Surah Al-A’raf Ayat 175-177; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 175-177

Pecihitam.org – Allah SWT menjelaskan di dalam Surah Al-A’raf Ayat 175-177 bahwa Allah SWT telah memberikan perumpamaan bagi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat yang diturunkan-Nya kepada rasul-Nya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 175-177

Surah Al-A’raf Ayat 175
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ

Terjemahan: Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

Tafsir Jalalain: وَاتْلُ (Dan bacakanlah) hai Muhammad عَلَيْهِمْ (kepada mereka) yakni orang-orang Yahudi نَبَأَ (berita) kabar الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا (orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami, pengetahuan tentang isi Alkitab, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu)

Maksudnya ia keluar darinya dengan membawa kekafirannya, sebagaimana seekor ular keluar dari kulitnya, orang yang dimaksud ialah Bal’am bin Ba’ura salah seorang ulama terkemuka Bani Israel.

Ia diminta agar mendoakan Musa celaka dan untuk itu diberi hadiah, dia mendoakan hal itu tetapi doanya itu menyebabkan senjata makan tuan akhirnya lidahnya menjulur sampai ke dadanya فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ (lalu dia diikuti oleh setan) setan dapat menggodanya sehingga jadilah ia temannya فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ (maka jadilah ia termasuk orang-orang yang sesat).

Tafsir Ibnu Katsir: وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا (Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami pengetahuan tentang isi al-Kitab, kemudian dia melepaskan diri dart pada ayat-ayat itu)

Abdur Razzaq mengatakan dari Abdullah bin Masud ia berkata: “Yaitu seseorang dari Bani Israil yang bemama Bal’am bin Ba’ura”. Sedangkan Malik bin Dinar mengatakan: Ia adalah seorang ulama dari Bani Israil, yang doanya senantiasa dikabulkan. Mereka mendahulukannya ketika menghadapi berbagai kesulitan. Dialah yang Allah sebutkan dalam firman-Nya: فَانْسَلَخَ مِنْهَا (Kemudian ia melepaskan diri dari ayat-ayat itu)

فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ (Lalu ia diikuti oleh syaithan) maksudnya, maka ia tergoda syaithan dan dikuasainya, sehingga apa yang diperintahkannya ia mengikuti dan mentaatinya. Oleh karena itu, Allah berfirman: فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ (Maka jadilah ia termasuk orang-orang yang binasa, bingung dan celaka)

Tafsir Quraish Shihab: Allah telah mengumpamakan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat yang diturunkan kepada rasul- Nya, dan berkata, “Wahai Nabi, bacakanlah kepada kaummu kisah tentang seorang lelaki dari Bani Israil yang mengetahui ayat-ayat yang Kami turunkan kepada rasul-rasul, tetapi kemudian ia tidak mempedulikannya. Setan pun lalu mengikuti jalannya hingga mampu menggodanya. Maka ia pun termasuk kelompok orang-orang yang sesat.

Surah Al-A’raf Ayat 176
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Baca Juga:  Surah Al-Furqan Ayat 75-77; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Terjemahan: Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

Tafsir Jalalain: وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ (Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan dia) kepada derajat para ulama بِهَا (dengan ayat-ayat itu) seumpamanya Kami memberikan taufik/kekuatan kepadanya untuk mengamalkan ayat-ayat itu

وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ (tetapi dia cenderung) yaitu lebih menyukai إِلَى الْأَرْضِ (kepada tanah) yakni harta benda dan duniawi وَاتَّبَعَ هَوَاهُ (dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah) dalam doa yang dilakukannya, akhirnya Kami balik merendahkan derajatnya.

فَمَثَلُهُ (Maka perumpamaannya) ciri khasnya كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ (seperti anjing jika kamu menghalaunya) mengusir dan menghardiknya لْهَثْ (diulurkannya lidahnya) lidahnya menjulur أَوْ (atau) jika تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ (kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga) sedangkan sifat seperti itu tidak terdapat pada hewan-hewan selain anjing. Kedua jumlah syarat menjadi hal, ia menjulurkan lidahnya dalam keadaan terhina dalam segala kondisi.

Maksudnya penyerupaan/tasybih ini ialah mengumpamakan dalam hal kerendahan dan kehinaan dengan qarinah adanya fa yang memberikan pengertian tertib dengan kalimat sebelumnya, yakni kecenderungan terhadap duniawi dan mengikuti hawa nafsu rendahnya, juga karena adanya qarinah/bukti firman-Nya,

ذَٰلِكَ (Demikian itulah) perumpamaan itulah مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ (perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu) kepada orang-orang Yahudi لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (agar mereka berpikir) agar mereka mau memikirkannya hingga mereka mau beriman.

Tafsir Ibnu Katsir: وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ (Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajat]nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah)

Allah berfirman: وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا (Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan [derajatnya] dengan ayat-ayat ini) maksudnya, Kami sucikan ia dari berbagai kotoran dunia, dengan ayat-ayat yang Kami berikan kepadanya.

وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ (tetapi ia cenderung pada dunia) maksudnya ia lebih cenderung pada perhiasan kehidupan dunia dan memilih kelezatan dan menikmatinya, serta tertipu olehnya, sebagaimana telah tertipu orang-orang lain yang tidak memiliki akal pikiran.

Dan Firman-Nya: فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ (Maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya. Dan jika kamu membiarkannya, ia mengulurkan lidahnya juga)

Para ahli tafsir telah berbeda pendapat mengenai maknanya. Menurut ungkapan Ibnu Ishaq, dari Salim, dari Abu Nadhr, bahwa Bal’am keluar lidahnya sampai ke dadanya. Maka tasybih (penyerupaan) dirinya dengan anjing yang menjulurkan lidahnya dalam kedua situasi itu cukup jelas.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 146-147; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Ada juga yang mengatakan bahwa makna firman-Nya itu adalah Bal’am menjadi seperti anjing dalam kesesatannya yang terus-menerus, serta tidak mau mengambil manfaat, baik diseru kepada iman maupun tidak, sehingga menjadi seperti anjing yang menjulurkan lidahnya, baik ketika dihalau atau dibiarkan.

Demikianlah keadaan Bal’am, di mana sama saja baginya, ia tidak mengambil manfaat ketika diberi pelajaran dan seruan kepada keimananan ataupun tidak sebagaimana firman Allah yang artinya: “Sama saja bagi mereka, engkau beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan mereka tetap tidak akan beriman”. (Al-Baqarah: 6)

Dan firman Allah: فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir) Allah berfirman kepada Nabi-Nya, Muhammad saw. demikian maksudnya supaya bani Israil mengetahui keadaan Bal’am dan yang terjadi padanya.

Ketika disesatkan oleh Allah dan dijauhkan dari rahmat Allah, dengan sebab ia menggunakan nikmat Allah yang diberikan kepadanya berupa pengajaran nama-Nya yang Agung (yang jika diminta dengan nama itu, Allah pasti akan mengabulkan dan jika diseru dengannya, Allah pasti akan memenuhi) bukan dalam rangka ketaatan kepada Allah, bahkan ia pernah mendoakan keburukan dengan menggunakan nama itu terhadap Hizbullah (golongan Allah) dan Hizbul Mukminin (golongan orang-orang yang beriman), para pengikut hamba Rasul-Nya pada zaman itu, yaitu Musa bin Imran as.

Oleh karena itu, Allah berfirman: لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (Agar mereka befikir) Sehingga dengan demikian, mereka menghindarkan diri agar tidak mengalami hal yang serupa dengan Bal’am.

Karena Allah telah memberikan kepada mereka ilmu dan kelebihan atas bangsa lainnya dari orang-orang Badui (Arab pedalaman) dan kepada mereka telah diberikan berita tentang sifat Muhammad saw, yang mereka semua mengenal sifatnya, seperti mereka mengenal anak mereka sendiri, maka mereka itulah yang sebenarnya lebih berhak dan lebih patut untuk mengikuti, membela dan mendukung Muhammad saw, sebagaimana hal itu telah diberitahukan dan diperintahkan oleh para Nabi mereka.

Oleh karena itu, barangsiapa antara mereka yang menentang isi kitab-Nya dan menyembunyikannya, sehingga tidak diketahui para hamba-Nya, maka Allah akan menimpakan kepadanya kehinaan di dunia yang disambung dengan kehinaan di akhirat.

Tafsir Quraish Shihab: Jika Kami menghendaki untuk mengangkat derajatnya ke golongan orang baik, niscaya Kami lakukan dengan memberinya petunjuk untuk mengamalkan ayat-ayat yang Kami turunkan.

Akan tetapi dia lebih memilih tersungkur di bumi dan tidak mengangkat derajatnya ke langit. Dia selalu mengikuti hawa nafsunya yang rendah. Keadaannya yang selalu berada dalam gundah gulana dan sibuk mengejar hawa nafsu duniawi, persis seperti anjing yang selalu menjulurkan lidah, baik saat dihalau maupun tidak, karena begitu kuatnya bernafas. (1)

Begitu jugalah seorang budak dunia, selalu tergila-gila dengan kesenangan dan hawa nafsu duniawi. Sesungguhnya ini merupakan perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat yang Kami turunkan. Maka, ceritakanlah, wahai Nabi, kisah ini kepada kaummu, agar mereka berfikir dan beriman.”

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 25; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

(1) Ayat ini mengutarakan suatu fenomena bahwa anjing akan selalu menjulurkan lidah, saat dihalau maupun dibiarkan. Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa anjing tidak memiliki kelenjar keringat di kaki yang cukup, yang berguna untuk mengatur suhu badan.

Karena itulah, untuk membantu mengatur suhu badan, anjing selalu menjulurkan lidah. Sebab, dengan cara membuka mulut yang bisa dilakukan dengan menjulurkan lidah, anjing dapat bernafas lebih banyak dari biasanya.

Surah Al-A’raf Ayat 177
سَاءَ مَثَلًا الْقَوْمُ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَأَنْفُسَهُمْ كَانُوا يَظْلِمُونَ

Terjemahan: Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.

Tafsir Jalalain: سَاءَ (Amat buruklah) amat jeleklah مَثَلًا الْقَوْمُ (perumpamaan suatu kaum) yaitu perumpamaan kaum itu الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَأَنْفُسَهُمْ كَانُوا يَظْلِمُونَ (yaitu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zhalim) dengan mendustakan ayat-ayat itu.

Tafsir Ibnu Katsir: سَاءَ مَثَلًا الْقَوْمُ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا (Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami) Maksudnya, sungguh sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami, di mana mereka diserupakan dengan anjing yang keinginannya hanya mencari makan dan memenuhi hawa nafsunya.

Dengan demikian, orang yang keluar dari lingkup ilmu dan petunjuk, serta cenderung mengikuti nafsu syahwatnya, maka ia menjadi seperti anjing. Yang demikian itu benar-benar yang sangat buruk.

Oleh karena itu, di dalam hadits shahih ditegaskan bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Bukan bagi kami perumpamaan yang buruk, orang yang mengambil kembali pemberiannya, seperti anjing yang rnenjilat kembali muntahnya”.

Dan firman-Nya: وَأَنْفُسَهُمْ كَانُوا يَظْلِمُونَ (Dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat dhalim) Maksudnya, Allah tidak menzhalimi mereka, tetapi merekalah yang telah menzhalimi diri mereka sendiri, dengan penolakan mereka untuk mengikuti petunjuk dan melakukan ketaatan kepada Allah dan lebih memilih kehidupan dunia yang fana, serta cenderung kepada kelezatan duniawi dan mengikuti hawa nafsu.

Tafsir Quraish Shihab: Sangat buruklah keadaan orang-orang yang menentang ayat-ayat Kami. Dengan mengingkari kebenaran, mereka sebenarnya tidak lain telah menganiaya diri mereka sendiri.

Shadaqallahul’adzim. Alhamdulillah, Demikianlah Terjemahan dan Tafsir Surah Al-A’raf Ayat 175-177 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab sebagai kelanjutan dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita. Semoga menambah khazanah ilmu kita tentang Al Qur’an dan menjadi cahaya dalam kehidupan kita saat ini dan kehidupan berikutnya. Aamiin

M Resky S