Surah Al-A’raf Ayat 19-22; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 19-22

Pecihitam.org – Surah Al-A’raf Ayat 19-22 menjelaskan tentang bagaimana tipu daya Setan yang mampu menjerumuskan Adam dan Hawa melanggar larangan Allah SWT. Padahal, sebelum itu mereka telah diperingatkan oleh Allah Ta’ala bahwa setan adalah musuh yang nyata baginya.

Terjemahan dan Tafsir Surah Al-A’raf Ayat 19-22

Surah Al-A’raf Ayat 19
وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

Terjemahan: (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah engkau dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang engkau sukai, dan janganlah engkau berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah engkau berdua termasuk orang-orang yang zhalim”.

Tafsir Jalalain: وَ (Dan) Allah berfirman يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ (“Hai Adam bertempat tinggallah engkau) lafal أَنْتَ merupakan pengukuhan bagi dhamir yang terdapat di dalam lafal اسْكُنْ, tujuannya adalah untuk dijadikan sebagai ma’thuf alaih

وَزَوْجُكَ (dan istrimu) yaitu Hawa, dengan dibaca panjang الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ (di surga serta makanlah olehmu berdua buah-buahan mana saja yang engkau sukai, dan janganlah engkau berdua mendekati pohon ini) dengan cara memakannya, yang dimaksud di sini ialah pohon gandum فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ (maka menjadilah engkau berdua termasuk orang-orang yang zhalim”).

Surah Al-A’raf Ayat 20
فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

Terjemahan: Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yakni auratnya dan setan mengatakan: “Tuhanmu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan agar engkau berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”.

Tafsir Jalalain: فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ (Maka setan mulai menggoda keduanya) yaitu iblis لِيُبْدِيَ (untuk menampakkan) memperlihatkan لَهُمَا مَا وُورِيَ (kepada keduanya apa yang tertutup) dengan wazan fu’ila dari lafal al-muwaaraah

عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ (dari mereka, yakni auratnya dan setan mengatakan, “Tuhanmu tidak melarang engkau dari mendekati pohon ini melainkan) karena khawatir إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ (supaya engkau berdua tidak menjadi malaikat) dan menurut sebuah qiraat dibaca dengan malikaini/lam dikasrahkan

أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ (atau tidak menjadi orang-orang yang kekal dalam surga”) berdasarkan hal tersebut maka memakan pohon itu adalah suatu keharusan sebagaimana yang terdapat juga pada ayat lain, yakni, “Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon kekekalan dan kerajaan yang tidak akan binasa.” (Q.S. Thaha 120)

Surah Al-A’raf Ayat 21
وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

Terjemahan: Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya aku adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada engkau berdua”,

Tafsir Jalalain: وَقَاسَمَهُمَا (Dan dia, setan, bersumpah kepada keduanya) setan bersumpah dengan nama Allah Ta’ala kepada keduanya إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ (“Sesungguhnya aku adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada engkau berdua.”) di dalam hal ini.

Surah Al-A’raf Ayat 22
فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ

Terjemahan: maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah tersebut) dengan tipu daya. Ketika keduanya telah merasakan buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Lalu Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang engkau berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi engkau berdua?”

Tafsir Jalalain: فَدَلَّاهُمَا (Maka setan membujuk keduanya) untuk menurunkan kedudukan keduanya بِغُرُورٍ (dengan tipu daya) darinya. فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ (Ketika keduanya telah merasakan buah pohon itu) mereka berdua telah memakannya

بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا (nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya) yaitu kedua kemaluan masing-masing tampak oleh lainnya; kedua anggota tubuh itu dinamakan sau’ah, karena jika terbuka akan membuat malu orang yang bersangkutan

وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ (dan mulailah keduanya menutupi) maksudnya bahwa keduanya mengambil penutup untuk menutupi عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ (kedua auratnya dengan daun-daun surga) untuk menutupinya.

وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ (Lalu Tuhan mereka menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang engkau berdua dari pohon itu dan Aku katakan kepada engkau, ‘Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi engkau berdua.’)” yang jelas permusuhannya; kata tanya menunjukkan makna penegasan.

Demikian uraian mengenai Surah Al-A’raf Ayat 19-22 berdasarkan Tafsir Jalalain, sebagai lanjutan dari Seri Tadabbur Al-Qur’an kita untuk surah ini. Semoga bermanfaat.

M Resky Syafri
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG