Surah An-Nahl Ayat 98-100; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah An-Nahl Ayat 98-100

Pecihitam.org – Kandungan Surah An-Nahl Ayat 98-100 ini, menyatakan meski setan berusaha menguasasi hati orang-orang Mukmin, namun mereka yang bertawakal kepada Allah dan meminta perlindungan-Nya akan selamat dari godaan setan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

sebenarnya setan hanya mampu menguasai mereka yang mempersekutukan Allah atau orang-orang Muslim yang mengikuti petunjuk setan. Karena tindakan orang muslim tersebut telah memberikan kesempatan setan menguasai dirinya.

Dengan kata lain, orang-orang seperti ini, menganggap setan sebagai temannya dan menerima setiap petunjuk dan perintah setan. Karena jika tidak, maka Allah tidak akan mengizinkan setan untuk menguasai orang-orang Mukmin.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 98-100

Surah An-Nahl Ayat 98
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Terjemahan: Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Tafsir Jalalain: فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ (Apabila kamu membaca Alquran) artinya bila kamu hendak membaca Alquran فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk) artinya ucapkanlah a’uudzu billaahi minasy syaithaanirrajiim.

Tafsir Ibnu Katsir: Ini merupakan perintah dari Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya melalui lisan Nabi-Nya, Muhammad, yaitu jika mereka akan membaca al-Qur’an, maka hendaklah mereka meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Perintah ini bersifat anjuran, bukan kewajiban.

Kesepakatan mengenai hal itu diceritakan oleh Abu Ja’far bin Jarir dan imam-imam lainnya. Hadits yang berkenaan dengan permohonan perlindungan ini telah kami kemukakan sebelumnya pada pembahasan pertama. Segala puji dan sanjungan hanya milik Allah.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 97; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Kemudian dalam ayat ini Allah swt mengajarkan adab membaca Al-Qur’an agar dalam membaca dan memahaminya jauh dari gangguan setan. Al-Qur’an memberi petunjuk kepada manusia ke jalan kebahagiaan,

dan menentukan mana amal perbuatan yang saleh yang berguna bagi kehidupan manusia dan mana pula perbuatan yang membawa ke jalan kesengsaraan. Akan tetapi, petunjuk Al-Qur’an itu akan dapat dimengerti dan dipahami dengan benar, apabila akal pikiran si pembaca bersih dari godaan setan.

Surah An-Nahl Ayat 99
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Terjemahan: Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.

Tafsir Jalalain: إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ (Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan baginya) tidak mempunyai pengaruh عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Rabbnya.).

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (“Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya.”)

Ats-Tsauri mengatakan bahwa syaitan itu tidak memiliki kekuasaan atas mereka (orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya) untuk menjatuhkan mereka ke dalam dosa yang mereka tidak bisa bertaubat darinya. Sedangkan yang lainnya mengatakan, artinya, tidak ada hujjah bagi syaitan atas mereka.

Yang lain lagi mengatakan, yang demikian itu sama seperti firman-Nya: “Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlish di antara mereka.” (QS. Al-Hijr: 40)

Baca Juga:  Surah Fatir Ayat 7-8; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa setan tidak punya pengaruh terhadap orang-orang yang beriman, orang-orang yang berserah diri kepada Allah swt, serta sabar dan tawakal menahan derita dalam perjuangan menegakkan agama.

Mereka mampu melawan godaan setan dan menolak untuk mengikuti langkah-langkahnya dan menjadi pengikutnya. Berkat cahaya iman dalam dada mereka, tipu daya setan itu dapat mereka ketahui dan atasi. Setan itu hanya berpengaruh atas orang-orang yang sudah patuh ke dalam wilayah kekuasaannya,

orang-orang yang memandang setan itu sebagai pemimpin lalu mencintainya dan mengikutinya serta mematuhi segala perintahnya. Karena tipu daya dan godaan setan itu, mereka akhirnya mempersekutukan Tuhan atau menyembah setan di samping menyembah Allah swt.

surah an-nahl ayat 100
إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ

Terjemahan: Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.

Tafsir Jalalain: إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ (Sesungguhnya kekuasaannya hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya sebagai pemimpin) yaitu yang taat kepadanya.

وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ (dan atas orang-orang yang terhadap-Nya) maksudnya kepada Allah (mereka mempersekutukan.).

Tafsir Ibnu Katsir: إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ (“Sesungguhnya kekuasaannya [syaitan] banyalah atas orang-orang yang menjadikannya sebagai pemimpin.”) Mujahid mengatakan: “Yakni, mentaatinya [syaitan].” Ulama lainnya mengatakan: “Mereka menjadikannya sebagai pelindung selain Allah.

وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ (Dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah).

Maksudnya, mereka menyekutukan syaitan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Huruf ba’ bisa jadi sebagai ba’ sababiyyah, artinya, karena ketaatan mereka kepada syaitan, mereka menjadi musyrik kepada Allah Ta’ala. Uama lainnya mengatakan bahwa artinya, syaitan itu bersekutu dengan mereka dalam harta benda dan anak-anak.

Baca Juga:  Surah Asy Syu'ara Ayat 111-115; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa setan tidak punya pengaruh terhadap orang-orang yang beriman, orang-orang yang berserah diri kepada Allah swt, serta sabar dan tawakal menahan derita dalam perjuangan menegakkan agama. Mereka mampu melawan godaan setan dan menolak untuk mengikuti langkah-langkahnya dan menjadi pengikutnya.

Berkat cahaya iman dalam dada mereka, tipu daya setan itu dapat mereka ketahui dan atasi. Setan itu hanya berpengaruh atas orang-orang yang sudah patuh ke dalam wilayah kekuasaannya, orang-orang yang memandang setan itu sebagai pemimpin lalu mencintainya dan mengikutinya serta mematuhi segala perintahnya.

Karena tipu daya dan godaan setan itu, mereka akhirnya mempersekutukan Tuhan atau menyembah setan di samping menyembah Allah swt.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah An-Nahl Ayat 98-100 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S