Surah Al-Isra Ayat 17; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Isra Ayat 17

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Isra Ayat 17 ini, menceritakan kaum-kaum yang mengalami nasib yang sama setelah Nuh. Mereka dibinasakan karena pembangkangan mereka terhadap Rasul-rasul Allah yang ditugasi untuk menghentikan mereka dan mengajak untuk kembali menaati Allah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ayat ini sebagai penegasan terhadap ayat yang lalu, bahwa tiap kaum yang tetap membangkang setelah datangnya rasul yang memberi peringatan kepada mereka, pasti akan mengalami nasib buruk yang sama dengan umat-umat terdahulu.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Isra Ayat 17

وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِن بَعْدِ نُوحٍ وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

Terjemahan: Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.

Tafsir Jalalain: وَكَمْ (Dan sudah berapa banyak) telah banyak أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ (Kami binasakan umat-umat) bangsa-bangsa مِن بَعْدِ نُوحٍ وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا (sesudah Nuh. Dan cukuplah Rabbmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya) Dia mengetahui dosa-dosa mereka yang tersembunyi dan dosa-dosa mereka yang terang-terangan. Lafal bidzunuubi bertaalluq kepada lafal khabiiran dan bashiiran.

Baca Juga:  Surah Al-Isra ayat 100; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman seraya memperingatkan orang-orang kafir Quraisy mengenai tindakan mereka mendustakan Rasul-Nya, Muhammad saw, bahwa Dia telah membinasakan umat-umat yang duhulu pernah mendustakan para Rasul setelah Nuh as.

Dan hal itu menunjukkan bahwa selama kurun antara Adam dan Nuh, mereka telah memeluk Islam. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas, bahwa masa antara Adam dan Nuh itu sepuluh kurun, yang semuanya memeluk agama Islam.

Artinya, bahwa kalian, hai sekalian para pendusta, tidak lebih mulia dari mereka (para Rasul) di hadapan Allah. Dan kalian telah mendustakan Rasul yang paling mulia dan makhluk yang paling terhormat, sehingga penimpaan siksaan kepada kalian itu memang merupakan suatu hal yang layak dan seimbang.

Baca Juga:  Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 234-237 dan Terjemahannya

Dan firman-Nya: وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا (Dan cukuplah Rabbmu Mahamengetahui lagi Mahanielihat dosa hamba-hamba-Nya) Maksudnya, Dia itu Mahamengetahui segala perbuatan mereka, yang baik maupun yang buruk. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya, Mahasuci Dia lagi Mahatinggi.

Tafsir Kemenag: Allah lalu mengisahkan kaum-kaum yang mengalami nasib yang sama setelah Nuh. Mereka dibinasakan karena pembangkangan mereka terhadap utusan-utusan Allah yang ditugasi untuk menghentikan mereka dan mengajak untuk kembali menaati Allah.

Di akhir ayat ini, Allah swt menyebutkan bahwa balasan yang serupa itu adalah balasan yang bijaksana dan adil, karena Allah telah memberi peringatan dan mengetahui tindak-tanduk mereka. Allah Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.

Baca Juga:  Surah Saba Ayat 15-17; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Isra Ayat 17 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S