Sholawat Badar Diciptakan Orang NU? Ini Sejarahnya

Sholawat Badar Diciptakan Orang NU? Ini Sejarahnya

PeciHitam.org – Sholawat Badar dikarang oleh KH. M Ali Manshur sekitar tahun 1960-an dan beliau memiliki garis keturunan berdarah ulama besar. Dari garis ayah, tersambung hingga Kiai Shiddiq Jember sedangkan dari garis ibu, tersambung dengan Kiai Basyar, seorang ulama di Tuban.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Beliau terkenal haus akan ilmu dengan belajar dari satu pesantren ke pesantren lain dimulai dari Pesantren Termas Pacitan, Pesantren Lasem, Pesantren Lirboyo Kediri hingga Pesantren Tebuireng Jombang.

Sepulangnya nyantri beliau kembali ke Tuban dan aktif berorganisasi di Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII). Beliau juga aktif sebagai seorang pegawai di bawah Kementerian Agama, yaitu sebagai Kepala KUA di kecamatan hingga promosi menjadi Kepala Kemenag di tingkat kabupaten.

Pada tahun 1955, Kiai Ali terpilih sebagai anggota Konstituante mewakili Partai NU cabang Bali dan pada tahun 1962, yang selanjutnya memutuskan pindah ke Banyuwangi dan dipercaya menjadi Ketua Cabang NU Banyuwangi. Jadi selama di Banyuwangi inilah beliau melahirkan karya fenomenal Sholawat Badar.

Sholawat Badar pun tidak kalah populer dan banyak peminat yang berlomba mengamalkannya. Sholawat badar memiliki keutamaan yang tidak kalah luar biasa dibandingkan dengan sholawat nariyah.

Baca Juga:  Doa untuk Orang Sakit Berdasarkan Hadis Nabi Muhammad SAW

Sholawat badar adalah salah satu sholawat yang banyak mengandung syair pujian dikhususkan bagi Nabi dengan banyak syair indah yang menunjukkan betapa para sahabat mencintai Nabi.

Dahulu memang banyak para sahabat yang pandai menyenandungkan pujian tentang betapa cinta mereka kepada Nabi dan bahkan tidak sedikit yang sampai jatuh cinta kepada Beliau. Cinta para sahabat yang dimaksud disini bukanlah cinta kepada lawan jenis, melainkan cinta kepada utusan Allah SWT, yaitu nabi Muhammad SAW.

Sholawat Badar juga merupakan sholawat yang tidak hanya berisi kata-kata indah kepada Nabi semata, tapi terdapat pula doa kepada Allah SWT. Jadi ketika anda membaca sholawat badar ini anda juga tengah berdoa kepada Allah SWT dan menunjukkan rasa cinta kepada Nabi.

Berikut adalah teks dari Sholawat Badar:

  بسم الله الرحمن الرحيم صَـلا َةُ اللهِ  سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ صَـلا َةُ اللهِ  سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى  رَسُـوْلِ اللهِ وَ كُــلِّ  مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ  الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلا  ُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ وَمِنْ هَـمٍ  وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ  الْبَـدْ رِ يـَا  اَللهُ اِلهِى  نَجِّـنَا  وَاكْـشِـفْ جَـمِيْعَ اَذِ يـَّةٍ وَا صْرِفْ مَـكَائـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ اِلهِـى نَـفِّـسِ الْـكُـرَبَا مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا وَ كُـلِّ بـَلِـيَّـةٍ وَوَبـَا بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ فَكَــمْ  مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ وَكَــمْ  مِنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ وَكَـمْ مِنْ نِعْمـَةٍ وَصَلَـتْ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ وَ كَـمْ اَغْـنَيْتَ  ذَالْعُـمْرِ وَكَـمْ اَوْلَيْـتَ ذَاالْفَـقْـرِ وَكَـمْ عَافَـيـْتَ ذِاالْـوِذْرِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَـلْـبِ جَمِـيْعُ اْلاَرْضِ مَعْ رَحْبِ فَانْـجِ  مِنَ الْبَلاَ الصَّعْـبِ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ ا َتَيـْنَا طَـالِـبِى الرِّفْـقِ وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ فَوَ سِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ فَـلاَ تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةْ بَلِ اجْعَلْـنَاعَلَى الطَّيْبـَةْ اَيـَا ذَاالْعِـزِّ  وَالْهَـيـْبَةْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ وَ اِنْ  تَرْدُدْ  فَـمَنْ نَأْتـِىْ بِـنَيـْلِ جَمِيـْعِ حَاجَا تِى اَيـَا جَـالِى الْمُـلِـمـَّاتِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ اِلهِـى اغْفِـرِ وَاَ كْرِ مْنَـا بِـنَيـْلِ  مـَطَا لِبٍ مِنَّا وَ دَفْـعِ  مَسَـاءَةٍ  عَـنَّا بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ اِلهِـى  اَنـْتَ ذُوْ لُطْـفٍ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ وَكَـمْ مِنْ كُـرْبـَةٍ تَنـْفِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ وَصَلِّ عَـلَى النـَّبِىِّ الْبَـرِّ بـِلاَ عَـدٍّ وَلاَ حَـصْـرِ وَالِ  سَـادَةٍ  غُــــرِّ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

Baca Juga:  Subhanallah; Kalimat Tasbih dengan Banyak Keutamaan, Bagaimana Detailnya?

Meskipun hukumnya sunnah dalam mengamalkan Sholawat Badar. Namun hendaknya ketika mendengar nama Nabi disebut ada baiknya menjawab dengan membaca sholawat kepada Nabi. Karena Nabi pernah bersabda bahwa:

“Barang siapa yang mendengar nama-Ku dan dia tidak menguluk salam, maka dia adalah pelit-pelitnya umat-Ku” (Al-Hadist)

Banyak yang masih mempermasalahkan hukum dari membaca sholawat itu sendiri sehingga terkadang masih menjadi perdebatan bagi para ulama. Namun terkait apakah shalawat dilarang atau tidak adalah bahwa masing-masing ulama mempunyai dasar agama yang kuat terkait hal tersebut.

Semua hal tersebut tergantung bagaimana kita memaknai dan mempercayainya, bilamana mempercayainya maka kita bisa mengamalkan Sholawat Badar sebagai wirid yang bisa dilakukan setelah shalat dan sebaliknya bila kita tidak percaya dan menganggap hal ini sia-sia maka sebaiknya tidak menghina dan menjelekkan masyarakat yang mempercayai hal tersebut.

Baca Juga:  Doa Mendengar Orang Meninggal Secara Lengkap Beserta Artinya
Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.