Surah Al-A’raf Ayat 172-174; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 172-174

Pecihitam.org – Allah SWT mengabarkan di dalam Surah Al-A’raf Ayat 172-174 bahwasanya Allah mengeluarkan anak Adam dari tulang sulbi mereka, dalam keadaan mereka bersaksi terhadap diri mereka sendiri, bahwa Allah adalah Tuhan mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 172-174

Surah Al-A’raf Ayat 172
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

Terjemahan: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Tafsir Jalalain: وَ (Dan) ingatlah إِذْ (ketika) sewaktu أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ (Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka) menjadi badal isytimal dari lafal sebelumnya dengan mengulangi huruf jar

ذُرِّيَّتَهُمْ (yaitu anak cucu mereka) maksudnya Dia mengeluarkan sebagian mereka dari tulang sulbi sebagian lainnya yang berasal dari sulbi Nabi Adam secara turun-temurun, sebagaimana sekarang mereka beranak-pinak mirip dengan jagung di daerah Nu’man sewaktu hari Arafah/musim jagung.

Allah menetapkan kepada mereka bukti-bukti yang menunjukkan ketuhanan-Nya serta Dia memberinya akal وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ (dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka) seraya berfirman;

أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ (“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul.) Engkau adalah Tuhan kami شَهِدْنَا (kami menjadi saksi.”) yang demikian itu. Kesaksian itu supaya أَنْ (tidak) jangan تَقُولُوا (kamu mengatakan) dengan memakai ya dan ta pada dua tempat, yakni orang-orang kafir

يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا (di hari kiamat kelak, “Sesungguhnya kami terhadap hal-hal ini) yakni keesaan Tuhan غَافِلِينَ (adalah orang-orang yang lalai.”) kami tidak mengetahuinya.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala memberitahukan, bahwasanya Allah mengeluarkan anak keturunan Adam dari tulang sulbi mereka, dalam keadaan mereka bersaksi terhadap diri mereka sendiri, bahwa Allah adalah Rabb dan Penguasa mereka, dan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak untuk diibadahi) melainkan hanya Dia, sebagaimana Allah telah memfitrahkan mereka dan mentabiatkan dalam keadaan seperti itu.

Dalam ash-Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim), diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah”. -dalam riwayat lain disebutkan: “Dalam keadaan memeluk agama ini.- Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. Sebagaimana seekor binatang dilahirkan dalam keadaan utuh (sempurna), apakah kalian mendapatinya dalam keadaan terpotong (cacat)?”

Baca Juga:  Surah Al-Anbiya Ayat 95-97; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Beberapa ulama salaf dan khalaf mengatakan bahwa maksud dari pengambilan kesaksian itu adalah, penciptaan mereka atas fitrah tauhid, sebagaimana telah diuraikan dalam hadits Abu Hurairah dan Iyadh bin Himar al-Mujasyii dan riwayat al-Hasan al-Bashri, dari al-Aswad bin Sari’, dan al-Hasan al-Bashri sendiri telah menafsiran demikian terhadap ayat tersebut.

Mereka mengatakan, oleh karena itu, Allah berfirman: وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ (Dan ingatlah ketika Rabbmu mengeluarkan dari Bani Adam (dari anak-anak Adam)) Dan Allah tidak berfirman, dari Adam.

مِنْ ظُهُورِهِمْ (dari tulang sulbi merek”) dan Allah tidak berfirman, dari tulang sulbi Adam. ذُرِّيَّتَهُمْ (anak keturunan mereka) maksudnya, menjadikan keturunan mereka dari generasi ke generasi dan, dari kurun ke kurun, sebagaimana firman Allah berikut ini:

“Yang menjadikanmu khalifah di muka bumi” (Qs. an-Naml: 62). Juga firman-Nya: “Sebagaimana Allah telah menjadikanmu dari keturunan orang-orang lain”. (QS. Al-An’am: 133)

Kemudian Allah berfirman: وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا (Dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman: Bukankah Aku ini Rabbmu? Mereka menjawab: Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.

Maksudnya, Allah menciptakan mereka dalam keadaan bersaksi atas hal itu, dalam keadaan mengatakan kepada-Nya melalui tindakan dan ucapan. Kesaksian itu terkadang dapat berupa ucapan. Misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka berkata: Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”. (QS. Al-An’am: 130)

Dan terkadang kesaksian itu dapat Juga berupa tindakan, misalnya firman-Nya: “Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka bersaksi pada diri mereka sendiri berupa kekufuran”. (QS. At-Taubah: 17)

Maksudnya, keadaan mereka menjadi saksi terhadap hal itu bagi diri mereka sendiri, tidak berarti mereka mengatakan hal itu melalui ucapan. Demikian juga firman Allah: “Dan sesungguhnya manusia itu memberikan kesaksian sendiri terhadap keingkarannya”. (QS. Al-Adiyat: 7)

Mereka (para ulama salaf dan khalaf) mengatakan, “Di antara dalil yang menunjukkan bahwa yang dimaksudkan (dari kata isy-had ini, Ed.) adalah penciptaan manusia atas fitrah tauhid, yaitu dijadikannya hal itu sebagai hujjah atas diri mereka dalam mempersekutukan Allah”.

Maka seandainya pengambilan kesaksian itu sendiri benar-benar pernah terjadi, sebagaimana dikatakan oleh sebagian orang, niscaya setiap orang menyebutkannya untuk dijadikan hujjah bagi dirinya.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 185; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Dan jika ada orang yang mengatakan, pemberitaan tentang hal ini dari Rasulullah cukup menjadi dalil keberadaannya, maka hal itu dapat dijawab, bahwa orang-orang yang mendustakan dari kalangan orang-orang musyrik itu, mendustakan semua yang dibawa oleh para Rasul, baik mengenai hal itu maupun hal-hal lainnya.

Sedangkan hal ini dijadikan hujjah tersendiri atas mereka, karenanya hal itu menunjukkan bahwa maksudnya adalah, penciptaan mereka atas fitrah pengakuan terhadap tauhid.

Untuk itu, Allah berfirman: أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ (Kami lakukan yang demikian itu agar pada hari Kiamat kamu tidak mengatakan). Maksudnya, agar pada hari Kiamat kelak kalian tidak mengatakan: إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا (Sesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang terhadap hal ini) yaitu tauhid; غَافِلِينَ, (lengah).

Tafsir Quraish Shihab: Pada ayat ini Allah menjelaskan kepada umat manusia mengenai keesaan-Nya melalui bukti-bukti yang terdapat di alam raya, setelah sebelumnya dijelaskan melalui perantaraan para rasul dan kitab-kitab suci- Nya.

Allah berfirman, “Ingatkanlah manusia, wahai Nabi, saat Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi-sulbi anak-anak Adam, keturunannya yang melahirkan generasi-generasi selanjutnya.

Kemudian Dia memberi mereka bukti-bukti ketuhanan melalui alam raya ciptaan-Nya, sehingga–dengan adanya bukti-bukti itu–secara fitrah akal dan hati nurani mereka mengetahui dan mengakui kemahaesaan Tuhan.

Karena begitu banyak dan jelasnya bukti-bukti keesaan Tuhan di alam raya ini, seakan-akan mereka dihadapi oleh satu pertanyaan yang tak dapat dibantah, ‘Bukankah Aku Tuhan kalian?’ Mereka menjawab, ‘Betul, Engkau adalah Tuhan yang diri kami sendiri mempersaksikan-Mu’.

Dengan demikian, pengetahuan mereka akan bukti-bukti tersebut menjadi suatu bentuk penegasan dan, dalam waktu yang sama, pengakuan akan kemahaesaan Tuhan. Hal itu kami lakukan agar di hari kiamat nanti mereka tak lagi beralasan dengan mengatakan, ‘Sesungguhnya kami tidak tahu apa-apa mengenai keesaan Tuhan ini’.

Surah Al-A’raf Ayat 173
أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ

Terjemahan: atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?”

Tafsir Jalalain: أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ (Atau agar kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu) dimaksud sebelum kami

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 28-30; Seri Tadabbur Al-Qur'an

وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ (sedangkan kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang sesudah mereka) maka kami hanya mengikut mereka أَفَتُهْلِكُنَا (Maka apakah Engkau akan membinasakan kami) Engkau akan mengazab kami

بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ (karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?”) dari kalangan orang-orang tua kami yang pertama kali melakukan kemusyrikan.

Kesimpulan pengertian dari ayat ini bahwa mereka tidak mungkin berhujjah dengan alasan itu sedangkan mereka telah melakukan kesaksian terhadap diri mereka sendiri tentang keesaan Tuhan itu.

Penuturan tentang hal ini melalui lisan pemilik mukjizat/Nabi Muhammad saw. kedudukannya sama dengan penuturan terhadap jiwa manusia semuanya.

Tafsir Ibnu Katsir: أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا (atau agar kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Rabb sejak dahulu).

Tafsir Quraish Shihab: Atau agar mereka tidak beralasan, ‘Hanyasanya para nenek-moyang kamilah yang telah menyekutukan Engkau. Sementara kami ini hanyalah anak-cucu yang mengikuti jejak leluhur. Mengapa Engkau menyalahkan dan mencelakakan kami karena perbuatan syirik mereka yang diwariskan kepada kami?’ Alasan seperti ini, tentu tak dapat diterima lagi.”

Surah Al-A’raf Ayat 174
وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Terjemahan: Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

Tafsir Jalalain: وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ (Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu) Kami menerangkan seperti apa yang telah Kami jelaskan di dalam perjanjian kesaksian supaya mereka memikirkannya وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (agar mereka kembali) dari kekafiran mereka kepada kebenaran.

Tafsir Quraish Shihab: Dengan penjelasan penuh hikmah seperti itulah Kami paparkan bukti-bukti adanya Allah kepada anak- anak Adam, agar mereka menyadari kesalahan mereka dan tidak menuruti begitu saja orang-orang yang berbuat kebatilan.

Shadaqallahul’adzim. Alhamdulillah, Demikianlah Terjemahan dan Tafsir Surah Al-A’raf Ayat 172-174 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab sebagai kelanjutan dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita. Semoga menambah khazanah ilmu kita tentang Al Qur’an dan menjadi cahaya dalam kehidupan kita saat ini dan kehidupan berikutnya. Aamiin

M Resky S