Surah Al-Hijr Ayat 67-72; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Hijr Ayat 67-72

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Hijr Ayat 67-72 ini, Ketika para malaikat memasuki rumah Nabi Luth as, isteri beliau menginformasikan kedatangan para tamu kepada para penentang Nabi Luth as. Setelah mendapat berita dari isteri Nabi Luth as, mereka segera mengelilingi rumah beliau.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Luth as kemudian mendatangi mereka dan berkata, “Mereka ini adalah tamu-tamu saya. Oleh karena itu jangan melakukan apa-apa terhadap mereka sehingga saya menjadi malu.” Nabi Luth as menghalangi mereka untuk mengganggu tamu-tamunya.

Menghadapi sikap Nabi Luth as, mereka malah dengan congkak berusaha memutarbalikkan fakta dan mengatakan, “Engkau tidak memberi izin mereka menjadi tamumu. Oleh karenanya keluarkan mereka dari rumahmu dan berikan kepada kami.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hijr Ayat 67-72

Surah Al-Hijr Ayat 67
وَجَاءَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ يَسْتَبْشِرُونَ

Terjemahan: Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu.

Tafsir Jalalain: وَجَاءَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ (Dan datanglah penduduk kota) yaitu kota Sodom yang para penduduknya adalah kaum Nabi Luth; mereka datang sewaktu mendengar bahwa di dalam rumah Nabi Luth terdapat beberapa laki-laki tampan yang masih muda-muda, mereka adalah para malaikat itu

يَسْتَبْشِرُونَ (dengan gembira) lafal yastabsyiruun menjadi hal, artinya keadaan mereka sangat gembira sekali dengan kedatangan para tamu itu, karena mereka berniat untuk melampiaskan nafsu homonya terhadap tamu-tamu itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala memberitakan tentang kedatangan kaum Luth setelah mereka mengetahui tamu-tamunya yang tampan dengan wajah-wajah yang cerah. Mereka datang ke rumah Luth dengan penuh kegembiraan.

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 6-9; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Ketika waktu subuh datang, mereka melihat para malaikat dalam bentuk manusia yang elok rupawan. Mereka gembira melihat itu dengan harapan mereka dapat melakukan kejahatan mereka yang keji, yaitu melampiaskan nafsu seksual kepada laki-laki.

Surah Al-Hijr Ayat 68
قَالَ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ ضَيْفِي فَلَا تَفْضَحُونِ

Terjemahan: Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku).

Tafsir Jalalain: قَالَ (Ia berkata) yakni Nabi Luth إِنَّ هَٰؤُلَاءِ ضَيْفِي فَلَا تَفْضَحُونِ (“Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kalian memberi malu kepadaku.”)

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ ضَيْفِي فَلَا تَفْضَحُونِ (Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku, maka janganlah kamu memberi malu [kepadaku],

Tafsir Quraish Shihab: Lûth khawatir mereka akan melakukan perbuatan keji mereka. Lalu ia pun berkata, “Mereka itu adalah tetamuku, maka jangan kalian permalukan aku dengan perbuatan keji kalian itu.

Surah Al-Hijr Ayat 69
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ

Terjemahan: dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina”.

Tafsir Jalalain: وَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ (Dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian membuat aku terhina) dengan niat kalian yang ingin melampiaskan nafsu homo kalian terhadap mereka itu.

Tafsir Ibnu Katsir: وَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ (dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina).

Tafsir Quraish Shihab: Bertakwalah kalian kepada Allah. Janganlah kalian lakukan kekejian itu, dan janganlah kalian mempermalukan aku di hadapan mereka.”

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 106; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Surah Al-Hijr Ayat 70
قَالُوا أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعَالَمِينَ

Terjemahan: Mereka berkata: “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?”

Tafsir Jalalain: قَالُوا أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعَالَمِينَ (Mereka berkata, “Bukankah kami telah melarangmu dari menerima manusia?”) yakni menerima mereka sebagai tamumu.

Tafsir Ibnu Katsir: mereka berkata: قَالُوا أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعَالَمِينَ (Bukankah kami sudah melarangmu dari [melindungi] manusia?) maksudnya, bukankah kami telah melarangmu untuk menerima seorang tamu pun?

Tafsir Quraish Shihab: Para pelaku kejahatan itu berkata, “Bukankah kami telah melarangmu untuk menjamu seseorang kemudian sekarang kamu mencegah kami melampiaskan keinginan kami kepada mereka?”

Surah Al-Hijr Ayat 71
قَالَ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ

Terjemahan: Luth berkata: “Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”.

Tafsir Jalalain: قَالَ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ (Luth berkata, “Inilah putri-putriku, jika kalian hendak berbuat,”) untuk melampiaskan nafsu syahwat kalian, oleh sebab itu maka kawinilah mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ ضَيْفِي فَلَا تَفْضَحُونِ (Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku, maka janganlah kamu memberi malu [kepadaku],

Tafsir Quraish Shihab: Nabi Lûth, sambil mengingatkan mereka cara wajar yang diperbolehkan, berkata, “Ini gadis-gadis desa. Mereka adalah anak-anakku. Kawinilah mereka jika kalian ingin menyalurkan nafsu kalian.”

Surah Al-Hijr Ayat 72
لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ

Terjemahan: (Allah berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”.

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 61-64; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: لَعَمْرُكَ (Demi umurmu) khithab atau pembicaraan ini ditujukan kepada Nabi saw.; artinya demi hidupmu إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ (sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan atau kesesatan) yakni mereka bergelimang di dalam kesesatannya.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ (Demi umurmu [Muhammad], sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan [kesesatan]) Allah berfirman: demi hidupmu, umurmu, dan keberadaanmu di dunia.

إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ (Sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan [kesesatan]) perkataan Ibnu ‘Abbas ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Qatadah berkata: “Fii sakratihim artinya fii dlalaalatiHim [dalam kesesatan mereka], ya’maHuun artinya yal’abuun [bermain-main].”

Tafsir Quraish Shihab: Demi hidupmu, wahai Nabi yang terpercaya, sesungguhnya mereka lengah, seperti orang mabuk, terhadap azab yang akan menimpa mereka. Mereka adalah orang-orang tersesat dan bimbang, tidak mengerti jalan yang akan dilalui.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Hijr Ayat 67-72 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S