Surah Al Ashr; Asbabun Nuzul, Tafsir dan Artinya

Surah Al Ashr

Pecihitam.org – Surah Al Ashr termasuk dalam golongan surah Makkiyah yang terdiri dari tiga (3) ayat. Surah ini adalah surah yang ke-103 berdasarkan urutan surah di dalam al-Qur’an. Kata Al Ashr sendiri artinya adalah waktu/masa.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Syekh Muhammad Abduh menjelaskan bahwa di kalangan masyarakat arab, jika hari telah sore, mereka senang duduk berbincang-bincang masalah kehidupan dan cerita-cerita lain yang berhubungan tentang urusan hidup sehari-hari, banyak juga yang gontok-gontokan asal usul nenek moyang, kedudukan, serta kekayaan, hingga terjadi pertengkaran, pertikaian dan permusuhan.

Melihat kenyataan seperti itu, sebagian masyarakat Arab menilai bahwa waktu ashar adalah waktu celaka. Mereka menilai bahwa waktu asharlah yang menjadi penyebab terjadinya pertikaian dan permusuhan di antara mereka. Sehingga mereka kerapkali menyalahkan waktu ashar sebagai penyebab dari segala masalah yang ada.

Dengan peristiwa tersebut, maka turunlah Surah Al Ashr yang menjelaskan bahwa waktu ashar tidaklah salah, kesalahan sebenarnya justru bersumber dari manusia yang memakai waktu itu melakukan hal-hal yang tidak baik.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 164-166; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Terjemahan dan Tafsir Surah Al Ashr

Surah Al Ashr merupakan surah yang pendek dalam Al Qur’an dan sangat mudah untuk dihafalkan. Akan tetapi, kandungan di dalamnya sangat dalam dan luas. Imam Syafi’i pun sampai mengingatkan begitu luas kandungannya. Berikut isinya lengkap terjemahan dan tafsir singkatnya;

Ayat 1
وَالْعَصْرِ

Terjemahan: Demi masa.

Tafsir: (Demi masa) atau zaman atau waktu yang dimulai dari tergelincirnya matahari hingga terbenamnya; maksudnya adalah waktu shalat Ashar.

Ayat 2
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Terjemahan: Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

Tafsir: (Sesungguhnya manusia itu) yang dimaksud adalah jenis manusia (benar-benar berada dalam kerugian) di dalam perniagaannya dan banyak dikuasai oleh hawa nafsunya.

Ayat 3
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Terjemahan: kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Tafsir: Kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah, mengerjakan amal saleh dengan penuh kepatuhan, dan saling menasihati sesamanya untuk berpegang teguh pada kebenaran–baik berupa keyakinan, ucapan maupun tindakan–dan saling menasihati untuk bersabar atas segala kesulitan yang dialami orang yang berpegang teguh dalam beragama. Mereka adalah orang-orang yang selamat dari kerugian tersebut dan beruntung di dunia dan akhirat.

Baca Juga:  Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 275-281; Hukum Riba

Hikmahnya…

Allah SWT melalui Surah Al Ashr ini menjelaskan lebih lanjut bahwa ada 4 kriteria manusia yang tidak mengalami kerugian. Mereka inilah golongan yang diberi pengecualian oleh Allah SWT, yaitu yang tidak termasuk sebagai orang-orang yang merugi. Ke-empat kriteria itu adalah:

1. Mereka yang beriman kepada Allah

Iman adalah pondasi paling dasar bagi manusia di setiap langkahnya. Tentunya, dibarengi dengan ilmu pengetahuan karena Iman tanpa adanya ilmu tidaklah cukup membuat manusia mampu menjalankan perintah agama dengan benar.

2. Mereka yang Beramal Saleh

Bagi seorang yang beriman, Amal saleh jelas sebagai cerminan keimanan seseorang. Orang yang beriman akan selalu berbuat baik dan bermanfaat bagi orang lain, tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 103-104; Seri Tadabbur Al Qur'an

3. Ikut Dalam Perjuangan Dakwah

Jika seseorang sudah mampu membenahi dirinya, maka ia dituntut untuk mengajak orang lain dalam berbuat kebaikan pula. Ia tidak mengurusi pribadinya semata, namun juga berusaha membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

4. Memiliki Kesabaran

Sabar akan membentuk karakter pantang menyerah dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi segala rintangan.

Demikian sekilas penjelasan mengenai Surah Al Ashr, mulai dari Asbabun Nuzulnya, terjemahan, sampai kepada Tafsirnya yang meskipun singkat, namun Semoga memberikan Hikmah dan pemahaman bagi siapa saja yang membacanya. Aamiin

M Resky S

Leave a Reply

Your email address will not be published.