Surah Al-Anfal Ayat 58; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Al-Anfal Ayat 58

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Anfal Ayat 58 ini menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan petunjuk kepada nabi Muhammad SAW mengenai kekhawatirannya terhadap pengkhianatan perjanjian yang ia buat dengan kaum kafir.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anfal Ayat 58

وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ

Terjemahan: Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.

Tafsir Jalalain: وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ (Dan jika kamu merasa khawatir dari suatu kaum) yang telah mengadakan perjanjian denganmu خِيَانَةً (akan perbuatan khianat) terhadap janjinya melalui tanda-tanda yang terlihat jelas olehmu

فَانْبِذْ (maka kembalikanlah perjanjian itu) lemparkanlah perjanjian mereka itu إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ (kepada mereka dengan cara yang jujur) lafal سَوَاءٍ menjadi kata keterangan, artinya: secara adil antara kamu dan mereka, supaya kedua belah pihak mengetahui bersama siapakah yang merusak perjanjian terlebih dahulu.

Yaitu dengan cara kamu memberitahukan kepada mereka tentang pelanggaran tersebut, supaya mereka tidak menuduhmu berbuat khianat bila kamu mengadakan tindakan. إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ (Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat).

Baca Juga:  Surah Al-Anfal Ayat 41; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman kepada Nabi-Nya: وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ (Dan jika engkau khawatir terjadinya pengkhianatan dari suatu golongan) Yang engkau telah mengambil perjanjian dari mereka.

خِيَانَةً (Pengkhianatan) Yang dimaksud dengan pengkhianatan di sini adalah pelanggaran terhadap perjanjian yang diadakan antara dirimu dan diri mereka.

فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ (Maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka) Maksudnya, lakukan hal yang sama terhadap mereka. Artinya, beritahukan kepada mereka, bahwa engkau telah menyalahi perjanjian mereka, sehingga engkau dan juga mereka sama-sama mengetahui bahwa engkau menjadi lawan perang bagi mereka dan engkau mengetahui, bahwa mereka menjadi lawan perang bagimu. Selain itu, tidak ada lagi perjanjian antara dirimu dan mereka dalam perjanjian tersebut.

Dari Walid bin Muslim, mengenai firman-Nya: فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ (Maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur) Ia mengatakan: “Yaitu dengan pemberian waktu”.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ (Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat). Hingga walau terhadap hak orang-orang Kafir sekalipun, Allah tidak menyukainya.

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 87-88; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Imam Ahmad meriwayatkan dari Salim bin Amir, ia menceritakan: Muawiyah tengah berjalan di daerah Romawi. Antara dirinya dan mereka terdapat batas waktu akhir perjanjian, kemudian ia bermaksud mendekati mereka. jika batas waktu akhir itu terlampaui, maka ia akan menyerang mereka.

Tiba-tiba ada seorang yang sudah tua yang mengendarai binatang tunggangannya dan berkata: “Allahu Akbar (Allah Maha Besar), Allahu Akbar (Allah Maha Besar), tepatilah janji dan janganlah berkhianat. Sesungguhnya Rasululah pernah bersabda:

“Barangsiapa yang antara dirinya dengan suatu kaum terdapat perjanjian, maka hendaklah ia tidak melepaskan tali perjanjian itu dan tidak menguatkannya, sebelum habis batas waktu akhirnya, atau mengembalikan perjanjian tersebut kepada mereka dengan cara yang jujur”. (HR. Imam Ahmad)

Maka hal itu pun sampai di telinga Muawiyah dan kemudian ia mundur kembali. Ternyata orang tua tersebut adalah Amr bin Anbasah.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud ath-Thayalisi, dari Syu’bah. Juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya melalui beberapa jalan, dari Syu’bah. Sedangkan at-Tirmidzi sendiri mengatakan, bahwa hadits tersebut hasan shahih.

Baca Juga:  Surah An-Naba Ayat 1-16; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Apabila engkau merasakan tanda-tanda pengkhianatan suatu kaum terhadap perjanjian yang engkau buat antara engkau dengan mereka, maka putuskanlah usaha-usaha pengkhianatan itu dengan memberikan ultimatum baru bahwa engkau telah membatalkan perjanjian itu, sehingga mereka mengetahui sikapmu dan tidak dapat mengkhianatimu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berkhianat dan tidak menginginkan ada pengkhianat di antara kalian.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Anfal Ayat 58 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Quraish Shihab dan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga dengan memahami kandungannya, dapat semakin menambah kecintaan kita terhadap Al-Qur’an dan semakin meningkatkan keimanan kita terhadap Allah SWT, Amin.

M Resky S