Surah Al-Isra Ayat 63-65; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Isra Ayat 63-65

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Isra Ayat 63-65 ini, mengisyaratkan bahwa barang siapa di antara keturunan Adam yang teperdaya mengikuti Iblis, balasannya adalah neraka Jahanam sebagai hukuman yang harus ditimpakan kepadanya. Demikian juga hukuman yang ditimpakan kepada orang-orang yang mengikuti ajakannya, karena berani menyimpang dari perintah Allah dan melanggar larangan-Nya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Tipu daya Iblis untuk menggoda keturunan Adam digambarkan seakan-akan panglima yang sedang mengerahkan bala tentara berkuda dan diperkuat dengan tentara yang berjalan kaki. Mereka menyerang musuhnya dengan iringan suara yang gegap gempita guna mengejutkan musuh-musuhnya agar segera tunduk dan takluk di bawah kekuasaannya.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Isra Ayat 63-65

Surah Al-Isra Ayat 63
قَالَ اذْهَبْ فَمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَّوْفُورًا

Terjemahan: Tuhan berfirman: “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.

Tafsir Jalalain: قَالَ (Berfirmanlah) Allah swt. kepada iblis اذْهَبْ (Pergilah) sambil menunggu hingga waktu sangkakala ditiup فَمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ (barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahanam adalah pembalasan kalian semua) kamu dan mereka yang mengikutimu جَزَاءً مَّوْفُورًا (sebagai suatu pembalasan yang cukup) dicukupkan sepenuhnya.

Tafsir Ibnu Katsir: Setelah iblis meminta tangguh, Allah berfirman kepadanya: اذْهَبْ (Pergilah) sesungguhnya Aku telah memberikan tangguh kepadamu. Sebagaimana yang difirmankan dalam ayat lain: “Kalau begitu, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hijr. 37-38)

Setelah itu Allah memberikan ancaman kepadanya dan juga anak cucu Adam yang mengikutinya berupa neraka Jahannam.

قَالَ اذْهَبْ فَمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ (“Rabb berfirman: Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikutimu, maka sesungguhnya neraka jahannam adalah balasanmu semua.”) Yakni, atas amal perbuatan kalian; جَزَاءً مَّوْفُورًا (Sebagai suatu pembalasan yang cukup)

Baca Juga:  Surah An-Nur Ayat 27-29; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Allah mengabulkan permintaan Iblis dan membiarkan ia pergi menuruti keinginan dan melaksanakan tipu dayanya hingga hari kiamat datang. Namun demikian, Allah memberi syarat bahwa barang siapa di antara keturunan Adam yang teperdaya mengikuti Iblis, balasannya adalah neraka Jahanam sebagai hukuman yang harus ditimpakan kepadanya.

Demikian juga hukuman yang ditimpakan kepada orang-orang yang mengikuti ajakannya, karena berani menyimpang dari perintah Allah dan melanggar larangan-Nya.

Surah Al-Isra Ayat 64
وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُم بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا

Terjemahan: Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.

Tafsir Jalalain: وَاسْتَفْزِزْ (Dan godalah) bujuklah مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُم بِصَوْتِكَ (siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan rayuanmu) dengan ajakanmu melalui nyanyian dan tiupan serulingmu serta semua seruanmu yang menjurus kepada perbuatan maksiat.

وَأَجْلِبْ (dan kerahkanlah) mintalah bantuan عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ (terhadap mereka dengan pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki) mereka adalah pasukan yang berkendaraan dan berjalan kaki dalam keadaan maksiat.

وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ (dan berserikatlah dengan mereka pada harta benda) yang diharamkan; seperti hasil dari riba dan rampasan atau rampokan وَالْأَوْلَادِ (dan anak-anak) dari perbuatan zina وَعِدْهُ (dan beri janjilah mereka) bahwasanya hari berbangkit dan hari pembalasan itu tidak ada.

وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ (Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka) tentang hal-hal tersebut إِلَّا غُرُورًا (melainkan tipuan belaka) kebatilan belaka.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan firman-Nya: وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُم بِصَوْتِكَ (Dan hasunglah [kacaukanlah] siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu) Ada yang berpendapat, yakni berupa nyanyian.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 71-73; Seri Tadabbur Al Qur'an

Firman Allah Ta’ala selanjutnya: وَأَجْلِبْ عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ (Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki) Kata ar-rajilu merupakan jamak dari kata raajil, sebagaimana kata ar-rakibu merupakan jamak dari kata raakib, serta kata shuhub jamak dari kata shaahib. Artinya, kuasailah mereka semampu kalian. Dan yang demikian itu merupakan perintah yang bersifat qadari (takdir).

Firman-Nya lebih lanjut: وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ (Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak) Ibnu Abbas dan Mujahid berkata: “Yakni, apa yang syaitan perintahkan kepada mereka berupa penginfakan harta benda di jalan maksiat kepada Allah Ta’ala.”

Dan firman Allah Ta’ala: وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا (Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka) Sebagaimana Allah Ta’ala memberitahu iblis bahwa Dia telah berfirman, jika kebenaran telah nyata pada hari ditetapkannya kebenaran, di mana syaitan berkata:

“Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.” (QS. Ibrahim: 22).

Tafsir Kemenag: Ayat ini menjelaskan lebih jauh, sampai di mana kemampuan Iblis untuk menggoda keturunan Adam di muka bumi ini. Allah swt membiarkan Iblis menghasut siapa saja di antara keturunan Adam, sesuai kesanggupan dan kemampuannya dengan bujukan dan tipu dayanya.

Tipu daya Iblis untuk menggoda keturunan Adam digambarkan seakan-akan panglima yang sedang mengerahkan bala tentara berkuda dan diperkuat dengan tentara yang berjalan kaki. Mereka menyerang musuhnya dengan iringan suara yang gegap gempita guna mengejutkan musuh-musuhnya agar segera tunduk dan takluk di bawah kekuasaannya.

Surah Al-Isra Ayat 65
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلًا

Terjemahan: Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 61-62; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: إِنَّ عِبَادِي (Sesungguhnya hamba-hamba-Ku) yang beriman لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ (kamu tidak dapat berkuasa atas mereka) dengan kekuasaan dan kekuatanmu itu. وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلًا (Dan cukuplah Rabbmu sebagai penjaga.”) yang memelihara mereka yang beriman dari godaan dan rayuanmu.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ (Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka) Yang demikian itu merupakan pemberitahuan Allah Ta’ala tentang dukungan yang diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan pemeliharaan yang Dia berikan kepada mereka dan dijaganya dari syaitan yang terkutuk. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman:

وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلًا (Dan cukuplah Rabmu sebagai Penjaga) Yakni, penjaga, pendukung dan penolong.

Tafsir Kemenag: Allah swt menjelaskan keterbatasan godaan Iblis terhadap keturunan Adam dengan menegaskan bahwa sebenarnya hamba-hamba Allah yang selalu menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, tidak akan terpengaruh oleh godaannya. Iblis tidak mempunyai kekuasaan untuk memaksa agar mereka tunduk di bawah tipu dayanya.

Kemampuan Iblis hanyalah menggoda saja. Orang-orang yang dapat dipengaruhi ialah mereka yang tidak mempunyai iman yang kuat. Oleh karena itu, Allah swt menegaskan pada akhir ayat ini bahwa bagi mereka yang mempunyai iman yang kuat itu cukup berserah diri kepada Allah, dan meminta perlindungan kepada-Nya agar terlepas dari godaan dan tipu daya setan.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Isra Ayat 63-65 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S