Surah Al-An’am Ayat 31-32; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah Al-An'am Ayat 31-32

Pecihitam.org – Surah Al-An’am Ayat 31-32 ini menceritakan tentang kerugian yang dialami oleh orang-orang yang mendustakan adanya hari bertemu dengan Allah SWT, kekecewaan itu datang saat kiamat secara tiba-tiba disertai penyesalan atas kelalaian yang pernah mereka lakukan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah SWT berfirman di dalam Surah Al-An’am Ayat 31-32;

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ (31) وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ (32)

Terjemahan: Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu.(31) Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?(32)

Baca Juga:  Surah Al Baqarah Ayat 106-110; Tafsir Beserta Artinya

Penjelasan ayat 31: قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ (Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah) mendustakan adanya hari kebangkitan

حَتَّىٰ (sehingga) sebagai tanda keterlaluan mereka dalam mendustakan إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ (apabila kiamat datang kepada mereka) yaitu hari kiamat بَغْتَةً (dengan tiba-tiba) secara mendadak

قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا (mereka berkata, “Alangkah besarnya penyesalan kami) sebagai ungkapan rasa derita yang sangat keras; dan pemakaian huruf nida atau panggilan di sini hanyalah majaz atau kiasan yang artinya sekarang saatnya telah tiba maka datanglah

عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا (terhadap kelalaian kami) kealpaan kami فِيهَا (tentang kiamat itu.”) sewaktu di dunia وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ (sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya) dosa-dosa tersebut mendatangi mereka dalam bentuk yang paling buruk dan paling berbau kemudian dosa-dosa itu menaiki mereka.

Baca Juga:  Khazanah Tafsir Al-Qur’an II : Perkembangan Tafsir di Era-Kolonialisme Abad ke-18

أَلَا سَاءَ (Ingatlah, amatlah buruk) sangat jeleklah مَا يَزِرُونَ (apa yang mereka pikul itu) beban yang mereka pikul itu.

Ibnu Abu Hatim berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al-Ahmar, dari Amr ibnu Qais, dari Abu Marzuq yang berkata bahwa orang kafir atau orang durhaka saat keluar dari kuburnya disambut oleh seseorang yang rupanya sangat buruk dan baunya sangat busuk.

Lalu ditanya, “Siapakah engkau?” Ia menjawab: “Apakah engkau tidak mengenalku?” Si kafir menjawab, “Tidak, demi Allah, hanya Allah telah memburukkan mukamu dan membusukkan baumu.” Lalu yang ditanya menjawab, “Aku adalah amal perbuatanmu, seperti inilah keadaanmu sewaktu di dunia, yaitu buruk dan busuk. Sekarang kemarilah kamu, aku akan menaikimu sebagai pembalasan selama engkau menaikiku sewaktu di dunia.”

Penjelasan ayat 32: وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا (Dan tiadalah kehidupan dunia ini) artinya kesibukannya إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ (selain dari main-main dan senda-gurau) adapun tentang amal taat dan hal-hal yang menjadi sarananya maka hal tersebut termasuk perkara-perkara akhirat.

Baca Juga:  Al-Quran Sebagai Petunjuk dan Alat untuk Mencapai Kebenaran bagi Manusia

وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ (Dan sungguh kampung akhirat itu) di dalam sebuah qiraat yang dimaksud dengan kampung akhirat tersebut adalah surga خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ (lebih baik bagi orang-orang yang takwa) yang takut berbuat kemusyrikan. أَفَلَا تَعْقِلُونَ (Maka tidakkah kamu memahaminya?) dengan memakai ya dan ta; hal itu kemudian mendorong kamu untuk beriman.

Demikian penjelasan mengenai Surah Al-An’am Ayat 31-32 sebagai bagian dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita. Bahasan ini masih merujuk pada Tafsir Jalalain. Semoga bermanfaat

M Resky S