Shalat Sunnah Wudhu, Amalan yang Dianjurkan, Ini Niat, Keutamaan dan Tata Caranya

Shalat Sunnah Wudhu

Pecihitam.orgShalat sunnah wudhu adalah shalat dua rakaat yang disunnahkan untuk kita lakukan sesaat setelah wudhu kita sempurna.

Shalat sunnah wudhu ini merupakan amalan yang biasa dilakukan oleh Sahabat Nabi Bilal Bin Rabah. Syahdan, Nabi Muhammad pernah bermimpi didahului oleh Bilal di surga hingga membuat beliau penasaran. Rupanya, amalan shalat sunnah wudhu lah yang membuat sahabat Bilal mendapatkan kehormatan demikian.

Hal tersebut tertuang dalam hadis:

يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طُهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ

Artinya: “Wahai Bilal! Sampaikanlah kepadaku amal shalih yang kamu kerjakan dan paling diharapkan manfaatnya (di sisi Allȃh Azza wa Jalla ) dalam Islam, karena sesungguhnya tadi malam (dalam mimpi) aku mendengar suara sandalmu (langkah kakimu) di depanku di dalam Surga”. Maka Bilal Radhiyallahu anhu berkata, “Tidaklah aku mengamalkan satu amal shalih dalam Islam yang paling aku harapkan manfaatnya (di sisi Allȃh Azza wa Jalla ) lebih dari (amalan ini yaitu) tidaklah aku berwudhu dengan sempurna pada waktu malam atau siang, kecuali aku mengerjakan shalat dengan wudhu itu sesuai dengan apa yang ditetapkan Allâh bagiku untuk aku kerjakan.”

Baca Juga:  Ini Dia Hal-hal yang Membatalkan Wudhu, Kamu Harus Tahu!

Waktu dan Keutamaan Shalat Sunnah Wudhu

Shalat ini bisa dilaksanakan kapan saja setelah tuntas ber-Wudhu, tidak terikat oleh waktu, bahkan pada waktu dilarang Sholat.

Kesunnahan shalat ini juga berdasarkan sabda Nabi Saw. berikut;

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهُ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ مُقْبِلٌ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mendirikan shalat dua rakaat dengan menghadapkan hati dan wajahnya, kecuali surga wajib diberikan kepadanya.” (HR. Muslim).

Berdasarkan hadis ini, para ulama menganjurkan shalat wudhu. Shalat wudhu boleh dilakukan kapan saja, siang maupun malam, dengan syarat didahului wudhu terlebih dulu.

Bahkan menurut ulama Syafi’iyah, shalat wudhu boleh dilakukan di waktu-waktu terlarang shalat. Hal ini karena shalat wudhu termasuk shalat yang mempunyai sebab, sedangkan larangan shalat pada waktu-waktu terlarang shalat hanya berlaku untuk shalat yang tidak mempunyai sebab tertentu.

Baca Juga:  Menikah Beda Agama: Hukum dan Penjelasan Mengenai Ahli Kitab

Niat dan Tata Cara Shalat Sunnah Wudhu

Pelaksanaan Shalat Sunnah ini berjumlah dua rakaat dan dianjurkan dilaksanakan sendirian, tanpa berjemaah.
Adapun niat shalat wudhu sebagai berikut;

اُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلوُضُوْءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal wudhui rak’ataini lillahi ta’ala

Artinya: “Saya shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Pada rakaat pertama setelah membaca surah al-Fatihah, disunnahkan membaca ayat 64 dari surah an-Nisa’. Sedangkan pada rakaat kedua, disunnahkan membaca ayat 110 dari surah an-Nisa’.

Demikian penjelasan mengenai Niat, Keutamaan dan tata cara shalat Sunnah Wudhu. Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk melaksanakannya setiap kali kita selesai berwudhu. Aamiin.

Redaksi

Redaksi at Pecihitam.org
Mau jadi Kontributor? Kirimkan tulisan anda ke email redaksi pecihitam.org di portalpecihitam@gmail.com
Redaksi
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi, menyedekahkan sebagian harta kamu di Jalan Dakwah

DONASI SEKARANG