Surah Al-Ahzab ayat 7-8; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Ahzab Ayat 7-8

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 7-8 ini, menerangkan bahwa Allah mengingatkan kepada Nabi Muhammad bahwa Dia telah menerima janji dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa bahwa mereka benar-benar akan menyampaikan agama Allah kepada manusia.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

diterangkan penyebab Allah mengambil janji yang kuat dari para nabi untuk menyampaikan agama Allah kepada manusia, dan untuk saling menolong di antara mereka dengan saling mengatakan kepada umatnya bahwa mereka semua adalah rasul Allah.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 7-8

Surah Al-Ahzab Ayat 7
وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ مِيثَٰقَهُمۡ وَمِنكَ وَمِن نُّوحٍ وَإِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَ وَأَخَذۡنَا مِنۡهُم مِّيثَٰقًا غَلِيظًا

Terjemahan: Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.

Tafsir Jalalain: وَ (Dan) ingatlah أَخَذۡنَا مِنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ مِيثَٰقَهُمۡ (ketika Kami mengambil dari nabi-nabi perjanjian mereka) ketika mereka dikeluarkan dari tulang sulbi Adam sebagaimana benda yang paling kecil layaknya. Lafal adz-dzurri bentuk jamak dari lafal dzurrah artinya semut yang paling kecil وَمِنكَ وَمِن نُّوحٍ وَإِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَ (dan dari kamu sendiri, dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam) hendaknya mereka menyembah Allah dan menyeru supaya beribadah kepada-Nya. Disebutkannya kelima nabi ini termasuk mengathafkan sesuatu kepada bagiannya,

وَأَخَذۡنَا مِنۡهُم مِّيثَٰقًا غَلِيظًا (dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh) janji yang sangat berat untuk melaksanakan apa-apa yang harus mereka pikul, yakni bersumpah atas nama Allah, kemudian perjanjian itu diambil oleh-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman mengabarkan tentang ulul ‘azmi yang lima serta Nabi-nabi yang lain. Dia telah mengambil perjanjian kepada mereka untuk menegakkan agama Allah Ta’ala, menyampaikan risalah-Nya, tolong-menolong, dan kesepakatan. Perjanjian ini diambil kepada mereka setelah mereka diutus menjadi Rasul. Dan di antara mereka terdapat lima orang yang dituliskan sebagai ulul ‘Azmi.

Allah juga menyebutkan dengan jelas di dalam ayat ini dan di dalam firman-Nya yang artinya: “Dia telah mensyariatkan bagimu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan ‘Isa yaitu: ‘Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya.” (asy-Syuura: 13).

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 69; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Allah menyebutkan dua sisi, sisi pertengahan sebagai pembukaan/permulaan Nabi [Nuh as.], dan sisi penutupan Nabi [Muhammad saw.] lalu menyebutkan nama-nama Nabi yang dibangkitkan di antara Nabi Nuh, dan Nabi Muhammad saw. secara berurutan.

Inilah wasiat yang diambil perjanjian kepada mereka, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ مِيثَٰقَهُمۡ وَمِنكَ وَمِن نُّوحٍ وَإِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَ (“Dan [ingatlah] ketika Kami mengambil perjanjian dari para Nabi dan dari kamu [sendiri], dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam.”) di dalam ayat ini Allah memulai dengan Nabi penutup karena kemuliaannya, kemudian Allah menyebut mereka secara berurutan sesuai keberadaan mereka. Ibnu ‘Abbas berkata: مِّيثَٰقًا غَلِيظًا adalah perjanjian.”

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengingatkan kepada Nabi Muhammad bahwa Dia telah menerima janji dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa bahwa mereka benar-benar akan menyampaikan agama Allah kepada manusia. Mereka juga akan saling membenarkan dalam menyampaikan risalah itu, yaitu dengan cara mengakui para nabi yang terdahulu dari mereka sebagai nabi-nabi Allah.

Ayat ini senada dengan firman Allah: Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu lalu datang kepada kamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.”

Allah berfirman, “Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami setuju.” Allah berfirman, “Kalau begitu bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu.” (ali ‘Imran/3: 81)

Dalam ayat ini hanya disebutkan para nabi yang termasuk ulul azmi, yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad, karena merekalah yang mempunyai syariat dan kitab suci.

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 32-34; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Janji yang diberikan oleh para nabi itu adalah janji yang kuat dan berat yang harus ditepati. Di akhirat nanti, Allah akan menanyakan kepada para nabi itu dan umatnya masing-masing tentang pelaksanaan tugas yang telah mereka janjikan.

Dalam ayat yang lain, Allah berfirman: Maka pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan (dari rasul-rasul) dan Kami akan tanyai (pula) para rasul. (al-A’raf/7: 6)

Tafsir Quraish Shihab: Ingatlah, wahai Muhammad, ketika Kami menerima janji yang kukuh dari para nabi terdahulu untuk mengemban misi kerasulan dan menyeru manusia kepada agama yang lurus. Kami menerima janji itu dari kamu, dari Nûh, Ibrâhîm, Mûsâ dan ‘Isâ putra Maryam. Kami menerima janji yang sangat besar maknanya dari mereka.

Surah Al-Ahzab Ayat 8
لِّيَسۡـَٔلَ ٱلصَّٰدِقِينَ عَن صِدۡقِهِمۡ وَأَعَدَّ لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابًا أَلِيمًا

Terjemahan: agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih.

Tafsir Jalalain: لِّيَسۡـَٔلَ (Agar Dia menanyakan) yakni Allah ٱلصَّٰدِقِينَ عَن صِدۡقِهِمۡ (kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka) di dalam menyampaikan risalahnya; hal ini dimaksudkan sebagai celaan terhadap orang-orang yang kafir kepada para nabi وَأَعَدَّ (dan Dia menyediakan) yakni Allah swt. لِلۡكَٰفِرِينَ (bagi orang-orang kafir) terhadap para nabi عَذَابًا أَلِيمًا (siksa yang pedih) yang menyakitkan. Lafal wa a’adda diathafkan pada lafal akhadznaa.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: لِّيَسۡـَٔلَ ٱلصَّٰدِقِينَ عَن صِدۡقِهِمۡ (“Dan agar Allah menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka.”) Mujahid berkata: “Yaitu para Rasul yang menyampaikan dan menunaikan [risalah]. Dan firman Allah: وَأَعَدَّ لِلۡكَٰفِرِينَ (“Dan Allah menyediakan bagi orang-orang kafir.”) yaitu, di antara umat-umat mereka. عَذَابًا أَلِيمًا (“siksa yang pedih”) yaitu yang menyakitkan.

Kami bersakasi bahwa para Rasul itu telah menyampaikan risalah Rabb mereka, memberikan nasehat kepada umat serta menegaskan kebenaran yang nyata, jelas dan tegas kepada mereka tanpa kerancuan, keraguan dan pencampuran. Sekalipun mereka didustakan oleh orang-orang yang mendustakan mereka di kalangan orang-orang bodoh, orang-orang yang menentang, meragukan dan orang-orang yang bimbang. Apa saja yang dibawa oleh para Rasul, maka itulah kebenaran.

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 25; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Barangsiapa yang menyelisihi mereka, maka berarti dia berada di dalam kesesatan, sebagaimana yang dikatakan oleh penghuni surga: لَقَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلۡحَقِّ (“Sesungguhnya telah datang Rasul-rasul Rabb kami membawa kebenaran.”) (al-A’raaf: 43)

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini diterangkan penyebab Allah mengambil janji yang kuat dari para nabi untuk menyampaikan agama Allah kepada manusia, dan untuk saling menolong di antara mereka dengan saling mengatakan kepada umatnya bahwa mereka semua adalah rasul Allah. Sebabnya ialah agar Allah dapat menanyakan kepada para nabi itu di akhirat nanti tugas yang diberikan kepada mereka, apakah mereka telah menjalankan dengan baik, atau belum, dan bagaimana sambutan umat-umat mereka terhadap seruan itu.

Demikian pula agar Allah dapat menanyakan kepada umat-umat itu sendiri di akhirat nanti tentang sikap mereka terhadap seruan para rasul. Dengan demikian, Allah menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang yang mengingkari seruan para rasul, sebagaimana Dia menyediakan pahala yang besar bagi orang-orang yang memperkenankan seruan para rasul itu.

Tafsir Quraish Shihab: Agar pada hari kiamat nanti Allah meminta pertanggungjawaban kepada rasul-rasul itu mengenai apa yang telah mereka sampaikan kepada kaumnya masing-masing. Dan Allah telah menyediakan azab yang sangat menyakitkan bagi orang-orang yang mengingkari para rasul.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Ahzab ayat 7-8 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S