Surah Al-An’am Ayat 118-119; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah Al-An'am Ayat 118-119

Pecihitam.org – Firman Allah SWT di dalam Surah Al-An’am Ayat 118-119 menjelaskan tentang Hukum memakan binatang, yaitu Allah SWT membolehkan memakan binatang-binatang yang disembelih dengan menyebut nama-Nya dan tidak membolehkan yang tidak disembelih dengan menyebut nama-Nya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Penjelasan Surah Al-An’am Ayat 118-119

Surah Al-An’am Ayat 118
فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ

Terjemahan: Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kalian beriman kepada ayat-ayat-Nya.

Tafsir Jalalain: فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ (Maka makanlah binatang-binatang yang halal yang disebutkan nama Allah atasnya) yang disembelih dengan menyebut nama-Nya إِنْ كُنْتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ (jika kalian beriman kepada ayat-ayat-Nya.)

Tafsir Ibnu Katsir: Allah SWT membolehkan para hamba-Nya yang beriman memakan binatang-binatang yang disembelih dengan menyebut nama-Nya.

Sehingga dapat dipahami pula, bahwa binatang-binatang yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah, maka tidak diperbolehkan untuk dimakan.

Sebagaimana yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy di mana mereka memperbolehkan memakan bangkai, dan binatang-binatang yang disembelih atas nama berhala dan lain-lainnya.


Surah Al-An’am Ayat 119
وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ

Baca Juga:  Surah Al-Isra' ayat 86-89; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Terjemahan: Mengapa kalian tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kalian apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kalian memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.

Tafsir Jalalain: وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ (Mengapa kalian tidak mau memakan binatang-binatang yang halal yang disebut nama Allah atasnya) yakni binatang-binatang sembelihan وَقَدْ فَصَّلَ (padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan) boleh juga dibaca dengan bina maf’ul atau bina fa’il untuk kedua fi’ilnya

لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ (kepada kalian apa yang diharamkan-Nya atas kalian) yang telah disebutkan di dalam ayat, “Telah diharamkan atas kamu bangkai…” (Q.S. Al-Maidah 3) إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ (kecuali apa yang terpaksa kalian harus memakannya) di antara apa yang diharamkan itu maka hal tersebut juga dihalalkan bagi kalian.

Adapun maksudnya adalah: tidak ada larangan bagi kalian untuk memakan apa-apa yang telah disebutkan itu; Allah telah menjelaskan kepada kalian apa-apa yang diharamkan kalian memakannya, maka ini bukanlah termasuk yang itu.

Baca Juga:  Surah Al-Anbiya Ayat 48-50; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ (Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia benar-benar hendak menyesatkan orang lain) dengan dibaca fatah atau dhammah huruf ya-nya بِأَهْوَائِهِمْ (dengan hawa nafsu mereka) dengan apa yang disukai hawa nafsu mereka; di antaranya adalah menghalalkan bangkai dan lain-lainnya

بِغَيْرِ عِلْمٍ (tanpa pengetahuan) yang secara sengaja mereka melakukannya. إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ (Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas) artinya orang-orang yang melampaui batas perkara yang dihalalkan untuk melakukan hal-hal yang diharamkan.

Tafsir Ibnu Katsir: وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ (Mengapa kalian tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal]) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada klian apa yang diharamkan-Nya atasmu) Maksudnya, bahwa Allah SWT telah menjelaskan dan menerangkan kepada kalian apa-apa yang telah diharamkan bagi kalian.

Sebahagian ulama membaca kata “فَصَّلَ” dalam ayat ini dengan memakai tasydid dan sebahagian yang lainnya tidak menggunakannya, namun kedua-duanya bermakna sama yakni menjelaskan dan menerangkan.

إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ (Kecuali apa yang terpaksa kalian memakannya) Maksudnya ialah kecuali dalam keadaan terpaksa, maka diperbolehkan bagi kalian memakan apa yang kalian peroleh. Setelah itu Allah SWT menjelaskan kebodohan kaum musyrik dalam pendapat mereka yang salah, yang menghalalkan bangkai-bangkai dan binatang-binatang yang disembelih dengan menyebut selain nama Allah SWT.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 156-157; Seri Tadabbur Al Qur'an

Allah SWT berfirman: وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ (Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas) Maksudnya ialah, bahwa Allah SWT lebih mengetahui akan pelanggaran, kebohongan dan kedustaan mereka.

Demikian urain Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am Ayat 118-119 sebagai kelanjutan dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita. Semoga bermanfaat bagi kami dan pembaca. Shadaqallahul ‘adzhim

M Resky S