

Shalat di Awal Waktu Itu Lebih Utama, Bagaimana Sih Maksudnya

Pecihitam.org – Allah telah mewajibkan umat Islam untuk mendirikan shalat lima waktu. Kewajiban ini dibebankan kepada mereka yang telah memenuhi syarat dan ketentuan yang telah digariskan. Di samping beragama Islam, mereka juga harus baligh, berakal dan seterusnya. Kewajiban shalat yang lima waktu ini utamanya dilaksanakan di awal waktu masing-masing shalat tersebut. Lantas, bagaimana sih maksud shalat di awal waktu itu?

Ketetapan waktu shalat secara umum telah disuratkan Allah dalam firman-Nya, QS. An-Nisa: 103, yaitu sebagai berikut:

… ۚ إِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتٰبًا مَّوْقُوتًا

Artinya: … Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. [QS. An-Nisa: 103].

Dan shalat yang paling utama adalah shalat di awal waktu, sehingga Nabi tidak pernah mengerjakan shalat di akhir waktu sebanyak dua kali berturut-turut. Demikian lah menurut para ulama ahli hadis.

Keterangan keutamaan shalat awal waktu ini termaktub dalam hadis riwayat Imam Ahmad dari Ummu Farwah:

Baca Juga:  Penyebab Munculnya Perbedaan Pendapat dalam Hukum Islam

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ غَنَّامٍ عَنْ عَمَّاتِهِ عَنْ أُمِّ فَرْوَةَ قَالَتْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ الصَّلَاةُ لِأَوَّلِ وَقْتِهَا

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abu Ashim berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Umar dari Qasim bin Ghannam dari bibinya dari Ummu Farwah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya apakah amalan yang paling utama? Beliau menjawab: “Shalat di awal waktu.” [HR. Ahmad]

Yang jadi persoalan sekarang adalah bagaimana maksud shalat awal waktu itu? Ternyata para ulama berbeda dalam hal ini. Sebagaimana diterangkan oleh Imam Nawawi dalam al-Majmu Syarh Muhadzdzab juz 3 halaman 58:

ﻓﻴﻤﺎ ﻳﺤﺼﻞ ﺑﻪ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺃﻭﻝ ﻟﻮﻗﺖ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ اﻟﺼﻠﻮاﺕ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻭﺟﻪ ﺃﺻﺤﻬﺎ ﻭﺑﻪ ﻗﻄﻊ اﻟﻌﺮاﻗﻴﻮﻥ ﻭﺻﺎﺣﺐ اﻟﺘﻘﺮﻳﺐ ﻭﺁﺧﺮﻭﻥ ﻳﺤﺼﻞ ﺑﺄﻥ ﻳﺸﺘﻐﻞ ﺃﻭﻝ ﺩﺧﻮﻝ اﻟﻮﻗﺖ ﺑﺄﺳﺒﺎﺏ اﻟﺼﻼﺓ ﻛﺎﻷﺫاﻥ ﻭاﻹﻗﺎﻣﺔ ﻭﺳﺘﺮ اﻟﻌﻮﺭﺓ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻭﻻ ﻳﻀﺮ اﻟﺸﻐﻞ اﻟﺨﻔﻴﻒ ﻛﺄﻛﻞ ﻟﻘﻢ ﻭﻛﻼﻡ ﻗﺼﻴﺮ … ﻭاﻟﻮﺟﻪ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﻳﺒﻘﻰ ﻭﻗﺖ اﻟﻔﻀﻴﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﻧﺼﻒ اﻟﻮﻗﺖ
ﻭاﺩﻋﻰ ﺻﺎﺣﺐ اﻟﺒﻴﺎﻥ ﺃﻧﻪ اﻟﻤﺸﻬﻮﺭ ﻭﻛﺬا ﺃﻃﻠﻘﻪ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻭﻗﺎﻝ ﺁﺧﺮﻭﻥ ﺇﻟﻰ ﻧﺼﻒ ﻭﻗﺖ اﻻﺧﺘﻴﺎﺭ ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ ﻻ ﺗﺤﺼﻞ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺃﻭﻝ اﻟﻮﻗﺖ ﺣﺘﻰ ﻳﻘﺪﻡ ﻗﺒﻞ اﻟﻮﻗﺖ ﻣﺎ ﻳﻤﻜﻦ ﺗﻘﺪﻳﻤﻪ ﻣﻦ اﻷﺳﺒﺎﺏ ﻟﺘﻨﻄﺒﻖ اﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﺃﻭﻝ اﻟﻮﻗﺖ ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬا ﻗﻴﻞ ﻻ ﻳﻨﺎﻝ اﻟﻤﺘﻴﻤﻢ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺃﻭﻝ اﻟﻮﻗﺖ ﻭﻫﺬا اﻟﻮﺟﻪ اﻟﺜﺎﻟﺚ ﻏﻠﻂ ﺻﺮﻳﺢ

Baca Juga:  Inilah Pengantin Al Quran dan Keindahannya yang Jarang Diketahui

Artinya: Hasilnya keutamaan shalat awal waktu di setiap waktu shalat terbagi ke dalam tiga pendapat;

Pertama, keutamaan shalat awal waktu bisa diperoleh dengan cara menyibukkan diri dengan mengerjakan sebab-sebab dilaksanakannya shalat seperti azan, iqamah, menutup aurat dan lainnya pada saat awal masuk waktu shalat tersebut.

Tidak masalah jika sibuk dengan hal yang ringan semisal memakan beberapa suap makanan, bicara yang pendek. Ini pendapat ulama Irak, pemilik kitab Taqrib dan ulama lainnya.

Kedua, keutamaan shalat di awal waktu bisa diperoleh meski shalat di tengah-tengah waktu. Ini pendapat pemilik kitab al-Bayan, menurutnya ini pendapat masyhur, demikian pula jamaah. Menurut yang lainnya hingga pertengahan waktu ikhtiyar.

Baca Juga:  Bolehkah Memakan Daging Hewan yang Disembelih Tanpa Membaca Basmalah?

Ketiga, keutamaan shalat awal waktu bisa diperoleh dengan cara mendahului mengerjakan sebab-sebab shalat meskipun belum masuk waktu shalat.

Berdasarkan ini pula, maka orang yang tayamum tidak akan memperoleh keutamaan shalat awal waktu. Menurut Imam Nawawi, pendapat ini mengandung kekeliruan yang jelas.

Dari ketiga pendapat di atas, pendapat yang paling sahih dan dapat dijadikan sandaran adalah pendapat pertama. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Imam Nawawi di muka.

Demikian uraian mengenai maksud shalat awal waktu, semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam bishshawaab.

Azis Arifin
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG