Surah Al-An’am Ayat 160; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-An'am Ayat 160

Pecihitam.org – Surah Al-An’am Ayat 160 ini dapat dikatakan sebagai penjelasan yang rinci terhadap ayat lainnya yang disebutkan Allah SWT secara mujmal (global). Terdapat juga beberapa Hadits yang sehubungan dengan ayat ini. Sebagaimana Imam Ahmad berkata dari Ibnu Abbas, Bahwa Nabi SAW pernah menerangkan apa yang telah diperolehnya dari Tuhan-Nya, yaitu Allah SWT berfirman:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

“Sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Penyayang, barangsiapa yang berniat melakukan kebajikan namun tidak melakukannya, maka ditetapkan untuknya satu kebaikan. Apabila dia melakukannya, maka ditetapkan untuknya 10 hingga 700x lipat hingga kelipatan yang banyak. Dan barangsiapa berniat melakukan perkara jahat, kemudian dia tidak melakukannya, maka ditetapkan untuknya satu kebaikan. Apabila dia melakukannya, maka ditetapkan untuknya satu kejahatan atau Allah menghapuskannya. Dan tidak ada yang binasa di sisi Allah melainkan orang yang binasa”. (HR. Bukhari, Muslim, dan an-Nasai).

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am Ayat 160;

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Terjemahan: Barangsiapa membawa amal kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

Baca Juga:  Surah An-Naml Ayat 41-44; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ (Siapa membawa amal kebaikan) yaitu salah satunya zikir laa ilaaha illallaah/tidak ada tuhan selain Allah فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا (maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya) balasan pahalanya adalah sepuluh kali kebaikan

وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا (dan siapa membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya) balasannya yang setimpal وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ (sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya atau dirugikan) dikurangi sesuatu dari pembalasan yang sebenarnya.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa orang yang meninggalkan perilaku jahat yang dia tidak kerjakan, dibagi menjadi tiga bagian:

Pertama, ada yang meninggalkannya semata-mata karena Allah SWT, maka yang demikian akan ditulis untuknya kebaikan atas tindakannya tersebut karena Allah. Ini termasuk amalan sekaligus niat. Oleh sebab itu ditetapkan untuknya kebaikan, sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa lafazh shahih: “Sesungguhnya dia meninggalkannya karena diri-Ku”.

Kedua, ada yang meninggalkan perbuatan jahatnya karena lalai dan lupa. Hal demikian ini dia tidak memperoleh kebaikan dan namun tidak pula berdosa, sebab dia tidak berniat baik dan tidak pula melakukan kejahatan.

Ketiga, ada juga yang meninggalkan perbuatan jahatnya karena memang ia lemah dan malas setelah berusaha mengerjakan penyebab kejahatannya dan membiasakan diri terhadap hal-hal yang mendekatkan dirinya pada perbuatan jahat. Maka orang yang di posisi ini sama saja dengan orang yang mengerjakan perbuatan tersebut, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadits shahih, dari Rasulullah saw, bahwa beliau bersabda:

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 47-48; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

“Apabila dua orang muslim saling berhadapan dengan pedang mereka, maka orang yang membunuh dan yang terbunuh sama-sama masuk Neraka”. Para Sahabat pun kemudian bertanya: “Ya Rasulallah, yang demikian itu adalah bagi si pembunuh, tapi mengapa si terbunuh (memperoleh hal serupa)?” Rasulullah SAW menjawab: “Karena sesungguhnya dia pun berkeinginan keras untuk membunuh kawannya”.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Khuraim ibnu Fatik al-Asadi, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Manusia itu ada 4 macam dan amal perbuatan itu ada 6 macam: Orang yang diberi kelapangan di dunia maupun di akhirat, orang yang dilapangkan di dunia dan disempitkan di akhirat, orang yang disempitkan di dunia lalu dilapangkan di akhirat, dan orang yang sengsara di dunia maupun akhirat.

Sedangkan amal perbuatan adalah, (ada yang) mengandung dua keharusan (Surga atau Neraka), serupa dengan serupa, 10x lipat, dan 700x lipat. Dua keharusan itu adalah, barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan muslim, beriman, dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, maka baginya mendapatkan Surga. Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan kafir, maka baginya mendapat Neraka.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 1-3; Seri Tadabbur Al Qur'an

Barangsiapa berniat melakukan sebuah kebaikan, namun dia tidak melakukannya, dan Allah mengetahui bahwa dia telah menggerakkan di hatinya dan berkeinginan untuk melakukannya, maka ditetapkan untuk satu kebaikan. Barangsiapa berniat melakukan kejahatan, maka belum dituliskan untuknya, dan barang-siapa melakukannya, maka ditetapkan untuknya satu kali dan tidak dilipatgandakan. Barangsiapa melakukan kebaikan, maka untuknya 10x lipat dari kebaikannya. Dan barangsiapa menginfakkan nafkah di jalan-Nya, maka untuknya 700x lipat”. (Hadits ini diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi dan an-Nasai).

Shadaqallahul adzhim, Alhamdulillah demikian uraian singkat mengenai Surah Al-An’am Ayat 160 berdasarkan Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir yang merupakan kelanjutan dari seri Tadabbur Al Qur’an kita di situs ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua penuntut ilmu. Amin

M Resky S