Surah Al-Mu’minun Ayat 50; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Mu'minun Ayat 50; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Mu’minun Ayat 50 ini, menerangkan bahwa Allah telah menjadikan Isa putra Maryam sebagai tanda kekuasaan Allah yang dapat menciptakan seorang manusia hanya dari seorang ibu saja tanpa ayah, dan memberi kemampuan kepada seorang bayi berbicara sebelum waktunya, dan memberi mukjizat kepadanya, dapat menyembuhkan orang buta sejak lahir, menghidupkan orang yang sudah mati dari kuburannya, membuat burung dari tanah liat yang bisa terbang, dan sebagainya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’minun Ayat 50

وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ آيَةً وَآوَيْنَاهُمَا إِلَى رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ

Terjemahan: Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (Kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata,Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.

Tafsir Jalalain: وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ (Dan telah Kami jadikan putra Maryam) yakni Nabi Isa وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ (beserta ibunya suatu tanda) kekuasaan Kami. Dalam Ayat ini tidak disebutkan dua tanda karena keduanya terlibat dalam satu tanda itu, yaitu Maryam dapat melahirkan Nabi Isa tanpa suami,

وَآوَيْنَاهُمَا إِلَى رَبْوَةٍ (dan Kami menempatkan keduanya di suatu tanah tinggi) yakni tempat di dataran tinggi, yaitu di Baitulmakdis, atau di Damaskus, atau di Palestina; sehubungan dengan hal ini banyak pendapat mengenainya ذَاتِ قَرَارٍ (yang datar) rata tanahnya sehingga para penghuninya menetap dengan nyaman وَمَعِينٍ (dan mempunyai banyak sumber air) yang mengalir lagi jernih sebagai suatu kenyataan.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 82-83; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman seraya memberitahukan tentang hamba dan Rasul-Nya, Isa putera Maryam as, di mana Dia telah menjadikan keduanya sebagai salah satu tanda bagi umat manusia, yakni sebagai hujjah yang pasti atas kekuasaan-Nya untuk melakukan apa saja yang Dia kehendaki.

Dia telah menciptakan Adam tanpa bapak dan ibu, lalu Dia menciptakan Hawa dari seorang laki-laki tanpa seorang perempuan, kemudian Dia menciptakan ‘Isa dari seorang perempuan tanpa laki-laki, dan Dia mencipatkan manusia yang melalui seorang laki-laki dan seorang perempuan (suami isteri).

Firman Allah Ta’ala: آيَةً وَآوَيْنَاهُمَا إِلَى رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ (“Dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.”) Adh-Dhahhak meriwAyatkan dari Ibnu Abbas:

“Ar-rabwah berarti tanah yang tinggi, yaitu tempat yang paling baik bagi tumbuhnya tumbuh-tumbuhan.” Mengenai firman-Nya: ذَاتِ قَرَارٍ (“Yang banyak terdapat padang padang rumput,”) IbnuAbbas mengatakan: “Yakni yang subur.”

وَمَعِينٍ (“Dan sumber-sumber bersih yang mengalir,”) yakni, air yang jernih. Mujahid mengatakan: “Yaitu tanah yang datar.” Mengenai firman-Nya: “Wa ma’iin,” Mujahid dan Qatadah mengatakan: “Yakni, air yang mengalir.”

Kemudian para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai tempat tanah yang tinggi ini, dan pendapat tentang hal itu yang paling mendekati kebenaran adalah apa yang diceritakan al-‘Aufi dari Ibnu Abbas, mengenai firman-Nya: “Dan Kami melindungi mereka di suatu tanah yang datar yang banyak terdapat padang padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir,” dia mengatakan: “Al-ma’iin berarti air yang mengalir, yaitu sungai, seperti yang difirmankan Allah Ta’ala: ‘Sesungguhnya Rabbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.’ (QS. Maryam: 24).”

Baca Juga:  Surah Thaha Ayat 123-126; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Demikian juga yang dikemukakan oleh adh-Dhahhak dan Qatadah: Di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir, yaitu Baitul Maqdis.” Dan inilah yang lebih jelas, wallahu a’lam, karena dialah yang disebutkan di dalam Ayat yang lain. Sedangkan al-Qur’an itu, sebagian Ayatnya menafsirkan sebagian Ayat yang lain. Dan Ayat-Ayat itulah yang lebih patut untuk menafsirkan, lalu hadits-hadits shahih, dan kemudian atsar.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menjadikan Isa putra Maryam sebagai tanda kekuasaan Allah yang dapat menciptakan seorang manusia hanya dari seorang ibu saja tanpa ayah, dan memberi kemampuan kepada seorang bayi berbicara sebelum waktunya, dan memberi mukjizat kepadanya, dapat menyembuhkan orang buta sejak lahir, menghidupkan orang yang sudah mati dari kuburannya, membuat burung dari tanah liat yang bisa terbang, dan sebagainya.

Kelahiran Isa dari seorang ibu yaitu Maryam dijadikan bukti kekuasaan Allah, karena hamil tanpa disentuh manusia. Maryam dan putranya menjadi tanda kekuasaan Allah bagi seluruh manusia sebagaimana dalam firman-Nya:

Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam. (al- Anbiya`/21: 91)

Baca Juga:  Surah Al-Qashash Ayat 62-67; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Allah menjelaskan bahwa Isa dan ibunya diberi tempat kediaman dan dilindungi di suatu dataran yang tinggi di daerah Palestina yang mempunyai padang rumput dan sumber air jernih yang mengalir. Nabi Isa dan Maryam selama hidupnya tidak pernah keluar dari Palestina atau Syam. Ada yang mengatakan bahwa Nabi Isa pergi ke Rabwah dekat Lahore di Pakistan dan meninggal dunia di sana, tetapi pendapat ini tidak mempunyai dasar sama sekali.

Tafsir Quraish Shihab: Kemudian, Kami menciptakan ‘Isa putra Maryam yang dikandung oleh bundanya tanpa proses berhubungan dengan laki-laki. Kelahiran ‘Isa tanpa ayah itu merupakan bukti yang jelas mengenai kemahakuasaan Kami.

Maryam pun Kami tempatkan di tebing tinggi terhampar yang baik untuk tempat tinggal. Di sana terdapat persediaan air yang cukup sebagai sarana utama penunjang kehidupan yang mudah.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Mu’minun Ayat 50 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S