Surah Al-Mu’minun Ayat 117-118; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Mu'minun Ayat 117-118

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Mu’minun Ayat 117-118 ini, menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah Allah dan menyekutukan-Nya dengan tuhan yang lain, padahal tidak ada yang pantas disembah melainkan Allah, pada hakikatnya tidak ada alasan sama sekali yang dapat membenarkan perbuatan mereka itu. Mereka akan diajukan ke hadapan Allah, untuk memperhitungkan dan mempertanggung-jawabkan segala perbuatan mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

setelah menjelaskan keadaan orang-orang kafir, kebodohan mereka di dunia dan siksaan yang disediakan bagi mereka di akhirat, Allah memerintahkan Rasul-Nya supaya memohon kepada-Nya agar dimaafkan semua kesalahan yang diperbuatnya, diberi rahmat dengan diterima tobatnya, dan dibebaskan dari azab atas kelalaian dan kekeliruan yang telah diperbuatnya, karena Dialah Pemberi rahmat yang paling baik.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’minun Ayat 117-118

Surah Al-Mu’minun Ayat 117
وَمَن يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

Terjemahan: Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.

Tafsir Jalalain: وَمَن يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ (Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tak ada suatu dalil pun baginya tentang itu) lafal Laa Burhaana ini menjadi sifat yang Kasyifah atau yang terbuka, akan tetapi tidak dimengerti, karena pada kenyataannya hal itu mustahil فَإِنَّمَا حِسَابُهُ (maka sesungguhnya perhitungannya) yakni pembalasan perbuatannya itu عِندَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ (di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tidak beruntung) yakni tidak berbahagia.

Baca Juga:  Surah Al-Waqiah Ayat 57-62; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman seraya memberikan ancaman kepada orang yang menyekutukan diri-Nya dengan selain Dia dan menyembah yang lain selain-Nya, memberitahukan bahwa barangsiapa yang menyekutukan Allah, maka tidak ada bukti dan dalil baginya atas ucapannya itu. Di mana Dia berfirman:

وَمَن يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ (“Dan barangsiapa menyembah ilah yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu.”) Kalimat ini merupakan kalimat mu’taridhah (kalimat sisipan) sekaligus sebagai jawaabusy syarthi pada firman-Nya: فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ (“Maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya.”) Yakni, Allah yang akan memperhitungkan hal tersebut.

Kemudian Dia juga memberitahukan: إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ (“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.”) Yakni, di hadapan-Nya pada hari Kiamat kelak mereka orang-orang kafir itu tidak mendapatkan keberuntungan dan juga keselamatan.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah Allah dan menyekutukan-Nya dengan tuhan yang lain, padahal tidak ada yang pantas disembah melainkan Allah, pada hakikatnya tidak ada alasan sama sekali yang dapat membenarkan perbuatan mereka itu.

Mereka akan diajukan ke hadapan Allah, untuk memperhitungkan dan mempertanggung-jawabkan segala perbuatan mereka. Allah yang akan menyempurnakan ganjaran atas perbuatan mereka. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung selama-lamanya, dan tidak akan luput dari azab yang menyiksanya.

Baca Juga:  Surah At-Tahrim Ayat 11-12; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Barangsiapa menyembah tuhan lain bersama Allah tanpa memiliki dalil yang menunjukkan keberhakan tuhan itu untuk disembah, maka Allah pasti akan membalasnya atas perbuatan syiriknya itu. Orang-orang kafir sungguh tidak akan beruntung.
Yang beruntung hanyalah orang-orang Mukmin.

Surah Al-Mu’minun Ayat 118
وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

Terjemahan: Dan katakanlah: “Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik”.

Tafsir Jalalain: وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ (Dan katakanlah! “Ya Rabbku! Berilah ampun dan berilah rahmat) kepada orang-orang Mukmin dalam bentuk rahmat di samping ampunan itu وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ (dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik”) artinya Pemberi rahmat yang paling utama.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya lebih lanjut: وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ (“Dan katakanlah: ‘Ya Rabbku, berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling baik.’”) Yang demikian itu merupakan bimbingan dari Allah Ta’ala untuk memanjatkan do’a ini. Kata al-ghafru jika diucapkan dapat berarti penghapusan dosa dan menutupinya dari umat manusia. Dan ar-rahmah berarti meluruskan dan melembutkannya dalam ucapan dan per-buatan. WalaHu a’lam.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa setelah menjelaskan keadaan orang-orang kafir, kebodohan mereka di dunia dan siksaan yang disediakan bagi mereka di akhirat, Allah memerintahkan Rasul-Nya supaya memohon kepada-Nya agar dimaafkan semua kesalahan yang diperbuatnya, diberi rahmat dengan diterima tobatnya, dan dibebaskan dari azab atas kelalaian dan kekeliruan yang telah diperbuatnya, karena Dialah Pemberi rahmat yang paling baik.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 38-39; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Perintah Allah kepada Rasul-Nya seperti tersebut di atas, adalah untuk menjadi contoh yang baik bagi umatnya. Setiap kali mereka berbuat kesalahan, supaya mereka beristigfar, dan setiap mereka berbuat maksiat, supaya cepat-cepat bertobat, jangan sampai kesalahan dan maksiat itu bertumpuk-tumpuk, karena yang demikian itu akan menjadi beban yang berat nanti di hari akhirat.

Tafsir Quraish Shihab: Katakan, wahai Rasulullah, sambil berdoa dan pasrah kepada Tuhanmu, “Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan karuniakanlah aku kasih sayang-Mu, karena Engkaulah yang terbaik di antara pemberi kasih sayang. Sebab kasih sayang-Mu amat luas dan amat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Mu’minun Ayat 117-118 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S