Siapakah Sosok Abdullah bin Saba’, Tokoh Fiktif atau Nyata?

abdullah bin saba

Pecihitam.org – Menurut beberapa keterangan Abdullah bin Saba di kenal juga dengan Ibnu Saudah. Ia lahir pada tahun( 600-670 M). Menurut bebrapa pendapat dari ahli sejarah menyebutkan bahwa Abdullah bin Saba adalah seorang Yahudi dari Shan’a, Yaman.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ia berpura-pura masuk islam pada masa khalifah Utsman bin Affan untuk memecah belah pemerintahan sang khalifah Utsman, sehingga sempat terjadi pemberontakan saat itu. Peran yang ia mainkan telah banyak menanamkan bibit kerusakan, terutama di kalangan orang-orang munafiqin dan orang-orang sukuisme serta orang-orang yang di dalam hatinya berakar hawa nafsu dan keinginan-keinginan buruk lainnya.

Di riwayatkan bahwa Abdullah bin Saba memiliki pengikut yang di sebut dengan Saba’iyyah. Sebagaimana yang di ungkapkan oleh Az-Zarkali berikut, “Abdullah bin Saba’ pendiri kelompok Sabaiyyah”. (Al-A’lam)

Di sebutkan juga dalam kitab Lubbul Lubab fi Thariri Ansab oleh As- Suyuthi yang mengatakan: “.. Dan (di nisbahkan juga) kepada Abdullah bin Saba’ pendiri Sabba’iyah.”

Sosok Abdullah bin Saba’ menganggap dirinya pengikut dari Ali bin Abi Thalib yang sangat setia. Ia juga terkenal sebagai sosok yang sering berpindah-pindah ke berbagai daerah untuk menghasut dan menyebarkan fitnah kepada masyarakat agar memberontak terhadap Khalifah Utsman.

Baca Juga:  Biografi Ibnu Hajar Al Haitami Pengarang Kitab Tuhfatul Muhtaj

Sealin itu ia juga termasuk orang yang ikut dalam penyebaran fitnah tentang kabar pembunuhan Khalifah Utsman bin ‘Affan, perang Jamal antara Ali dan ‘Aisyah, dan juga perang shiffin antara Ali dan Muawwiyah.

Ketika Abdullah ibn Sabba berada di Mesir, ia membentuk sekte Anti-Utsman, usahanya tidak berhenti sampai di situ karena Abdullah bin Sabba’ juga menanamkan doktrin kepada penduduk Mesir bahwa Ali bin Abi Thalib adalah pengganti dari Nabi Muhammad.

Bahkan yang lebih parahnya lagi Abdullah ibn Saba juga berulah dengan menciptakan fitnah besar dengan menghasut masyarakat agar mengimani Khalifah Ali sebagai Tuhan seluruh umat. Oleh sebab itu, Abdullah ibn Saba beserta pengikutnya yaitu kelompok Saba’iyyah harus menerima hukuman dari Khalifah Ali bin Abi Thalib yaitu dengan di bakar hidup-hidup.

Sebagian besar ulama syi’ah menyebutkan bahwa Abdullah ibn Saba ini adalah tokoh fiktif dan tidak ada dalam dunia nyata. Mereka tidak mau mengakui adanya sosok ini dan beranggapan bahwa seluruh riwayat tentang Abdullah ibn Saba adalah lemah di karenakan salah satu perawinya yang telah di lemahkan yaitu Saif bin Umar At-Tamimi.

Baca Juga:  Gus Dur, Dari Cerita-cerita Pendekar Silat Hingga Dawuh Kiai

Namun pendapat ulama syiah tersebut di bantah oleh ulama-ulama ahlussunnah karena yang di lemahkan dari Saif bin Umar At-Tamimi adalah riwayat hadistnya saja. Sehingga dalam urusan sejarah beliau termasuk salah satu ahli sejarah yang dapat di jadikan sandaran. Selain itu nama Abdullah ibn Saba’ juga banyak sekali di sebutkan dalam beberapa kitab para ulama ahlus Sunnah, seperti berikut,

  • Di dalam kitab Majmu’ Fatawa karya Ibnu Taimiyah
    “ Sesungguhnya permulaan rafadhah berasal dari seorang Zindiq, yaitu Abdullah ibn Saba”.
  • Di sebutkan juga dalam kitab Lisanul Mizan karya Ibnu Hajar,
    “ Abdullah ibn Saba termasuk Zindiq yang paling ekstrim…. Ia memiliki pengikut yang di sebut Saba’iyyah, mereka (kaum Saba’iyyah) memiliki keyakinan sifat ketuhanan pada diri Ali bin Abi Thalib. Dia telah membakar mereka dengan api pada masa ke khalifahannya.”
  • Abdullah bin Muslim bin Qutaibah menyebutkan dalam kitabnya Ta’wilu Mukhtalafi Hadist,
    “ Kami tidak pernah mengetahui ada pada ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang meyakini adanya sifat ketuhanan pada manusia selain mereka (yaitu Rafidhah ekstrem). Sesungguhnya Abdullah ibn Saba meyakini adanya sifat ketuhanan pada diri Ali.”.
Baca Juga:  Abdullah bin Saba', Antek Yahudi Biang Kerok Aliran Syia'h dan 3 Ajaran Sesatnya

Demikianlah, sekilas tentang Abdullah bin Saba’ sosoknya memang selalu menjadi kontroversial, ada yanag mengatakan ia adalah nyata namun ada pula yang mengatakan ia sosok fiktif. Namun dari banyak riwayat dan pendapat ialah yang selalu menciptakan fitnah dan keributan pada Masa Khalifah Utsman bahkan memprofokasi uamat untuk menuhankan Khalifah Ali.

*Diolah dari berbagai sumber

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik