Surah Al-A’raf Ayat 160-162; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 160-162

Pecihitam.org – Surah Al-A’raf Ayat 160-162 Allah Swt mengabarkan bahwa salah satu mukjizat Nabi Musa as ialah sebuah tongkat yang ketika beliau pukulkan ke sungai Nil, maka sungai itu membelah, sehingga Bani Israel dapat menyeberang lewat dasar sungai yang membentuk jalan yang kering.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 160-162

Surah Al-A’raf Ayat 160
وَقَطَّعْنَاهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ إِذِ اسْتَسْقَاهُ قَوْمُهُ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ ۚ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Terjemahan: Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!”. Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman): “Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu”. Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.

Tafsir Jalalain: وَقَطَّعْنَاهُمُ (Dan Kami bagi mereka) Kami pecahkan kaum Bani Israel اثْنَتَيْ عَشْرَةَ (menjadi dua belas) sebagai hal أَسْبَاطًا (suku-suku) menjadi badal dari yang sebelumnya, yaitu kabilah-kabilah أُمَمًا (yang masing-masingnya berjumlah besar) menjadi badal dari yang sebelumnya

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ إِذِ اسْتَسْقَاهُ قَوْمُهُ (dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya,) di tengah padang sahara أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ (“Pukullah batu itu dengan tongkatmu!”) kemudian Musa memukulkannya

فَانْبَجَسَتْ (maka memancarlah) maksudnya tersemburlah مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا (daripadanya dua belas mata air) sesuai dengan bilangan kabilah قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ (Sesungguhnya tiap-tiap suku telah mengetahui) setiap suku dari kalangan mereka

Baca Juga:  Makna Kemenangan dalam Al-Qur’an Surah Al-Fath [48]: 1-3

مَشْرَبَهُمْ ۚ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ (tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka) di padang pasir tempat mereka berada guna melindungi mereka dari panasnya matahari

وَأَنْزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ (dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa) keduanya adalah taranjabin, makanan manis seperti madu, dan sebangsa burung puyuh dengan ditakhfifkan mimnya dan dibaca pendek. Dan Kami berfirman kepada mereka,

كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ (“Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu.” Mereka tidak menganiaya Kami, tetapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri).

Tafsir Quraish Shihab: Allah telah memberikan berbagai nikmat-Nya kepada kaum Musa. Dibagilah mereka menjadi dua belas kelompok. Kelompok-kelompok itu kemudian menjadi paguyuban-paguyuban yang memiliki aturan-aturan tersendiri, sehingga perselisihan dan saling dengki antar kelompok dapat dihindari.

Ketika Musa, di padang Tîh, diminta untuk mendatangkan air, Allah mewahyukan kepadanya untuk memukul sebongkah batu dengan tongkatnya. Setelah dipukul, tiba-tiba batu itu memancarkan dua belas mata air, sesuai dengan jumlah paguyuban yang ada.

Setiap paguyuban mendapatkan tempat mengambil air minum khusus yang satu sama lain tidak boleh bercampur. Mereka juga dinaungi oleh gumpalan awan untuk menjaga mereka dari sengatan terik matahari.

Diturunkan pula kepada mereka al-mann (sejenis makanan yang, jika dipandang, menyejukkan dan terasa seperti madu) dan al-salwa (sebangsa burung puyuh). Lalu, Allah pun berkata kepada mereka, “Nikmatilah makanan-makanan lezat yang telah kami karuniakan kepada kalian.” Tetapi mereka malah menzalimi diri mereka sendiri dan tak mensyukuri nikmat-nikmat itu.

Bahkan mereka meminta untuk mengganti makanan yang Kami karuniakan dengan jenis lain. Kezaliman mereka itu tidaklah menyulitkan Kami, tetapi justru mempersulit diri mereka sendiri.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 163; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Surah Al-A’raf Ayat 161
وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ اسْكُنُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا حِطَّةٌ وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا نَغْفِرْ لَكُمْ خَطِيئَاتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ

Terjemahan: Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil): “Diamlah di negeri ini saja (Baitul Maqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki”. Dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu”. Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.

Tafsir Jalalain: وَ (Dan) Ingatlah إِذْ قِيلَ لَهُمُ اسْكُنُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ (ketika dikatakan kepada mereka, Bani Israel, “Diamlah di negeri ini saja) yaitu Baitulmaqdis وَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا (dan makanlah dari hasil buminya di mana saja kamu kehendaki. Dan katakanlah,) perintah Kami

حِطَّةٌ وَادْخُلُوا الْبَابَ (‘Bebaskanlah kami dari dosa kami’ dan masukilah pintunya) pintu gerbang negeri itu سُجَّدًا (sambil membungkuk) dengan membungkukkan punggung نَغْفِرْ (niscaya Kami ampuni) dengan memakai nun dan ta, dan bina maf’ul

لَكُمْ خَطِيئَاتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ (kesalahan-kesalahanmu.” Kelak Kami akan tambah pahala kepada orang-orang yang berbuat baik) orang-orang yang taat pahala.

Tafsir Quraish Shihab: Wahai Muhammad, ingatkanlah orang-orang Bani Israil di zamanmu akan firman Kami yang disampaikan Musa kepada nenek-moyang mereka, “Tinggallah kalian di kota Bayt al-Maqdis setelah keluar dari padang Tih. Makanlah dari hasil bumi yang baik-baik, di mana saja kalian mau.

Ucapkanlah, ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dari segala dosa’ Masukilah pintu gerbang perkampungan dengan menundukkan kepala–seperti ruku–sambil merendahkan diri kepada Allah. Jika kalian lakukan itu semua, Kami akan menghapus dosa-dosa kalian, dan Kami akan melipatgandakan pahala mereka yang melakukan kebajikan secara optimal.”

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 90-92; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Surah Al-A’raf Ayat 162
فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَظْلِمُونَ

Terjemahan: Maka orang-orang yang zhalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.

Tafsir Jalalain: فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ (Maka orang-orang yang zhalim di antara mereka itu mengganti perkataan itu dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka) mereka mengatakan, “Habbatun fii sya’ratin sebagai ganti dari hiththatun” dan kemudian mereka memasuki pintu gerbangnya sambil merangkak bukannya membungkukkan badan

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَظْلِمُونَ (maka Kami timpakan kepada mereka azab) yakni siksaan (dari langit disebabkan kezaliman mereka.)

Tafsir Quraish Shihab: Tetapi mereka ternyata melanggar perintah-perintah itu. Untuk memperolok Musa, mereka–dengan zhalim–malah mengatakan ucapan yang tidak dperintahkan. Maka Kami turunkan kepada mereka azab dari langit karena terlalu seringnya mereka mlampaui batas dan berbuat zalim.

Shadaqallahul’adzim. Alhamdulillah, Demikianlah Terjemahan dan Tafsir Surah Al-A’raf Ayat 160-162 berdasarkan Tafsir Jalalain dan Tafsir Quraish Shihab sebagai kelanjutan dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita. Semoga menambah khazanah ilmu kita tentang Al Qur’an dan menjadi cahaya dalam kehidupan kita saat ini dan kehidupan berikutnya. Aamiin

M Resky S