Surah Al-A’raf Ayat 63-64; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 63-64

Pecihitam.org – Surah Al-A’raf Ayat 63-64 ini Allah SWT mengabarkan mengenai keadaan Nuh as, di mana ia berkata kepada kaumnya bahwa jika Allah SWT mewahyukan kepada salah seorang di antara kalian semata-mata sebagai belas kasihan dan untuk mengingatkan kalian, agar terhindar dari siksa Allah karena menyekutukan-Nya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Surah Al-A’raf Ayat 63-64

Surah Al-A’raf Ayat 63
أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُوا وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Terjemahan: Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat?

Tafsir Jalalain: أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ (Apakah kamu tidak percaya dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan) yakni pelajaran مِنْ رَبِّكُمْ عَلَىٰ (dari Tuhanmu dengan perantaraan) lisan

رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ (seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu) tentang siksaan jika kamu tidak mau beriman وَلِتَتَّقُوا (dan mudah-mudahan kamu bertakwa) kepada Allah وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (dan supaya kamu mendapat rahmat?) oleh sebab pelajaran itu.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 199-200; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Ayat ini memberitahukan tentang keadaan Nuh, di mana ia berkata kepada kaumnya: أَوَعَجِبْتُمْ (Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran).

Maksudnya, janganlah kalian heran terhadap semuanya ini, karena bukan suatu hal yang mengherankan, jika Allah SWT mewahyukan kepada salah seorang di antara kalian semata-mata sebagai belas kasihan, kelembutan dan kebaikan kepada kalian, untuk mengingatkan kalian, supaya kalian menghindari siksa Allah dan supaya kalian tidak menyekutukan-Nya. وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (Mudah-mudahan kamu mendapat rahmat).

Surah Al-A’raf Ayat 64
فَكَذَّبُوهُ فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا عَمِينَ

Terjemahan: Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).

Tafsir Jalalain: فَكَذَّبُوهُ فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ (Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya) dari tenggelam فِي الْفُلْكِ (di dalam bahtera) perahu وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا (dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami) dengan banjir besar. إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا عَمِينَ (Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta) mata hatinya dari kebenaran.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 82-84; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: فَكَذَّبُوهُ (Maka mereka mendustakan Nuh) Artinya, mereka tetap mendustakan dan menentangnya dan tidak ada dari mereka yang beriman kepadanya, kecuali hanya sedikit sekali. Sebagaimana yang dinyatakan dalam ayat lain.

فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ (Kemudian Kami selamatkan ia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera) Yaitu, sebuah kapal. Sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Maka Kami selamatkan Nuh dan para penumpang kapal itu”. (QS. Al-Ankabuut: 15).

وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا (Dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami). إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا عَمِينَ (Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta) Yakni dari kebenaran, mereka tidak dapat melihatnya dan tidak dapat petunjuk untuk menuju kepadanya.

Dalam kisah ini Allah SWT menjelaskan, bahwa Dia menghukum musuh-musuh-Nya dan menyelamatkan Rasul-Nya beserta orang-orang yang beriman, serta menghancurkan semua musuh-musuhnya dari kalangan kaum kafir. Sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya Kami menolong Rasul-Rasul Kami”. (QS. Al-Mukmin: 51)

Demikianlah sunnatullah yang berlaku pada makhluk-Nya di dunia dan akhirat, bahwa kesudahan yang baik, kemenangan dan keberuntungan itu adalah milik orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana Allah telah membinasakan kaum Nabi Nuh as. dengan menenggelamkan mereka dan menyelamatkan Nabi Nuh as. dan para pengikutnya yang beriman.

Baca Juga:  Surah Al-Jatsiyah Ayat 24-26; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam: “Terasa sempit bagi kaum Nuh tanah datar dan pegunungan”. Sedangkan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan: “Allah tidak mengadzab kaum Nuh, melainkan bumi ini dipenuhi oleh mereka, dan tidak ada sebidang tanah pun kecuali sudah ada pemiliknya”.

Alhamdulillah, demikianlah sekilas pembahasan Surah Al-A’raf Ayat 63-64 berdasarkan Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir sebagai lanjutan dari seri Tadabbur Al Qur’an kita di situs ini. Semoga menambah khazanah keislaman kita semua. Amin

M Resky S