Surah Al-Isra Ayat 42-43; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Isra Ayat 42-43

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Isra Ayat 42-43 ini, mengandung sindiran kepada kaum musyrikin Mekah agar mereka menyembah hanya kepada Allah Yang Maha Esa, dan melarang mereka mengada-adakan tuhan yang lain sebagai perantara yang dapat menyampaikan keinginan mereka kepada Zat Yang Maha Esa.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah tidak menyukai adanya perantara-perantara seperti yang mereka yakini, bahkan Allah telah melarang manusia mengadakan perantara-perantara seperti itu melalui wahyu yang telah disampaikan oleh para rasul-Nya.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Isra Ayat 42-43

Surah Al-Isra Ayat 42
قُل لَّوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَّابْتَغَوْا إِلَى ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا

Terjemahan: Katakanlah: “Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ‘Arsy”.

Tafsir Jalalain: قُل (Katakanlah) kepada mereka لَّوْ كَانَ مَعَهُ (Jikalau ada di samping-Nya) yakni di samping Allah لَّوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَّابْتَغَوْا (tuhan-tuhan lain sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari) mencari-cari إِلَى ذِي الْعَرْشِ (kepada Tuhan Yang mempunyai Arasy) yakni Allah سَبِيلًا (jalan) untuk memerangi-Nya.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 120; Seri Tadabbur Al Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman: “Hai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa Allah mempunyai sekutu dari kalangan makhluk-Nya, dan mereka menyembahnya sebagai ilah selain diri-Nya dengan tujuan agar sesembahan mereka itu dapat mendekatkan kepada Allah sedekat-dekatnya.

Andai kenyataannya seperti yang kalian katakan itu, padahal orang yang kalian sembah itu juga menyembah-Nya dan mendekatkan diri kepada-Nya serta mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Oleh karena itu, sembahlah Allah secara langsung seperti orang yang telah kalian jadikan sembahan selain diri-Nya.

Tafsir Kemenag: Kemudian Allah swt membantah kepercayaan kaum musyrikin Mekah dengan memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada mereka bahwa jika ada tuhan-tuhan selain Dia, niscaya tuhan-tuhan yang mereka persekutukan itu akan mencari jalan untuk menyampaikan apa yang mereka inginkan kepada Allah yang mempunyai Arasy, yang kekuasaan-Nya meliputi langit, bumi, dan benda-benda lainnya.

Sudah tentu tuhan-tuhan yang mereka persekutukan itu memohon lebih dulu dan menghambakan dirinya kepada-Nya. Maka cara mereka meminta kepada Allah dengan perantaraan tuhan-tuhan itu sudah menempuh jalan yang berliku-liku. Mengapa mereka tidak langsung menyembah dan memohon saja kepada Allah Yang Maha Esa.

Baca Juga:  Surah Al Fil; Asbabun Nuzul, Tafsir dan Artinya

Surah Al-Isra Ayat 43
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوًّا كَبِيرًا

Terjemahan: Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.

Tafsir Jalalain: سُبْحَانَهُ (Maha Suci) ungkapan untuk memahasucikan-Nya وَتَعَالَى عَمَّا يَقُولُونَ (dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan) dari dakwaan sekutu-sekutu itu عُلُوًّا كَبِيرًا (dengan ketinggian yang sebesar-besarnya).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah membersihkan dan mensucikan diri-Nya seraya berfirman: سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يَقُولُونَ (Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan) yakni orang-orang musyrik yang melampaui batas dan berbuat dhalim, mengatakan dengan persangkaan mereka bahwa ada oknum ilah yang lain beserta Allah.

عُلُوًّا كَبِيرًا (Dengan ketinggian yang sebesar-besarnya) yakni dengan ketinggian yang setinggi-tingginya. Bahkan Dialah Allah yang Mahaesa, tempat bergantung semua makhluk, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang sebanding dengan-Nya.

Baca Juga:  Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 234-237 dan Terjemahannya

Tafsir Kemenag: Selanjutnya Allah swt menyatakan kemahasucian-Nya dari sifat yang diada-adakan oleh kaum musyrikin Mekah. Allah swt menegaskan bahwa Dia Mahasuci dan Mahatinggi dari semua sifat yang mereka ada-adakan itu. Apa yang mereka katakan hanyalah berdasarkan dugaan dan anggapan semata.

Dia adalah Allah Yang Maha Esa yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Isra Ayat 42-43 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S