Surah Al-A’raf Ayat 28-30; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 28-30

Pecihitam.org – Surah Al-A’raf Ayat 28-30 menceritakan tentang kebiasaan orang-orang yang mendustakan rasulullah SAW dimana jika mereka melakukan perbuatan mungkar seperti syirik, tawaf di sekeliling ka’bah dengan telanjang dan sebagainya dengan alasan hal tersebut adalah tradisi nenek moyang mereka. Maka Allah SWT mengabarkan kepada mereka melalui ayat ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Penjelasan Surah Al-A’raf Ayat 28-30;

Surah Al-A’raf Ayat 28
وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Terjemahan: Dan jika mereka melakukan perbuatan keji, mereka megatakan: “Kami mendapati nenek moyang kami melakukan hal yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya”. Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (melakukan) perbuatan yang keji”. Mengapa kalian mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui?

Tafsir Jalalain: وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً (Dan jika mereka mengerjakan perbuatan keji) seperti perbuatan syirik dan tawaf mereka di sekeliling Ka’bah dalam keadaan telanjang seraya mengemukakan alasan mereka, “Kami tidak akan melakukan tawaf dengan pakaian yang biasa kami gunakan untuk maksiat.” Lalu mereka dilarang dari perbuatan tersebut

قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا (mereka berkata, “Kami mendapati nenek-moyang kami mengerjakan yang demikian itu) kami hanya mengikut kepada mereka وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا (dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.”) juga.

Baca Juga:  Surah Al-Fath Ayat 1-3; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

قُلْ (Katakanlah) kepada mereka إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (“Sesungguhnya Allah tidak menyuruh mengadakan perbuatan yang keji.” Mengapa kalian mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui?) bahwa Allah mengatakannya; istifham atau kata tanya di sini menunjukkan makna ingkar atau sanggahan.

Tafsir Ibnu Katsir: Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, bahwa dahulu masyarakat Arab selain suku Quraisy, mereka tidak melakukan thawaf di Baitullah dengan mengenakan pakaian yang sedang mereka kenakan.

Mereka menakwilkan bahwa mereka tidak akan melakukan thawaf dengan memakai pakaian yang telah digunakan untuk bermaksiat kepada Allah. Sedangkan kaum Quraisy, yang mana mereka adalah penduduk al-humus, melakukan thawaf dengan pakaian yang sedang dikenakannya.

Selanjutnya, orang yang diberikan pinjaman pakaian oleh Ahmasi (seorang humus), maka ia pun berthawaf dengan mengenakan pakaian tersebut. Dan orang yang membawa pakaian baru, ia juga melakukan thawaf di sana, kemudian sesudah itu melepaskannya kembali dan tidak boleh dimiliki oleh seorang pun.

Maka barangsiapa yang tidak mempunyai pakaian baru dan tidak juga dipinjamankan oleh Ahmasi, maka ia melakukan thawaf secara telanjang. Bahkan terkadang juga perempuan thawaf dengan keadaan telanjang, yang kebanyakan dilakukannya pada malam hari.

Perkara tersebut merupakan perkara yang mereka buat-buat sendiri dan hanya mengikuti nenek moyang mereka. Bahkan, mereka berkeyakinan bahwa apa yang dilakukan oleh nenek moyang mereka itu sesuai dengan perintah dan syariat dari Allah SWT.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 155; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Maka Allah SWT pun mengingkari keyakinan mereka itu dengan menurunkan ayat ini kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada mereka.

Surah Al-A’raf Ayat 29
قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Terjemahan: Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)”.

Tafsir Jalalain: قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ (Katakanlah, “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”) yakni perbuatan yang adil. وَأَقِيمُوا (Dan luruskanlah) diathafkan secara makna kepada lafal “بِالْقِسْطِ“, yang artinya, Ia berkata, “Berlaku adillah kamu dan luruskanlah dirimu.” Atau diathafkan kepada lafal sebelumnya dengan menyimpan taqdir yakni: Hadapkanlah dirimu

وُجُوهَكُمْ (mukamu) kepada Allah عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ (di setiap shalatmu) ikhlaslah kamu kepada-Nya di dalam sujudmu وَادْعُوهُ (dan sembahlah Allah) beribadahlah kepada-Nya مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ (dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya) bersih dari kemusyrikan.

كَمَا بَدَأَكُمْ (Sebagaimana Dia menciptakanmu pada permulaan) yang sebelumnya kamu bukanlah merupakan sesuatu تَعُودُونَ (demikian pulalah akan kembali kepada-Nya) artinya Dia akan mengembalikan kamu pada hari kiamat dalam keadaan hidup kembali.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 96-99; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Surah Al-A’raf Ayat 30
فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلَالَةُ ۗ إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

Terjemahan: Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.

Tafsir Jalalain: فَرِيقًا (Sebagian) dari kamu هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلَالَةُ ۗ إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ (diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung mereka selain Allah) وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ (dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk).

Demikian sekilas penjelasan mengenai Surah Al-A’raf Ayat 28-30 menurut Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir, sebagai kelanjutan seri Tadabbur Al-Qur’an kita. Semoga menambah khazanah ilmu kita semua dan bermanfaat dunia hingga hari akhir. Amin

M Resky S