Siapakah Ahli Bid’ah yang Sebenarnya? Berikut 4 Ciri-ciri Mereka

Ahli Bid'ah yang Sebenarnya

Pecihitam.org – Dewasa ini kata bid’ah sering kita dengar dimana-mana, entah itu di pengajian, media cetak, media digital dan lain-lain. Bid’ah sendiri artinya adalah sesuatu hal baru yang tidak ada contoh sebelumnya di zaman Rasulullah Saw.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun sayangnya sekarang ini ada kelompok yang merasa paling benar sendiri gemar melontarkan kata bid’ah kepada sesama kelompok muslim lainnya, bahkan dengan mudahnya sampai menuduh sesat.

Allah Swt berfirman :

أفمن زين له سوء عمله فرءاه حسنا فإن الله يضل من يشاء ويهدي من يشاء فلا تذهب نفسك عليهم حسرات إن الله عليم بذات الصدور ، فاطر 8

Artinya: “Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ? Maka Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; Maka janganlah dirimu binasa Karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. Fathir: 8)

Ayat tersebut di atas menjelaskan bagaimana orang yang merasa dirinya benar, padahal ia telah tersesat oleh setan, hingga ia memandang kejelekan sebagai sebuah kebaikan dan memandang kebaikan sebagai sebuah kejelekan.

Ditengah zaman yang semakin jauh dari masa hidup Rasulullah SAW, bid’ah-bid’ah semakin tumbuh subur disetiap jengkal kehidupan beragama. Sangat benar apa yang disabdakan Rasulullah SAW, bahwa golongan terbaik (khairu ummah) adalah golongan yang menemui kehidupan beliau.

Baca Juga:  Pesan Umar bin Abdul Aziz Untuk Para Hakim

Sedangkan sejelek-jelek golongan ialah mereka yang paling jauh ke depan dari masa kehidupan Rasulullah Saw. Merekalah yang akan menemui langsung kehancuran alam semesta pertanda hari kiamat telah tiba.

Ketika ajaran agama semakin beragam, Rasulullah Saw telah memerintahkan umatnya untuk tetap berjalan di atas apa yang menjadi keyakinan, dan menjadi amaliah mayoritas muslimin, sebab umat ini tidak akan pernah bersepakat dalam sebuah ajaran yang tidak sesuai (sesat). Rasulullah Saw bersabda :

فإذا رأيتم الإختلاف فعليكم بالسواد الأعظم ، رواه ابن ماجه

Artinya : “Jika kalian melihat perbedaan pendapat maka berpegang teguhlah kepada ‘as-sawad al-a`dham’,” (HR. Ibnu Majah)

Maksud dari as-sawad al-a’dham Al-Allamah As-Sundi dan As-Suyuthi memberikan penta’wilan artinya adalah sekelompok besar kaum muslimin.

Maka cukup jelas bahwa dari zaman ke zaman Ahlussunnah wal jama’ah yang menjadi kelompok terbesar. Dan merekalah kelompok yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah dan apa yang menjadi keyakinan dan amaliah para pendahulu kita.

Dengan demikian, kelompok yang keluar dari keyakinan mayoritas umat Islam, adalah kelompok ahli bid’ah. Mereka telah keluar dari ajaran-ajaran islam yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Agar kita tidak terjebakan ahli bid’ah yang dapat menjerumuskan umat Islam kepada jurang kenistaan, para ulama telah memberikan ciri-ciri mereka. Al-Habib Zainal abidin Ba’alawi dalam kitab Al-Ajwibah al-Ghaliya fil firqah an-najiyah” memberikan ciri-ciri pelaku ahli bidah sesuai informasi yang diberikan Rasulullah SAW, diantara adalah sebagai berikut :

Baca Juga:  Gus Baha: Tirulah Sedekah Ala Sayyidina Ali bin Abi Thalib

1. Suka Menjelek-jelekkan Kelompok Lain.

Seorang ulama mengatakan bahwa, ahli bidah adalah disaat ada sekelompok umat Islam berusaha memperkuat keimanan masyarakat dan berusaha berdakwah mengislamkan umat lain, malah ada sekelompok orang malah sibuk memberi “cap” kafir kepada sesama orang Islam.

Inilah ciri-ciri ahli bid’ah itu. Mereka senang menjelek-jelekkan, menyalahkan, menganggap sesat, membid’ahkan, bahkan mengkafirkan umat Islam sendiri.

2. Merasa Paling Benar Sendiri

Inilah lagak mereka, merasa benar sendiri, tidak mau merendah diri, sombong dan merasa paling pintar serta tidak mau bersopan santun kepada orang lain.

3. Suka Main Belakang

Di lain sisi ternyata mereka adalah penakut, tidak mau terang-terangan, dan suka main dibelakang. Mereka hanya mau unjuk gigi jika berada di hadapan kelompok mereka sendiri. Sedangkan ketika diajag dialog ilmiah, mereka dengan berbagai alasan mengelak bahkan kabur begitu saja.

4. Menempatkan Dalil Tidak pada Tempatnya

Dalam rangka menguatkan argumentasi paham mereka, dan juga sebagai alat menyerang kelompok yang tidak sepaham, acap kali mereka menggunakan ayat Al-Qur’an atau hadits, dengan memberi tafsiran dan ta’wilan semau mereka sendiri. Misalnya, ayat-ayat Al-Qur’an yang sebenarnya menjelaskan orang-orang kafir, tidak jarang dibuat untuk menyerang sesama kelompok Islam yang lain.

Baca Juga:  Betulkah Tidur Setelah Subuh Dilarang? Ini Ulasannya

Para ulama mengatakan bahwa semua apa yang mereka katakan, mereka tulis, mereka diskusikan, adalah pengkaburan terhadap ajaran Islam yang asli. Dan itu termasuk penyesatan terhadap umat Islam yang awam.

Jika ada seorang mukmin yang ahli tauhid dan sama sekali tidak melakukan tindakan syirik, kemudian dituduhdan digolongkan sebagai orang-orang kafir, maka inilah sebuah kebohongan yang besar.

Banyak ulama juga yang menyebutkan bahwa, mereka sama sekali tidak mempunyai sandaran, dan tidak ada satu madzhabpun mendukung perbuatan mereka. Bahkan sebenarnya kebanyakan mereka hanyalah orang-orang yang baru saja mengerti agama dan tidak dapat digolongkan sebagai ulama. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik