Surah Al-Isra Ayat 29-30; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Isra Ayat 29-30

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Isra Ayat 29-30 ini, mengingatkan bahwa sungguh, tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang dia kehendaki untuk dilapangkan rezekinya dan menyempitkannya kepada siapa yang dia kehendaki untuk disempitkan rezekinya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sesungguhnya dia maha mengetahui segala sesuatu, maha melihat akan hamba-hambanya. Dia memberikan kepada hamba-Nya segala sesuatu yang menjadi kebutuhan dan kemaslahatannya apabila ia menjalani sebab-sebab untuk mendapatkannya.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Isra Ayat 29-30

Surah Al-Isra Ayat 29
وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا

Terjemahan: Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.

Tafsir Jalalain: وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ (Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu) artinya janganlah kamu menahannya dari berinfak secara keras-keras; artinya pelit sekali.

وَلَا تَبْسُطْهَا (dan janganlah kamu mengulurkannya) dalam membelanjakan hartamu كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا (secara keterlaluan, karena itu kamu menjadi tercela) pengertian tercela ini dialamatkan kepada orang yang pelit.

مَّحْسُورًا (dan menyesal) hartamu habis ludes dan kamu tidak memiliki apa-apa lagi karenanya; pengertian ini ditujukan kepada orang yang terlalu berlebihan di dalam membelanjakan hartanya.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman seraya memerintahkan untuk berlaku sederhana dalam menjalani hidup, dan mencela sifat kikir sekaligus melarang bersikap berlebih-lebihan.

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 110-111; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ (Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelengggu pada lehermu) Maksudnya, janganlah kamu kikir dan bakhil, tidak pernah memberikan sesuatu pun kepada seseorang.

Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Yahudi -la’natullah ‘alaihim-: “Tangan Allah itu terbelenggu.” Yang mereka maksudkan dengan kalimat itu adalah bahwa Allah itu kikir. Mahatinggi Allah dan Mahasuci serta Mahapemurah lagi Maha-dermawan.

Dan firman-Nya: وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ (Dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya) Maksudnya, janganlah kamu berlebihan dalam berinfak, di mana kamu memberi di luar kemampuanmu dan mengeluarkan pengeluaran yang lebih banyak daripada pemasukan. Karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.

Artinya, jika kamu kikir, niscaya kamu akan menjadi tercela yang senantiasa mendapat celaan dan hinaan dari orang-orang serta tidak akan dihargai dan mereka tidak memerlukanmu lagi.

Tafsir Kemenag: Allah swt menjelaskan cara-cara yang baik dalam membelanjakan harta. Allah menerangkan keadaan orang-orang yang kikir dan pemboros dengan menggunakan ungkapan jangan menjadi-kan tangan terbelenggu pada leher, tetapi juga jangan terlalu mengulurkan-nya. Kedua ungkapan ini lazim digunakan orang-orang Arab.

Yang pertama berarti larangan berlaku bakhil atau kikir, sehingga enggan memberikan harta kepada orang lain, walaupun sedikit. Ungkapan kedua berarti melarang orang berlaku boros dalam membelanjakan harta, sehingga melebihi kemampuan yang dimilikinya.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 24-25; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Kebiasaan memboroskan harta akan meng-akibatkan seseorang tidak mempunyai simpanan atau tabungan yang bisa digunakan ketika dibutuhkan.

Surah Al-Isra Ayat 30
إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

Terjemahan: Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Tafsir Jalalain: إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ (Sesungguhnya Rabbmu melapangkan rezeki) meluaskannya لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ (kepada siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya) menyempitkannya kepada siapa yang Dia kehendaki.

إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا (sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya) mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang terlahirkan tentang diri mereka karena itu Dia memberi rezeki kepada mereka sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ (Sesungguhnya Rabbmu melapangkan rizki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkanny) Hal itu sebagai pemberitahuan bahwa Dia adalah sang Pemberi rizki, Pengambil rizki, Penyalur rizki, serta pengendali segala urusan makhluk-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.

Dengan demikian, Dia akan menjadikan kaya siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan akan menjadikan miskin siapa saja yang dikehendaki-Nya. Karena yang demikian itu terdapat hikmah.

Oleh karena itu, Dia berfirman: إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا (Sesungguhnya Dia Mahamengetahui lagi Mahamelihat akan hamba-hamba-Nya) Yakni, Mahamelihat siapa orang yang berhak memperoleh kekayaan dan siapa juga orang-orang yang layak hidup miskin.

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 66; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: llah swt menjelaskan bahwa Dialah yang melapangkan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang membatasi-nya. Semuanya berjalan menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah terhadap para hamba-Nya dalam usaha mencari harta dan cara mengembang-kannya.

Hal ini berhubungan erat dengan alat dan pengetahuan tentang pengolahan harta itu. Yang demikian adalah ketentuan Allah yang bersifat umum dan berlaku bagi seluruh hamba-Nya. Namun demikian, hanya Allah yang menentukan menurut kehendak-Nya.

Di akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui para hamba-Nya, siapa di antara mereka yang memanfaatkan kekayaan demi kemaslahatan dan siapa pula yang menggunakannya untuk kemudaratan.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Isra Ayat 29-30 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S