Surah Al-A’raf Ayat 167; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 167

Pecihitam.org – Allah SWT mengabarkan di dalam Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 167 bahwa Allah Ta’ala senantiasa menimpakan berbagai siksaan dan azab terhadap Bani Israil hingga pada hari kiamat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 167

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ ۖ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Terjemahan: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Jalalain: وَإِذْ تَأَذَّنَ (Dan ketika memberitahukan) mempermaklumkan رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ (Tuhanmu, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka) dimaksud orang-orang Yahudi

إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ (sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya) dengan dihinakan dan dibebani pajak/jizyah;

Kemudian Allah mengutus Nabi Sulaiman kepada mereka, dan sesudah itu Raja Bukhtunasher (Nebukat Nezar) yang membunuh dan menawan mereka serta mewajibkan mereka membayar jizyah.

Mereka selalu membayar jizyah kepada orang-orang Majusi sehingga Allah swt. mengutus nabi kita Muhammad saw. yang kemudian mengambil pula jizyah dari mereka.

Baca Juga:  Surah An-Nur Ayat 11; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ (Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya) وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ (dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun) terhadap orang-orang yang taat kepada-Nya رَحِيمٌ (lagi Maha Penyayang) terhadap mereka yang taat.

Tafsir Ibnu Katsir: Kata “تَأَذَّنَ” adalah berwazan “tafa’-‘ala” merupakan kata kerja dari “al adzaanu” yang berarti memberitahukan. Demikian yang dikemukakan oleh Mujahid. Dan menurut ulama lainnya, kata itu berarti memerintahkan. Dan dalam hal kuatnya pembicaraan, kata ini dapat mengandung makna sumpah.

Oleh karena itu, kata tersebut diikuti oleh huruf lam dalam firman-Nya: لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ (Bahwa sesungguhnya Allah akan mengirimkan kepada mereka) Maksudnya, kepada orang-orang Yahudi.

إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ (Sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka adzab yang seburuk-buruknya) Yaitu disebabkan oleh kemaksiatan dan pelanggaran yang mereka lakukan terhadap perintah dan syariat Allah, serta tipu muslihat mereka untuk dapat melakukan hal-hal yang dilarang.

Dikatakan, bahwa Musa mengenakan pajak kepada mereka selama tujuh tahun. Ada juga pendapat yang mengatakan tiga belas tahun, dialah orang yang pertama kali menerapkan sistem pajak. Kemudian orang-orang Yahudi itu berada di bawah penindasan raja-raja dari Yunani, Kasydani dan Kaldani.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 59-62; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Selanjutnya mereka berada di bawah tekanan dan kekuasaan orang-orang Nasrani, serta pungutan jizyah dan pajak dari mereka. Setelah itu datang Islam dan Muhammad dan mereka berada di bawah kekuasaan dan perlindungannya dengan membayar pajak dan jizyah.

Ali bin Abi Thalhah mengatakan: “Yaitu jizyah, sedangkan yang akan menimpakan kepada mereka adzab yang seburuk-buruknya adalah Muhammad saw dan umatnya sampai hari Kiamat kelak”.

Dalam hal ini penulis (Ibnu Katsir) katakan: “Pada akhirnya mereka akan keluar sebagai pendukung Dajjal, sehingga mereka diperangi oleh kaum muslimin bersama Isa bin Maryam as, yaitu pada akhir zaman kelak”.

إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ (Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksaan-Nya) Yaitu bagi orang -orang yang berbuat maksiat kepada-Nya dan melanggar syariat-Nya. وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ (Dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) Yaitu bagi orang-orang yang bertaubat dan kembali kepada-Nya.

Dan ini termasuk dalam bab penyertaan antara rahmat dan siksaan, supaya tidak menimbulkan keputusasaan. Oleh karena itu, Allah banyak menyandingkan antara targhib (pembangkitan harapan) dan tarhib (pembangkitan rasa takut), agar jiwa manusia ini tetap berada di antara rasa berharap dan rasa takut.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 154-155; Seri Tadabbur Al Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Dan ingatkanlah pula orang-orang Yahudi itu, tatkala Allah memberitahukan–melalui para nabi-Nya–kepada nenek-moyang mereka, bahwa Allah akan mengerahkan sekelompok orang untuk menyiksa orang-orang Yahudi hingga hari kiamat, karena mereka telah berbuat zalim dan fasik.

Dan Tuhanmu–karena siksa-Nya pasti terlaksana–sangat cepat menyiksa orang-orang kafir. Sebab, setiap sesuatu yang bakal terjadi itu sebenarnya telah dekat. Kendati demikian, Dia Maha Pengampun dan Maha Pengasih bagi mereka yang bertobat dan kembali menaati-Nya.

Shadaqallahul’adzim. Alhamdulillah, Demikianlah Terjemahan dan Tafsir Surah Al-A’raf Ayat 167 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab sebagai kelanjutan dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita.

Semoga menambah khazanah ilmu kita tentang Al Qur’an dan menjadi cahaya dalam kehidupan kita saat ini dan kehidupan berikutnya. Aamiin

M Resky S