Surah Al-Hajj Ayat 23-24; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Hajj Ayat 23-24

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Hajj Ayat 23-24 ini, Allah menerangkan berbagai kenikmatan yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang membersihkan diri dan hatinya serta selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang mendapat kenikmatan ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hajj Ayat 23-24

Surah Al-Hajj Ayat 23
إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

Terjemahan: Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.

Tafsir Jalalain: Allah swt. berfirman kepada orang-orang Mukmin, إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا (“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.

Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara) kalau dibaca Lu-luin maka artinya perhiasan itu terdiri dari emas dan mutiara, atau emas itu dihiasi dengan mutiara. Jika dibaca Lu-luan berarti ia di’athafkan secara Mahall kepada lafal Min Asaawira.

وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ (Dan pakaian mereka adalah sutera) yaitu pakaian yang diharamkan bagi kaum lelaki di dunia.

Tafsir Ibnu Katsir: Ketika Allah Ta’ala telah mengabarkan tentang kondisi penghuni neraka [kita berlindung kepada Allah dari kondisi mereka], serta hukuman, kehinaan, pembakaran dan pembelengguan yang mereka dapatkan serta baju-baju api neraka yang dipersiapkan untuk mereka, Dia pun kemudian menyebutkan kondisi penghuni surga [kita meminta kepada Allah dari keutamaan dan kelebihan-Nya.]

Maka Dia berfirman: إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ (“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal shalih ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai,”) yaitu alirannya menembus pada naungan, sisi-sisi dan pinggir-pinggirnya serta di bawah pohon-pohon dan istana-istananya yang dapat diarahkan kemana saja menurut apa yang mereka kehendaki dan inginkan.

يُحَلَّوْنَ فِيهَا (“Mereka diberi perhiasan di dalamnya,”) berupa beberapa perhiasan. مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا (“Dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara”) yaitu di tangan-tangan mereka, sebagaimana sabda Nabi dalam hadits Muttafaq `alaih: “Perhiasan orang mukmin itu akan mencapai anggota yang sampai kepadanya wudhu.”

Firman-Nya: وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ (“Dan pakaian mereka adalah sutera,”) kontradiktif dengan pakaian penghuni neraka yang disandangkan kepada mereka. Pakaian penghuni surga adalah dari sutera, yang tipis dan yang tebal.

Baca Juga:  Surah Al-Hajj Ayat 19-22; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Di dalam hadits shahih: “Janganlah kalian memakai sutera dan sutera halus di dunia. Karena, barang-siapa yang memakainya di dunia, niscaya ia tidak akan memakainya di akhirat.” Abdullah bin az-Zubair berkata: “Barangsiapa yang tidak memakai sutera di akhirat, maka berarti dia tidak masuk ke dalam Jannah.”

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Allah menerangkan berbagai kenikmatan yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang membersihkan diri dan hatinya serta selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Berbagai kenikmatan yang akan diterima ialah:

  1. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.
  2. Mereka diberi perhiasan yang indah, seperti gelang-gelang dari emas, mahkota yang bertahtakan permata dan mutiara yang indah.
  3. Bagi mereka disediakan pakaian sutera yang indah.
  4. Mereka diberi petunjuk dan pelajaran, sehingga mereka mengucapkan perkataan yang sopan dan sedap didengar, mengerjakan perbuatan yang menyenangkan hati orang, dapat bergaul dengan baik dengan penduduk surga yang lain, hidup bersaudara, dan saling kasih mengasihi.

Sebagaimana keterangan Allah tentang azab di atas, maka gambaran kenikmatan dan kesenangan yang digambarkan pada ayat ini, sebagai pahala yang akan diterima orang-orang yang beriman dan beramal saleh di akhirat nanti adalah sama dengan kenikmatan dan kesenangan yang selalu diimpikan oleh manusia selama mereka hidup di dunia.

Pada umumnya manusia waktu hidup di dunia menginginkan kekayaan yang berlimpah-ruah, mempunyai kedudukan yang terhormat dan kekuasaan yang tidak terbatas, mempunyai istri-istri yang cantik dan perkakas rumah tangga yang serba mewah.

Sekalipun Allah telah menjelaskan dalam ayat-ayat-Nya hal-hal yang demikian itu, namun masalah surga dan neraka itu termasuk hal yang gaib bagi manusia, hanya Allah sajalah yang mengetahui hakikat yang sebenarnya, tetapi kaum Muslimin wajib percaya bahwa surga dan neraka itu pasti ada. Gambaran yang diberikan Allah itu, merupakan sebagian dari kesenangan yang dijanjikan itu.

Kesenangan yang sebenarnya lebih dari gambaran itu karena bagi manusia sendiri tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan sebagai perbandingan. Yang jelas ialah bahwa orang-orang yang beriman akan mengalami kesenangan dan kenikmatan yang tiada taranya, belum pernah dirasakan selama hidup di dunia, semua menyenangkan hati, perasaan, pikiran, penglihatan, pendengaran dan sebagainya.

Tafsir Quraish Shihab: Adapun mereka yang beriman kepada Allah dan berbuat baik, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang dialiri oleh sungai-sungai di bawah istana-istana dan pepohonannya. Di sana mereka akan menikmati berbagai macam kesenangan, diberi perhiasan oleh para malaikat berupa gelang yang terbuat dari emas dan mutiara. Adapun pakaian yang biasa mereka kenakan adalah terbuat dari sutra.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 155; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Surah Al-Hajj Ayat 24
وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَى صِرَاطِ الْحَمِيدِ

Terjemahan: Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.

Tafsir Jalalain: وَهُدُوا (Dan mereka diberi petunjuk) di dunia إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ (kepada ucapan-ucapan yang baik) yaitu kalimat La Ilaaha Illallaah/ tidak ada Tuhan selain Allah وَهُدُوا إِلَى صِرَاطِ الْحَمِيدِ (dan mereka ditunjuki pula kepada jalan yang terpuji) yakni jalan Allah yang terpuji dan agama-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ (“Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik,”) seperti firman Allah: تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ (“Dan ucapan penghormatan mereka adalah salaam.”) (QS.Ibrahim:23). Maka mereka diberi petunjuk ke tempat yang di dalamnya mereka mendengar ucapan-ucapan yang baik. Firman-Nya:

وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا (“Dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,”) (QS. Al-Furqaan: 75), tidak sebagaimana dihinakannya penghuni neraka dengan ucapan-ucapan yang berisi hinaan dan ejekan. Lalu dikatakan kepada mereka: ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ (“Rasakanlah olehmu adzab yang membakar.”) (QS. All ‘Imran: 181)

Firman-Nya: وَهُدُوا إِلَى صِرَاطِ الْحَمِيدِ (“Dan ditunjuki pula kepada jalan Allah yang terpuji,”) yaitu ke tempat yang di dalamnya mereka memuji Rabb mereka atas kebaikan, nikmat dan tuntunan yang diberikan-Nya kepada mereka. Sebagaimana yang diberitakan di dalam hadits shahih: “Sesungguhnya mereka mendapatkan ilham untuk bertasbih dan bertahmid sebagaimana mereka mendapatkan ilham untuk bernafas.”

Sebagian ahli tafsir berkata tentang firman-Nya: وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ (“Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik,”) yaitu’al-Qur’an. Satu pendapat mengatakan: “Laa Ilaaha Illalaah.” Dan pendapat lain mengatakan: “Yaitu dzikir-dzikir yang disyari’atkan.”

وَهُدُوا إِلَى صِرَاطِ الْحَمِيدِ (“Dan ditunjuki pula kepada jalan Allah yang terpuji,”) yaitu jalan yang lurus di dunia. Semua ini tidak bertentangan dengan apa yang telah kami sebutkan. Wallahu a’lam.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Allah menerangkan berbagai kenikmatan yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang membersihkan diri dan hatinya serta selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Berbagai kenikmatan yang akan diterima ialah:

  1. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.
  2. Mereka diberi perhiasan yang indah, seperti gelang-gelang dari emas, mahkota yang bertahtakan permata dan mutiara yang indah.
  3. Bagi mereka disediakan pakaian sutera yang indah.
  4. Mereka diberi petunjuk dan pelajaran, sehingga mereka mengucapkan perkataan yang sopan dan sedap didengar, mengerjakan perbuatan yang menyenangkan hati orang, dapat bergaul dengan baik dengan penduduk surga yang lain, hidup bersaudara, dan saling kasih mengasihi.
Baca Juga:  Surah Al Kautsar; Asbabun Nuzul, Tafsir dan Terjemahannya

Sebagaimana keterangan Allah tentang azab di atas, maka gambaran kenikmatan dan kesenangan yang digambarkan pada ayat ini, sebagai pahala yang akan diterima orang-orang yang beriman dan beramal saleh di akhirat nanti adalah sama dengan kenikmatan dan kesenangan yang selalu diimpikan oleh manusia selama mereka hidup di dunia.

Pada umumnya manusia waktu hidup di dunia menginginkan kekayaan yang berlimpah-ruah, mempunyai kedudukan yang terhormat dan kekuasaan yang tidak terbatas, mempunyai istri-istri yang cantik dan perkakas rumah tangga yang serba mewah.

Sekalipun Allah telah menjelaskan dalam ayat-ayat-Nya hal-hal yang demikian itu, namun masalah surga dan neraka itu termasuk hal yang gaib bagi manusia, hanya Allah sajalah yang mengetahui hakikat yang sebenarnya, tetapi kaum Muslimin wajib percaya bahwa surga dan neraka itu pasti ada.

Gambaran yang diberikan Allah itu, merupakan sebagian dari kesenangan yang dijanjikan itu. Kesenangan yang sebenarnya lebih dari gambaran itu karena bagi manusia sendiri tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan sebagai perbandingan.

Yang jelas ialah bahwa orang-orang yang beriman akan mengalami kesenangan dan kenikmatan yang tiada taranya, belum pernah dirasakan selama hidup di dunia, semua menyenangkan hati, perasaan, pikiran, penglihatan, pendengaran dan sebagainya.

Tafsir Quraish Shihab: Untuk menambah kesenangan di surga, mereka diajari Allah lewat ilham mengenai ucapan-ucapan manis dan perbuatan terpuji. Mereka pun kemudian menyucikan Allah, mensyukuri-Nya dan saling bergaul antar mereka dalam suasana cinta dan kedamaian.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Hajj Ayat 23-24 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S