Surah Al Fil; Asbabun Nuzul, Tafsir dan Artinya

Surah Al Fil

Pecihitam.org – Surah Al Fil termasuk surah Makkiyah yang terdiri dari 5 ayat saja. Surah ini adalah surah yang ke-105 berdasarkan urutan surah di dalam al-Qur’an al-Karim. Arti Al Fiil sendiri adalah Gajah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Surah Al Fil mengandung kisah gagalnya usaha penghancuran Ka’bah oleh Abrahah (raja yaman) dan 60.000 pasukannya, yang di antara pasukan tersebut terdapat 13 gajah (atau 9 dalam versi lain). Hingga Tahun di mana masa terjadinya peristiwa ini tercatat dalam sejarah Islam sebagai Tahun Gajah.

Serangan militer tersebut bertujuan untuk menghancurkan Ka’bah, agar masyarakat Arab tidak lagi berkunjung ke Ka’bah. Abrahah menginginkan agar bangsa Arab berpindah kiblat. Yang semula ke Ka’bah berpindah ke Katedral di San’a.

Sayangnya, nasib naas menimpa Abraha dan pasukannya saat mereka melintasi lembah muhassar (lembah kehinaan). Mereka dilempari dengan bebatuan yang terbuat dari tanah yang terbakar yang dibawa oleh sekumpulan burung yang membuat daging pasukan gajah hancur binasa.

Kejadian ini adalah anugerah dari Allah SWT yang telah menyelamatkan Ka’bah dan penduduk Makkah dari serangan pasukan Abrahah. Maka dari itu, hingga hari ini bangsa Arab senantiasa memuliakan Ka’bah dan penduduknya.

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 10-11; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Terjemahan dan Tafsir Surah Al Fil

Ayat 1
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

Terjemahan: Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?

Tafsir: Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna takjub; artinya sepatutnya kamu merasa takjub (bagaimana Rabbmu telah bertindak terhadap tentara bergajah) orang yang mempunyai gajah itu bernama Mahmud yang disertai oleh teman-temannya, yaitu raja negeri Yaman yang bernama Abrahah berikut tentaranya.

Dia telah membangun sebuah gereja di Shan’a dengan tujuan supaya orang-orang berpaling dari menziarahi Mekah dan tidak menziarahinya lagi. Pada suatu hari ada seseorang lelaki dari Kinanah telah membuat kejadian di gereja tersebut, ia melumuri bagian gereja yang dijadikan kiblat dengan kotoran unta dengan maksud menghinanya.

Abrahah bersumpah untuk menghancurkan Kakbah. Lalu ia datang ke Mekah bersama tentaranya, beserta gajah-gajah milik Mahmud tadi. Ketika mereka mulai bergerak hendak menghancurkan Kakbah, Allah mengirimkan kepada mereka apa yang dikisahkan-Nya melalui firman selanjutnya yaitu:

Ayat 2
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ

Baca Juga:  Surah Al-Qashash Ayat 78; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Terjemahan: Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?

Tafsir: Dan kamu pun telah mengetahui bahwa Allah menjadikan usaha mereka untuk menghancurkan Ka’bah itu lenyap dan sia-sia. Allah menggagalkan usaha mereka sehingga mereka tidak berhasil memperoleh apa yang mereka inginkan.

Ayat 3
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ

Terjemahan: dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,

Tafsir: Dan Allah memerintahkan balatentara-Nya yang berupa burung untuk menyerang mereka secara berkelompok dan bertubi-tubi dan mengepung mereka dari segala penjuru.

Menurut suatu pendapat bahwa lafal Abaabiil ini tidak ada bentuk Mufradnya, sama halnya dengan lafal Asaathiir. Menurut pendapat yang lain bahwa bentuk tunggalnya adalah Abuul atau Ibaal atau Ibbiil yang wazannya sama dengan ‘Ajuul, Miftaah dan Sikkiin.

Ayat 4
تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ

Terjemahan: yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

Tafsir: Pasukan burung itu melempari mereka dengan bebatuan dari neraka jahanam.

Ayat 5
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ

Terjemahan: lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Tafsir: (Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan) atau bagaikan daun tanaman yang dimakan oleh ternak, kemudian diinjak-injak dan dicabik-cabiknya.

Baca Juga:  Surah Al-Qashash Ayat 33-35; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Allah telah membinasakan setiap orang dari mereka dengan batu yang padanya telah tertulis nama orang yang dikenainya. Setiap batu bentuknya lebih besar sedikit daripada biji ‘adasah dan agak kecil daripada biji kacang Humsh; batu itu dapat menembus topi baja tentara yang berjalan kaki dan gajah yang dibawanya, kemudian batu itu jatuh ke tanah setelah menembus badan mereka. Hal tersebut terjadi pada tahun kelahiran Nabi saw.

Demikian penjelasan Surah Al Fil, mulai dari Asbabun Nuzulnya, Terjemahan, dan Tafsir singkatnya. Semoga kita senantiasa mengmbil hikmah dalam peristiwa yang tercatat di dalamnya.

M Resky S

Leave a Reply

Your email address will not be published.