Surah Al-Anbiya Ayat 41-43 ; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Anbiya Ayat 41-43

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Anbiya Ayat 41-43 ini, menjelaskan Allah menyuruh Rasul-Nya untuk mengajukan pertanyaan kepada kaum kafir, untuk menyadarkan mereka tentang kekuasaan Allah. Allah menegaskan kembali, bahwa tuhan-tuhan yang disembah mereka itu tidak akan luput dari azab Allah. Kalau demikian halnya, bagaimana mereka akan mampu untuk melindungi para penyembahnya?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anbiya Ayat 41-43

Surah Al-Anbiya Ayat 41
وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُم مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Terjemahan: Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu azab yang selalu mereka perolok-olokkan.

Tafsir Jalalain: وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ (Dan sungguh telah diperolok-olok beberapa orang rasul sebelum kamu) ayat ini mengandung hiburan yang ditujukan kepada Nabi saw. فَحَاقَ (maka turunlah) yakni menimpa بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُم مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (kepada orang-orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu apa yang selalu mereka perolok-olokkan) yaitu berupa azab; demikian pula orang-orang yang memperolok-olokkan dirimu akan tertimpa azab yang sama seperti mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman menghibur Rasul-Nya dari berbagai gangguan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik yang berupa ejekan dan pendustaan. وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُم مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (“Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang Rasul sebelummu, maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan para Rasul itu adzab yang selalu mereka perolok-olokkan,”) yaitu berupa adzab yang mereka anggap mustahil terjadinya.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa azab akhirat yang diancamkan kepada kaum kafir itu pasti akan terjadi, bahkan akan datang kepada mereka secara tiba-tiba dan tak terduga, sehingga menyebabkan mereka menjadi panik tidak sanggup menyelamatkan diri. Dan mereka benar-benar tidak akan diberi tenggang waktu dan kesempatan untuk bersiap-siap guna menyelamatkan diri daripadanya.

Pada akhir ayat ini Allah memberikan hiburan kepada Nabi Muhammad yang selalu mendapat ejekan dari kaum kafir, Allah menegaskan bukan dia saja yang pernah diejek oleh kaum kafir itu. Bahkan semua rasul yang diutus Allah sebelumnya juga menjadi sasaran ejekan kaumnya. Akan tetapi azab yang dahulu mereka perolok-olokkan itu akhirnya datang melanda mereka. Dan tidak seorang pun dapat menyelamatkan mereka dari azab yang dahsyat.

Baca Juga:  Surah Al-Anbiya Ayat 21-23; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Rasul-rasul sebelummu pun pernah diejek dan dihina oleh kaumnya yang ingkar. Mereka yang mengejek dan menghina itu akhirnya mendapat siksaan berupa ejekan dan hinaan yang mereka lemparkan itu.

Surah Al-Anbiya Ayat 42
لقُلْ مَن يَكْلَؤُكُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَنِ بَلْ هُمْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِم مُّعْرِضُونَ

Terjemahan: Katakanlah: “Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari dari (azab Allah) Yang Maha Pemurah?” Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka.

Tafsir Jalalain: قُلْ (Katakanlah) kepada mereka, مَن يَكْلَؤُكُم (“Siapakah yang dapat memelihara kalian) yang dapat menjaga diri kalian بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَن ِ(di waktu malam dan siang hari daripada Tuhan Yang Maha Pemurah”) daripada azab-Nya, jika azab itu turun kepada kalian. Maksudnya, tentu saja tidak ada seorang pun yang dapat melakukan hal itu.

Orang-orang yang diajak bicara oleh ayat ini tidak merasa takut kepada azab Allah, disebabkan mereka ingkar kepada-Nya atau tidak percaya kepada adanya azab itu.

بَلْ هُمْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِم مُّعْرِضُونَ (Sebenarnya mereka terhadap peringatan Rabb mereka) yakni Alquran (adalah orang-orang yang berpaling) tidak mau memikirkan tentangnya.

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian, Allah Ta’ala menyebutkan nikmat-nikmat-Nya kepada para hamba-Nya dalam menjaga mereka siang dan malam, melindungi dan memelihara mereka dengan penglihatan-Nya yang tidak pernah tidur. Maka Dia berfirman:

قُلْ مَن يَكْلَؤُكُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَنِ (“Katakanlah: ‘Siapakah yang dapat memeliharamu di waktu malam dan siang hari selain Allah Yang Mahapemurah,”) yaitu sebagai pengganti Allah Yang Mahapemurah dalam arti selain Dia.

Firman Allah Ta’ala: بَلْ هُمْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِم مُّعْرِضُونَ (“Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengikuti Rabb mereka,”) yaitu mereka tidak mengakui nikmat dan kebaikan Allah kepada mereka, bahkan mereka berpaling dari ayat-ayat dan nikmat-nikmat-Nya.

Tafsir Kemenag: Dengan ayat ini Allah menyuruh Nabi untuk menjawab ejekan itu dengan cara mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang siapakah yang dapat memelihara dan melindungi mereka dari azab Allah, baik pada waktu malam maupun pada waktu siang?

Pertanyaan itu dimaksudkan untuk menyadarkan mereka, bahwa tidak seorang pun kuasa untuk melindungi mereka dari siksa dan azab Allah, karena Dia Mahakuasa untuk berbuat apa yang dikehendaki-Nya. Andaikata mereka selalu ingat tentang iradah dan kekuasaan Allah, niscaya mereka tidak akan mengejek atau menantang semacam itu.

Baca Juga:  Surah Al-Anbiya Ayat 83-84; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Akan tetapi karena mereka adalah orang-orang yang telah berpaling dari mengingat Allah dan kekuasaan-Nya, maka itulah sebabnya mengapa mereka mengejek Rasul-Nya dan menantang dengan sikap yang angkuh agar azab tersebut segera ditimpakan kepada mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Katakan kepada mereka, wahai Muhammad, “Siapakah yang dapat memelihara kalian dari azab Allah di waktu malam dan siang hari, dan siapa pula yang dapat memberi kasih sayang dan kenikmatan kepada kalian? Tak seorang pun yang dapat melakukan itu.” Terhadap al-Qur’ân yang mengingatkan mereka tentang hal-hal yang dapat mendatangkan keuntungan dan mencegah siksaan, mereka malah berpaling.

Surah Al-Anbiya Ayat 43
أَمْ لَهُمْ آلِهَةٌ تَمْنَعُهُم مِّن دُونِنَا لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنفُسِهِمْ وَلَا هُم مِّنَّا يُصْحَبُونَ

Terjemahan: Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami. Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu?

Tafsir Jalalain: أَمْ (Atau) di dalam kalimat ini terkandung makna ingkar, maksudnya, apakah لَهُمْ آلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ (mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara diri mereka) dari apa-apa yang mencelakakan diri mereka مِنْ دُونِنَا (selain dari Kami) maksudnya apakah mereka mempunyai tuhan-tuhan selain Kami yang dapat mencegah diri mereka dari azab Allah? Tentu saja tidak.

لَا يَسْتَطِيعُونَ (mereka pasti tidak akan sanggup) yakni tuhan-tuhan itu نَصْرَ أَنْفُسِهِمْ  (menolong diri mereka sendiri) maka mereka tidak dapat menolongnya وَلَا هُمْ (dan tidak pula mereka) orang-orang kafir itu مِنَّا (dari Kami) yakni dari azab Kami يُصْحَبُونَ (dilindungi) mendapat perlindungan. Asal katanya ialah dari kalimat Shahabakallaahu artinya mudah-mudahan Allah memelihara dan melindungimu.

Tafsir Ibnu Katsir: berfirman: أَمْ لَهُمْ آلِهَةٌ تَمْنَعُهُم مِّن دُونِنَا (“Atau adakah mereka mempunyai ilah-ilah yang dapat memelihara mereka dari adzab Kami,”) adalah pertanyaan yang bersifat mengingkari, mengejek dan menghina. Yaitu apakah ada ilah-ilah lain yang dapat membela dan membantu mereka selain Kami? Ternyata, perkaranya tidak sebagaimana yang mereka duga, tidak sama sekali, serta tidak sebagaimana yang mereka perkirakan.

Untuk itu, Dia berfirman: لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنفُسِهِمْ (“Ilah-ilah itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri,”) yaitu ilah-ilah selain Allah, yang kalian sandarkan diri kalian kepadanya itu tidak mampu menolong diri mereka sendiri.

Baca Juga:  Surah Al-Anbiya Ayat 68-70; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dan firman-Nya: وَلَا هُم مِّنَّا يُصْحَبُونَ (“Dan tidak pula mereka dilindungi dari adzab Kami itu.”) Al-‘Aufi berkata dari Ibnu Abbas: “yaitu, tidak dapat melindungi.” Qatadah berkata: “Mereka tidak mendapatkan kebaikan dari Allah, dan yang lainnya berkata: “Yaitu, mereka tidakdapat mencegah.”

Tafsir Kemenag: Ayat ini merupakan lanjutan dari ayat sebelumnya, di mana Allah menyuruh Rasul-Nya untuk mengajukan pertanyaan kepada kaum kafir, untuk menyadarkan mereka tentang kekuasaan Allah. Isi pertanyaan yang disebutkan dalam ayat ini adalah, “Apakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari azab Allah?

Tuhan-tuhan yang mereka sembah sudah pasti tidak mampu menolong mereka, bahkan menolong dirinya sendiri pun tidak mampu. Pada akhir ayat ini Allah menegaskan kembali, bahwa tuhan-tuhan yang disembah mereka itu tidak akan luput dari azab Allah. Kalau demikian halnya, bagaimana mereka akan mampu untuk melindungi para penyembahnya?

Dengan demikian, ayat ini mengemukakan dua macam kelemahan tuhan-tuhan yang disembah kaum kafir itu, yang menyebabkan tidak pantasnya disembah dan dipertuhan. Pertama, mereka tidak mampu untuk menolong diri sendiri. Kedua, bahwa mereka pun tidak luput dari azab Allah. Dengan demikian, keadaannnya lebih lemah dari penyembahnya.

Dengan adanya dua kenyataan itu, seharusnya mereka dapat mengambil kesimpulan, bahwa benda-benda yang mereka sembah itu tidak mempunyai kemampuan apa pun untuk melindungi mereka dari azab Allah.

Tafsir Quraish Shihab: Adakah mereka mempunyai tuhan selain Kami yang dapat memelihara mereka dari siksaan? Tidak. Mereka tidak dapat menolong diri sendiri, apalagi menolong orang lain. Dan tidak ada seseorang pun yang dapat menjaga dan menemani mereka jika Kami hendak memberikan siksaan dan memusnahkan mereka.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Anbiya Ayat 41-43 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag, dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S