Surah Al-Hijr Ayat 39-44; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Hijr Ayat 39-44

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Hijr Ayat 39-44 ini, Dalam ayat ini disebutkan bahwa setan menyesatkan pikiran dan perbuatan manusia dengan memoles dan membungkus perbuatan maksiat agar terlihat indah. Karena, ketika manusia melihat perbuatan maksiat sebagai keburukan, secara alamiah ia tidak akan terjerumus ke dalam kemaksiatan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dan sesungguhnya neraka yang dahsyat benar-benar menjadi tempat kembali iblis dan pengikut-pengikutnya semuanya. Ia memiliki tujuh pintu, setiap pintu berada di bawah pintu lainya. Dan bagi setiap pintu, ada jatah dan bagian dari pengikut iblis sesuai dengan amal perbuatan mereka.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hijr Ayat 39-44

Surah Al-Hijr Ayat 39
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

Terjemahan: Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

Tafsir Jalalain: قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي (Iblis berkata, “Ya Rabbku! Oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat) artinya disebabkan Engkau telah menetapkan aku sesat; huruf ba pada lafal bimaa adalah bermakna qasam,

sedangkan jawabnya ialah لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ (pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik di muka bumi ini) terhadap perbuatan-perbuatan maksiat وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah swt. berfirman, memberitahukan tentang iblis dan pembangkangan serta arogansinya, dia berkata kepada Rabb: بِمَا أَغْوَيْتَنِي (Oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat) sebagian ulama mengatakan: “Iblis bersumpah dengan penyesatan Allah kepadanya.”

Ibnu Katsir berkata: “Ada kemungkinan artinya adalah disebabkan Engkau telah menyesatkanku: لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ (pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik [perbuatan maksiat].”

Maksudnya bagi anak cucu Adam, فِي الْأَرْضِ (“di muka bumi”). aku akan menjadikan mereka senang berbuat maksiat atau durhaka, menyukainya, membantu mereka dan mendorong mereka kepadanya dengan sungguh-sungguh,

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 34-38; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (Dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya) maksudnya sebagaimana Engkau telah menyesatkanku dan mentakdirkanku demikian.

Tafsir Quraish Shihab: Iblîs yang membangkang dan durhaka itu berkata, “Wahai Penciptaku Yang menghidupkan aku. Karena Engkau telah menghendaki aku sesat, maka aku akan menyesatkan anak cucu Adam dengan membuat kejahatan tampak indah bagi mereka. Aku akan selalu berbuat apa saja demi menyesatkan mereka semua.

Surah Al-Hijr Ayat 40
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Terjemahan: kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.

Tafsir Jalalain: إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka) yakni orang-orang yang beriman.

Tafsir Ibnu Katsir: إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlish di antara mereka)

Tafsir Quraish Shihab: Tidak akan ada yang dapat selamat dari penyesatan yang aku lakukan kecuali hamba-hamba-Mu yang beribadah dengan ikhlas. Aku tidak mampu menguasai mereka, karena jiwa mereka penuh dengan zikir menyebut asma-Mu.

Surah Al-Hijr Ayat 41
قَالَ هَٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ

Terjemahan: Allah berfirman: “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya).

Tafsir Jalalain: قَالَ (Berfirmanlah Allah) Swt. هَٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ (“Inilah jalan yang lurus; kewajiban Akulah memeliharanya”)

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman kepadanya sambil mengancam dan berjanji: هَٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ (Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban-Ku lah [menjaganya]) maksudnya kamu sekalian kembali kepada-Ku, dan Aku akan membalas perbuatan kalian, kalau baik akan Kubalas dengan kebaikan, dan bila buruk akan Kubalas dengan keburukan,

sebagaimana firman Allah: inna rabbaka labil mirshaad (Sesungguhnya Rabbmu benar-benar mengawasimu.) (al-Fajr: 14). Ada pendapat lain yang mengatakan, maksudnya ialah jalan kebenaran itu kembali menuju dan berakhir kepada Allah Ta’ala.

Mujahid, al-Hasan dan Qatadah mengatakan, hal itu sama dengan firman Allah: wa ‘alallaaHi qashdus sabiil (Dan kepada Allah lah tujuan jalan itu) (an-Nahl: 9)

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 89-93; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Keikhlasan hamba-hamba-Mu dalam sikap beragama mereka itu adalah jalan yang lurus yang tidak dapat aku lawan. Aku tak mampu menyesatkan mereka.”

Surah Al-Hijr Ayat 42
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ

Terjemahan: Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.

Tafsir Jalalain: إِنَّ عِبَادِي (Sesungguhnya hamba-hamba-Ku) yang beriman لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ (tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka) kamu tidak mempunyai kekuatan إِلَّا (kecuali) hanyalah مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ (orang-orang yang mengikut kalian; yaitu orang-orang yang sesat) yakni orang-orang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan firman-Nya: إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ (Sesungguhnya hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka) maksudnya, yang Kutakdirkan mendapat petunjuk, maka kamu tidak memiliki jalan untuk menguasai mereka dan kamu tidak dapat mencapai mereka.

إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ (Kecuali orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat) ini adalah istisna’ munqathi’ (yang dikecualikan).

Tafsir Quraish Shihab: Allah berfirman, “Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang tulus murni dan ikhlas dalam sikap beragama itu memang tidak dapat kau sesatkan. Tetapi, orang-orang tersesat yang mengikutimu, jiwa mereka dapat kau kuasai dan kau sesatkan.

Surah Al-Hijr Ayat 43
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ

Terjemahan: Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.

Tafsir Jalalain: وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ (Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah dijanjikan kepada mereka semuanya) yaitu kepada orang-orang yang mengikutimu.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ (Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka [pengikut-pengikut setan] semuanya) maksudnya jahanam itu tempat yang dijanjikan kepada semua pengikut iblis,

sebagaimana Allah berfirman tentang al-Qur’an: wa may yakfur biHii minal ahzaabi fan naaru mau’iduHu (“Barangsiapa yang kafir/ingkar terhadapnya [al-Qur’an] dari mereka [orang-orang Quraisy dan sekutu-sekutunya], maka nerakalah tempat yang diancamkan kepadanya”) (Huud: 17)

Baca Juga:  Surah An-Naml Ayat 27-31; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Neraka yang kejam dan amat dalam itu adalah siksaan pedih yang disediakan untuk mereka semua.

Surah Al-Hijr Ayat 44
لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ

Terjemahan: Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.

Tafsir Jalalain: (Jahanam itu mempunyai tujuh pintu) tujuh lapis (Tiap-tiap pintu) daripadanya (adalah untuk segolongan di antara mereka bagian) yakni jatah (yang tertentu).

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian Allah memberitahukan bahwa Jahanam itu mempunyai tujuh pintu: لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ (Tiap-tiap pintu [ditetapkan] untuk golongan yang tertentu dari mereka) maksudnya masing-masing pintu sudah ditetapkan untuk bagian tertentu dari pengikut iblis yang akan memasukinya, dan mereka tidak dapat menghindarinya.

semoga Allah menyelamatkan kita darinya, masing-masing dari mereka memasuki melalui pintu tertentu sesuai dengan amal perbuatannya dan berada di dalamnya juga sesuai dengan perbuatannya.

Tafsir Quraish Shihab: Neraka yang kejam itu tidak hanya mempunyai satu pintu, tetapi tujuh pintu, karena begitu banyaknya orang yang pantas masuk neraka. Masing-masing pintu itu dikhususkan untuk golongan tertentu. Dan masing-masing golongan mempunyai derajat sendiri-sendiri sesuai kejahatan yang dilakukan.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Hijr Ayat 39-44 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S