Surah Al-Maidah Ayat 24-26; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah Al-Maidah Ayat 24-26

Pecihitam.org – Surah Al-Maidah Ayat 24-26 ini mengisahkan tentang kaum Yahudi yang enggan berjihad di jalan Allah sekaligus memberikan gambaran kepada kita mengenai karakteristik dan kefasikan orang-orang Yahudi.

Terjemahan dan Tafsir
Surah Al-Maidah Ayat 24-26

Surah Al-Maidah Ayat 24
قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا ۖ فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

Penjelasan ayat: قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا ۖ فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا (Kata mereka, “Hai Musa! Kami sekali-kali tidak akan memasukinya untuk selama-lamanya selagi mereka masih berada di dalamnya. Maka pergilah kamu bersama Tuhanmu dan perangilah) mereka إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ (biarlah kami di sini duduk menanti saja.”) tak ikut berperang.

Surah Al-Maidah Ayat 25
قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي ۖ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

Penjelasan ayat: قَالَ (Kata Musa) ketika itu رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي (“Wahai Tuhanku! Aku tidak menguasai kecuali diriku dan) kecuali وَأَخِي (saudaraku) adapun yang lainnya tidak, oleh sebab itu paksalah mereka supaya tunduk فَافْرُقْ (maka pisahkanlah) atau ceraikan بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ (di antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.”)

Baca Juga:  Surah Al-Mu'min Ayat 61-65; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Apakah yang dimaksud fasik? Fasik ialah keluarnya manusia dari jalan syariat dan cenderung melawan ketetapan Allah SWT dengan keburukan dan amal yang diharamkan seperti melakukan dosa besar dan terus menerus melakukan dosa-dosa kecil.

Surah Al-Maidah Ayat 26
قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ ۛ أَرْبَعِينَ سَنَةً ۛ يَتِيهُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

Penjelasan ayat: قَالَ (Firman Allah) Taala kepadanya فَإِنَّهَا (“Maka kalau begitu negeri itu) yakni tanah suci tadi مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ (diharamkan atas mereka) memasukinya أَرْبَعِينَ سَنَةً ۛ يَتِيهُونَ (selama 40 tahun mereka akan bertualang tak tahu jalan) kebingungan فِي الْأَرْضِ (di negeri itu) menurut Ibnu Abbas luasnya sembilan farsakh persegi.

Baca Juga:  Surah Al-Jatsiyah Ayat 16-20; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

فَلَا تَأْسَ (Maka janganlah kamu bersedih) berduka-cita عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ (terhadap kaum yang fasik itu) menurut riwayat mereka memulai perjalanan di saat malam dengan penuh kesungguhan ke arah yang dituju namun saat pagi mereka sudah berada kembali di tempat semula.

Begitu juga halnya perjalanan ketika siang hingga akhirnya mereka binasa (mati”) kecuali orang-orang yang di waktu itu usianya belum lagi mencapai 20 tahun. Ada yang mengatakan bahwa jumlah mereka enam ratus ribu orang dan di padang itulah, yakni yang disebut padang Tih, wafat Harun dan Musa.

Hal tersebut menjadi rahmat terhadap mereka berdua sebaliknya menjadi azab dan siksa terhadap umat mereka. Setelah dekat kematiannya, Musa memohon kepada Allah SWT agar didekatkan kepada tanah suci itu kira-kira dalam jarak sepelemparan batu, maka permohonan itu dikabulkannya sebagaimana tersebut dalam hadits.

Setelah masa 40 tahun itu Allah SWT mengangkat Yusya menjadi nabi dan memerintahkannya untuk memerangi orang-orang zhalim tadi. Maka berangkatlah ia dengan sisa-sisa Israel dan memerangi musuh yang ketika itu adalah hari Jumat.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 159; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Berdasarkan riwayat, matahari terhenti selama sesaat menunggu selesai mereka berperang. Diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya sebuah hadis bahwa matahari itu tidak pernah tertahan jalannya untuk kepentingan manusia kecuali bagi Yusya, yaitu di malam-malam perjalanannya menuju Baitulmaqdis.

Demikianlah penjelasan mengenai Surah Al-Maidah Ayat 24-26 berdasarkan Tafsir Jalalain sebagai kelanjutan seri Tadabbur Al Qur’an kali ini. Semoga menambah khazanah Islam kita terutama khazanah Al Qur’an itu sendiri.

M Resky S
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG