Surah Al Balad; Terjemahan, Tafsir dan Asbabun Nuzul (Lengkap)

Surah Al Balad

Pecihitam.org – Surah Al Balad (البلد) termasuk dalam kelompok surah-surah Makkiyah yang terdiri dari 20 Ayat. Surah ini berada pada urutan surah ke-90 di dalam al Qur’an. Adapun nama Al Balad artinya adalah Negeri, maksudnya yaitu kota Mekkah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Menurut para Mufassirin bahwa Surah ini turun sebelum hijrah Nabi SAW ke Madinah. Selain bernama Al Balad, dalam Shahih Bukhari juga dinamakan sebagai surah La Uqsimu sebagaima kalimat pertama dalam surah ini.

Asbabu Nuzul Surah Al Balad ini, yaitu berhubungan dengan kedudukan mulia kota Mekkah yang sekaligus menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan kodratnya dalam menghadapi berbagai tantangan hidup sejak manusia dilahirkan hingga maut menjemput.

Menurut Al- Biqa’i, bahwa tujuan utama surah ini adalah untuk membuktikan betapa manusia sangat lemah dan hanya Allah SWT yang memiliki kekuasaan dan kekuatan.

Isi, Tafsir dan Terjemahan Surah Al Balad

Ayat 1
لَا أُقْسِمُ بِهَٰذَا الْبَلَدِ

Terjemahan: Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),

Tafsir: Aku benar-benar bersumpah demi kota suci Mekah.

Ayat 2
وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَٰذَا الْبَلَدِ

Terjemahan: dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,

Tafsir: Dan kamu, Muhammad, bertempat tinggal di kota ini sehingga menambah tinggi kedudukan dan kehormatannya.

Ayat 3
وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ

Terjemahan: dan demi bapak dan anaknya.

Tafsir: Dan Aku bersumpah demi bapak dan anaknya yang merupakan faktor terpenting untuk menjaga keberadaan dan kelangsungan hidup manusia.

Baca Juga:  Surah Al Baqarah Ayat 6-20; Tafsir dan Terjemahan

Ayat 4
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

Terjemahan: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

Tafsir: Bahwa Kami telah menciptakan manusia dalam keadaan sulit dan payah, sejak lahir sampai akhir hayatnya.

Ayat 5
أَيَحْسَبُ أَنْ لَنْ يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ

Terjemahan: Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?

Tafsir: Apakah manusia, yang diciptakan dalam kesulitan, itu menyangka bahwa tidak akan ada seorang pun yang berkuasa menundukkannya?

Ayat 6
يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُبَدًا

Terjemahan: Dan mengatakan: “Aku telah menghabiskan harta yang banyak”.

Tafsir: Ia berkata, “Aku telah mengeluarkan banyak harta yang terkumpul demi memusuhi Muhammad dan menentang dakwahnya.”

Ayat 7
أَيَحْسَبُ أَنْ لَمْ يَرَهُ أَحَدٌ

Terjemahan: Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?

Tafsir: Apakah ia menyangka bahwa perbuatannya itu tidak diketahui oleh siapa pun, bahkan oleh Penciptanya sendiri?

Ayat 8
أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ

Terjemahan: Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,

Tafsir: Bukankah Kami telah menciptakan dua mata untuknya agar ia dapat melihat,

Ayat 9
وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ

Terjemahan: lidah dan dua buah bibir.

Tafsir: juga lidah dan dua bibir agar dapat berbicara?

Ayat 10
وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

Terjemahan: Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,

Tafsir: Dan bukankah telah Kami tunjukkan dan sediakan jalan kebaikan dan keburukan baginya untuk dipilih?

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 161-163; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Ayat 11
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ

Terjemahan: Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.

Tafsir: Tetapi ia tidak mengambil manfaat dari apa yang Kami sediakan itu. Dan juga tidak memudahkan jalan mendaki lagi sulit yang menghalang antara dirinya dan keselamatan, yaitu kekikiran dirinya.

Ayat 12
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ

Terjemahan: Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

Tafsir: Tahukah kamu, apakah yang dimaksud dengan menempuh jalan yang mendaki dan sulit itu?

Ayat 13
فَكُّ رَقَبَةٍ

Terjemahan: (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

Tafsir: Membebaskan seseorang dari perbudakan.

Ayat 14
أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ

Terjemahan: atau memberi makan pada hari kelaparan,

Tafsir: Atau memberi makan di hari kelaparan. yakni sewaktu terjadi bencana kelaparan

Ayat 15
يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ

Terjemahan: (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

Tafsir: Kepada anak yatim yang memiliki hubungan kerabat, sebagai belas kasihan karena kekerabatan dan kemiskinannya.

Ayat 16
أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ

Terjemahan: atau kepada orang miskin yang sangat fakir.

Tafsir: Atau kepada orang miskin yang sangat fakir dan membutuhkan.

Ayat 17
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ

Terjemahan: Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Baca Juga:  Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 204-210; Perbuatan Orang-orang Munafik

Tafsir: Kemudian menjadi golongan orang-orang yang beriman, yang saling menasihati di antara mereka dengan kesabaran dan kasih sayang.

Ayat 18
أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ

Terjemahan: Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

Tafsir: Mereka yang memiliki sifat-sifat ini adalah orang-orang yang berbahagia dan termasuk golongan kanan.

Ayat 19
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ

Terjemahan: Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

Tafsir: Dan orang-orang yang ingkar dengan segala yang Kami tunjukkan sebagai bukti kebenaran, yaitu berupa kitab suci dan argumentasi, mereka adalah orang-orang yang sengsara dan termasuk golongan kiri dan mendapatkan azab.

Ayat 20
عَلَيْهِمْ نَارٌ مُؤْصَدَةٌ

Terjemahan: Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.

Tafsir: Mereka akan mendapatkan neraka yang pintu-pintunya tertutup rapat.

Demikian penjelasan singkat tentang Surah Al Balad yang dilengkapi dengan Tafsir, Terjemahan dan Asbabun Nuzulnya. Semoga kita istiqomah belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.

M Resky S

Leave a Reply

Your email address will not be published.