Surah Al-An’am Ayat 138; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah Al-An'am Ayat 138

Pecihitam.org – Surah Al-An’am Ayat 138 menjelaskan bahwa ada binatang ternak dan tanaman yang dilarang, yaitu yang tidak boleh dimakan dan ada binatang ternak yang diharamkan untuk ditunggangi, serta binatang yang tidak disebutkan nama Allah SWT ketika menyembelihnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’an Surah Al-An’am Ayat 138;

وَقَالُوا هَٰذِهِ أَنْعَامٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لَا يَطْعَمُهَا إِلَّا مَنْ نَشَاءُ بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَامٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَامٌ لَا يَذْكُرُونَ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا افْتِرَاءً عَلَيْهِ ۚ سَيَجْزِيهِمْ بِمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Terjemahan: Dan mereka berkata: “Inilah hewan ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki”, menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan ada binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah waktu menyembelihnya, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.

Tafsir Jalalain: وَقَالُوا هَٰذِهِ أَنْعَامٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ (Dan mereka berkata, “Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang) yang diharamkan لَا يَطْعَمُهَا إِلَّا مَنْ نَشَاءُ (tidak boleh memakannya kecuali orang yang kami kehendaki”) yakni para pelayan berhala-berhala dan lain-lainnya

Baca Juga:  Surah Al-Kahfi Ayat 83-84; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

بِزَعْمِهِمْ (menurut anggapan mereka) artinya mereka tidak memiliki alasan lagi dalam masalah ini وَأَنْعَامٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا (dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya) maka ternak-ternak itu tidak boleh dinaiki, seperti hewan sawaib dan hewan hawami

وَأَنْعَامٌ لَا يَذْكُرُونَ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا (dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah atasnya) di kala menyembelihnya melainkan menyebut nama berhala-berhala mereka kemudian mengaitkan hal itu kepada Allah افْتِرَاءً عَلَيْهِ ۚ سَيَجْزِيهِمْ بِمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ (semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan) sebagai balasannya.

Tafsir Ibnu Katsir: Ali ibnu Abi Thalhah berkata, dari Ibnu Abbas: “حِجْرٌ adalah sesuatu yang haram, dari apa-apa yang mereka haram terhadap washiilah dan yang lainnya. Hal serupa juga dijelaskan oleh Mujahid, adh-Dhahhak, as-Suddi, Qatadah, Abdurrahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dan yang lainnya.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 106-107; Seri Tadabbur Al Qur'an

Abu Bakar bin Ayyasy berkata dari Ashim ibnu Abi an-Najud, dia mengatakan, “Abu Wail pernah bertanya kepadaku; ‘Tahukah kamu apa yang terkandung dalam firman Allah SWT: وَأَنْعَامٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَامٌ لَا يَذْكُرُونَ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا?’ ‘Tidak’, jawabku. Lalu dia berkata, ‘Yaitu Bahiirah (Unta betina yang telah beranak 5x dan anak yang ke-5 itu jantan. Kemudian unta betina itu dibelah telinganya, dilepaskan, tidak boleh ditunggangi, dan tidak boleh diambil air susunya) yang mana mereka tidak berhaji dengannya”.

Mujahid mengatakan: “Di antara unta-unta mereka terdapat sekumpulan unta yang disembelih dengan tanpa menyebut nama Allah SWT, dan tidak pula dalam setiap keadaannya, tidak pada saat menungganginya, tidak pada saat memeras air susunya, dan tidak juga pada saat unta itu melahirkan atau dipekerjakan”.

افْتِرَاءً عَلَيْهِ Maknanya ialah kepada Allah. Dan kedustaan mereka bahwa apa yang mereka kerjaka itu benar-benar bersandar pada agama dan syariat Allah SWT, padahal mereka sama sekali tidak diperbolehkan dan tidak diridhoi melakukan hal itu.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 104-105; Seri Tadabbur Al Qur'an

سَيَجْزِيهِمْ بِمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ (Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan) Yaitu, terhadap-Nya dan menyandarkan kepada-Nya.

Shadaqallahul adzhim, Alhamdulillah telah kita pelajari bersama kandungan Surah Al-An’am Ayat 138 sebagai kelanjutan dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita, dengan merujuk pada Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga bermanfaat bagi kami dan pembaca.

M Resky S